Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Lembaran baru


__ADS_3

Setelah mendengarkan nasehat dari mama mertuanya, kini Kiara hanya terdiam dan merenung di dalam kamar nya. Sambil menikmati sunset dari atas balkon, Kiara berulang kali menghela napas nya dengan berat. Apa yang harus ia lakukan, apakah dirinya harus membuka hati untuk Kai saat ini? Benar kah laki laki itu sudah mulai menyukai nya? Seperti yang di katakan oleh adik ipar dan mama mertua nya?


‘Sayang, kalau bisa, pernikahan itu hanya ada satu kali dalam seumur hidup. Kita jalani apa yang Tuhan berikan, entah berjodoh atau tidak, setidaknya, kita sudah menjalankan yang terbaik apa yang di gariskan oleh Tuhan. Percayalah sama Mama, yang sulit itu bukan mencintai, tapi mempertahankan. Mama yakin, seiring berjalan nya waktu kamu dan Kai akan saling mencintai bahkan, rasa cinta kalian akan mengalahkan segala nya.’


Wejangan dari mama mertua nya terus terngiang di telinga dan pikiran Kiara. Ia membenarkan apa yang di katakan oleh mama mertua nya, namun ia juga kembali memikirkan ucapan demi ucapan yang di katakan oleh Maya beberapa waktu lalu.


‘Apa yang harus aku lakukan,’ gumam Kiara sambil menatap langit, seolah meminta jawaban dari Sang pencipta.


Cklek!


Kiara langsung membalikkan tubuh nya saat mendengar suara pintu yang di buka. Kai masuk ke dalam kamar masih dengan menggunakan pakaian kerja nya, Kiara menatap jam di tangannya, masih sore, tapi mengapa Kai sudah pulang? Batin nya.


Kiara sempat memejamkan matanya dnegan erat dan menghela napas kasar, ia sudah bertekad akan menjalankan sesuai yang di katakan oleh mama mertua nya. Ia pun segera berjalan menghampiri Kai dan mengambil tas serta jas yang masih berada di tangan Kai.


Tentu saja Kai langsung terkejut dan bingung melihat perilaku Kiara yang menurut nya sedikit aneh, “Kamu sakit?” tanya Kai membuat Kiara Langsung mendelik tajam.

__ADS_1


“Enggak lah, aku sehat.” Jawab Kiara dengan ketus.


“Terus kenapa?” tanya Kai masih bingung.


“Iks, sumpah kamu itu gak peka banget sih!” cetus Kiara semakin kesal, “Aku tadi di bilangin sama Mama panjang kali lebar kali tinggi, pokok nya panjang banget. Mama ngajarin aku untuk itu- em,..” Kiara menghentikan ucapan nya, karena ia terasa sangat kaku ingin mengatakan itu kenapa Kai.


“Apa?”


“Cara menjadi istri yang baik! Puasss!”


“Mau jadi istri yang baik hem?” tanya Kai, ia menyentuh dagu Kiara dan mengangkat nya, hingga membuat mata kedua manusia itu saling bersitatap.


“Hem, aku rasa tidak ada salahnya. Aku juga capek bertengkar terus dengan mu. Aku mau kita berteman dulu, biarkan kita saling mengenal tanpa harus saling berdebat dan saling menjatuhkan. Bila kita sudah saling mencintai satu sama lain, baru kita melangkah untuk pintu selanjutnya, Untuk saat ini, bisakah kita membuka satu pintu terlebih dulu?” pinta Kiara menatap Kai dengan tatapan sayu.


“Ada berapa pintu yang harus aku buka hem?”

__ADS_1


Kiara nampak berfikir sejenak, lalu tersenyum menatap Kai kembali, “Sepuluh.”


“Kenapa begitu banyak pintu?” tanya Kai mengerutkan dahi nya.


“Anggap saja begini. Saat seorang wanita akan melahirkan, mereka membutuhkan pembukaan hingga sepuluh baru kita bisa melahirkan seorang bayi mungil. Begitulah hubungan kita, setelah pintu itu terbuka semua, maka kita bisa membuat bersama menutup semua pintu itu kembali, agar tidak ada satu orang pun yang ikut masuk ke dalam istana kita.”


“Aku baru tahu, kamu bisa puitis begini,” ujar Kai seketika membuat Kiara kembali mendengus dan memanyunkan bibir nya.


“Sudahlah, kita mulai dari hal kecil. Mulai sekarang, aku akan menyiapkan kebutuhan kamu. Semuanya, kecuali satu.”


“Apa itu?” tanya Kai dengan senyum menyeringai.


“Itu, pokoknya itu gak boleh!” kata Kiara semakin malu.


“Apa? Itu, itu apa? Aku tidak mengerti,” goda Kai.

__ADS_1


“Kaisar, kamu jangan mulai menyebalkan!” seru Kiara, lalu ia memilih pergi menuju walk in closed, sementara Kai langsung tergelak karena tidak menyangka bisa melihat ekspresi Kiara yang malu malu, dan ternyata itu semakin menggemaskan bagi Kai.


__ADS_2