Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Capek


__ADS_3

“Gue capekkk!” pekik Nisa yang sejak tadi sudah berjalan cukup lama, keadaan kakinya yang belum terlalu pulih membuatnya masih merasakan sakit dan nyeri, “Ini mah bukan shoping namanya! Tapi nyiksa kaki!”


“Yang bilang shoping siapa? Kan tadi bilang jalan jalan!”


“Tau ah!” sungut Nisa dengan kesal, “Laper nih, ayo makan!”


“Iya om, Ken juga laper.” Rengek Ken sambil matanya menatap sekitar.


“Ken, kamu suka makan apa?” tanya Nisa langsung antusias soal makanan.


“Itu!” tunjuk Ken ke salah satu restauran yang berada tak jauh dari posisi mereka.


“Ayok!” Dengan cepat, Nisa langsung menggandeng tangan Ken dan menuju restauran tersebut, sementara Bastian yang di tinggal begitu saja hanya bisa pasrah dan terpaksa mengikuti, walau sebenarnya ia kurang suka dengan restauran tersebut.


“Kenapa selera kalian harus makanan seperti ini!” decak Bastian sedikit pelan saat sudah berhasil duduk di depan Nisa.

__ADS_1


“Enak!” jawab keduanya lalu tertawa bersama.


“Ini tuh gak sehat! Makanan—“


“Udah deh om Abas yang baik dan tidak pelit. Kalau memang niat men-traktir makan tidak usah ceramah! Mending langsung pesenin makanan dan bayar biar kita cepet makan.” Ucap Nisa memotong ucapan Bastian hingga membuat laki laki itu semakin merasa kesal.


“Iya om, ayo dong buruan. Nanti Ken kelaperan loh, buruan Om.” Rengek Ken yang memang sudah sangat lapar,bukan hanya lapar, ia memang begitu menyukai menu di restauran itu, karena sangat jarang dirinya bisa makan di sana. Bukan karena tidak bisa, namun papa nya selalu melarang nya untuk makan sembarangan. Dan kini, ia merasa mumpung sedang bersama kakak cantik nya, maka dari itu ia bersemangat karena om nya pasti akan mengizinkan nya.


Bastian nampak berfikir sejenak, lalu ia seperti mendapatkan sebuah ide hingga membuatnya tersenyum tipis, ia pun beranjak dan ikut meng-antri untuk memesan makanan nya.


Tiga botol air mineral, dan juga menu yang sama sekali tidak di inginkan oleh keduanya. Soup dan juga salad,”Ini makanan sehat walau tidak sepenuhnya. Ayo makan.” Ujar Bastian menyodorkan makanan kepada Ken dan juga Nisa.


“Om, apa duit om udah habis? Kenapa om begitu pelit sama Ken!” pekik Ken dengan kesal.


“Loh, kok pelit sih. Kamu bilang lapar, ya sudah ayo makan. Kenapa malah mengatai om pelit coba. Dan kamu,” ucapnya menatap Nisa yang masih tampak kesal, “Makanlah.”

__ADS_1


“Gak adakah, sedikit aja belas kasih mu hem?” tanya Nisa dengan sedikit lirih dan memelas.


“Aku sudah berbaik hati, jadi sekarang kalian makan. Dan kamu Ken, jangan lupa cuci tangan dulu!”


Dengan perasaan yang semakin kesal, akhirnya Ken beranjak dari kursinya dan menuju tempat untuk mencuci tangan. Ia begitu kesal dan terus mengumpat om nya yang limitied edition itu. Hingga tanpa sadar, karena kekesalan nya membuat seorang gadis yang juga sedang mencuci tangan nya terkena air, ulah nya.


“Maaf,” tutur Ken dengan pelan, ia merasa bersalah karena memnag dirinya tidak sadar ada orang di sebelah nya.


“Tak apa, aku memaafkan mu.” Jawab gadis kecil itu tersenyum.


“Semudah itu?” tanya Ken mengerutkan dahinya, ia jadi berfikir, bagaimana bila Naura yang ia siram air seperti itu, sudah pasti dia akan marah marah dan memukul nya, namun tidak dengan gadis itu.


“Memaafkan memang mudah, asal tulus dan bersungguh sungguh.”


Untuk pertama kalinya, Ken merasa tersentuh dan begitu senang bertemu dengan anak perempuan yang seumuran dengan nya.

__ADS_1


‘Sangat berbeda dengan Naura.’ Gumam Ken menatap kepergian gadis itu yang ternyata sedang bersama keluarga nya, itulah pikir Ken.


__ADS_2