
Sejak tadi, Kai hanya diam mendengarkan curahan hati Kiara. Saat ini keduanya tengah duduk di sebuah trotoar, tepat di samping motor Kiara tergeletak tak berdaya. Ada sedikit rasa iba dalam hatinya saat mendengar cerita dari Kiara. Walau Kiara tidak mengatakan apa masalah nya, tapi ia bisa ikut merasakan, bahwa gadis itu saat ini sedang berada di titik terendah nya. Kiara tak henti hentinya menyalahkan dirinya.
“Kai, bagaimana kalau kita batalkan pernikahan kita? Kau tidak menyukai ku bukan? Begitu pun dengan ku, kita batalkan saja. Agar aku bisa pergi dari kota ini,” Kiara menatap Kai dengan tatapan yang begitu sayu.
“Kau ingin pergi? Kemana?”
“Kemana pun, rasanya aku masih belum siap untuk pulang ke rumah,” jawab Kiara begitu lirih.
Sebenarnya, Kai sangat penasaran mengapa Kiara tak ingin pulang ke rumah. Ia Mengira ngira, bahwa Kiara sedang bertengkar dengan Zaskia karena permasalahan dengan Liam. Yah, karena tadi Kai sempat melihat Liam menjemput Kiara di kantor, dan Kai mengira bahwa Zaskia cemburu dan akhirnya mereka bertengkar hebat, hingga membuat Kiara terus menyalahkan dirinya sendiri, begitulah pikir Kai.
Tiba tiba saja Kai berdiri, tangan nya menggantung tepat di depan wajah Kia, seolah mengajak Kia untuk beranjak. Kiara mengerutkan dahinya untuk sesaat, lalu ia menggelengkan kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
“Aku gak mau pulang! Kalau kamu mau pulang silahkan, pergilah, biarkan aku disini dulu.”
“Kamu mau disini sampai kapan? Sampai pagi? Kamu gak lihat ini sudah malam? Mana kaki nyeker, astaga Kiaaaa,” geram Kai mencoba menahan amarah nya, ia pun berusaha menarik nafas nya sedalam mungkin dan menghembuskan nya perlahan.
“Kalau kamu tidak mau pulang ke rumah mu, pulang lah ke Apartment ku.”
“Ngapain kamu bawa aku ke Apartment mu? Kau mau macem macem? Sorry Kai, meskipun aku—"
“Turunin aku kalau emang aku berat!” Kiara terus memberontak ingin turun, namun Kai dengan cuek dan tanpa rasa perduli dengan teriakan Kiara, ia langsung melempar tubuh Kiara ke dalam mobil nya, hingga membuat gadis itu langsung memekik marah.
“Dasar manusia kasar!” umpat Kiara kesal, namun Kai sama sekali tidak memperdulikan umpatan demi umpatan yang Kiara lontarkan.
__ADS_1
Ada rasa sedikit lega di hati Kai, karena ia sudah kembali mendengar Kia mengumpat nya, itu menandakan bahwa gadis itu sudah sedikit lebih baik di banding tadi. Kai pun segera menancap gas nya dan memutar arah menuju Apartment.
Setelah sampai di Apartment, Kai menyuruh Kia untuk masuk, “Masuklah.”
“Gak mau!” jawab Kiara dengan cepat, matanya masih menelisik ke arah dalam ruangan itu, “Kai, kamu gak akan emtt itu anu, ituin aku kan?” tanya Kia sedikit takut, walaupun ia terlihat bar bar dan tomboi, namun ia sangat lah penakut, terlebih bila hanya berduaan dengan seorang laki laki, kecuali Liam. Karena ia sangat percaya bahwa Liam tidak akan pernah melakukan hal buruk padanya.
“Cih, aku tidak nafsu melihat mu, jadi kau tenang saja. Dan juga, aku tidak akan lama disini.” Ujar Kai lagi lagi membuat Kia terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.
“Yaaakkk! Apa maksud mu tidak nafsu? Apakah kau impoten? Kau tidak normal, kau tidak—"
“Cukupp!” seru Kai langsung menatap tajam pada Kiara yang saat ini masih berada di luar, sementara dirinya di dalam,keduanya sangat dekat, hanya terhalang sebuah pintu yang terbuka, “Aku normal, dan aku bukan pria impoten, hanya saja tubuh mu sama sekali tidak menggairahkan,” bisik Kai.
__ADS_1
Aaaaaaarrrkkkkhhhhh!