
“Ingatlah Kia, kamu harus janji padaku dan Zaskia bahwa kamu akan bahagia,” ujar Liam tulus, Niat hati Kiara yang ingin makan, nyatanya dirinya di cegat oleh Zaskia dan Liam. Jadilah kini mereka duduk bertiga untuk mengobrol, tak lupa Liam juga menyuruh pelayan agar membawakan mereka makan. Meskipun Kiara belum sempat mengatakan bahwa dirinya hendak makan, namun Liam yang begitu peka terhadap nya, langsung memesankan makan untuk mereka.
‘Ckck, padahal aku ingin ke sana sendiri, biar bisa memilih sepuas ku,’ gumam Kiara menyesal sambil menatap stand makanan yang berada tak jauh dari mereka.
“Kiara Ayuwidya!” tekan Liam lalu ia menyentil kening Kiara dengan gemas.
“Auuwhh! Ikkss sakit tahu gak!” cetus Kiara yang langsung mengusap kening nya, “Iya iya aku denger.” Imbuh nya cemberut.
“Kalau denger kenapa kaya gak ikhlas begitu? Jangan cemberut!” ucap Liam menatap serius pada Kiara.
__ADS_1
“Liam, aku berjanji, bahwa aku akan BAHAGIA. Meskipun jauh dari kalian berdua! Puas?” kata Kiara dengan menatap mata Liam, dan Liam baru mempercayai nya, ia tersenyum lalu kembali menatap ke arah samping, dimana Zaskia berada.
“Kiara, percaya sama kakak. Semua yang akan kamu hadapi nanti, itu adalah awal dari kebahagiaan kamu, jangan pernah merasa sendiri, dan jangan selalu menyendiri. Kakak gak mau adik kakak yang cantik ini menangis lagi, apapun itu alasan nya,” ujar Zaskia tersenyum hangat menggenggam tangan Kiara.
“Jangan menangis lagi, lah sekarang aja kakak buat Kia mau nangis kok. Gimana ceritanya?’ decak Kiara berusaha menahan haru, meskipun ia terlihat tomboi, namun bila di depan Zaskia dan Liam, ia bukanlah gadis tomboi, melainkan gadis yang begitu rapuh dan butuh kasih sayang, “Kakak, tidak bisakah kalian membatalkan rencana kalian?”
“Terus bagaimana kalau aku tidak bahagia dengan manusia kasar itu? Bolehkah aku menyusul kalian ke sana?” tanya Kiara memohon.
“Jangan Kia,apapun yang terjadi, kamu harus tetap disini. Jangan pernah pergi, karena tempat mu disini, di keluarga Nolan. Percaya sama kaka, bahwa Kai akan mencintai kamu dan membahagiakan kamu.” Sambung Zaskia.
__ADS_1
“Cih, manusia seperti itu, mana bisa buat ku bahagia, yang ada buat darah tinggi ku naik! Lama lama aku stroke dini kalau bertengkar terus sama dia!” cetus Kiara, lalu ia memakan makanan nya dan sesekali menggigit sendok nya, sambil membayangkan bagaimana kehidupan nya nanti bersama Kai.
“Bagaimana kalau nyatanya aku bisa membuat mu bahagia?” tanya seorang laki laki yang ternyata sudah berada di belakang Kiara, hingga membuat Kiara langsung tersedak saat menyadari bahwa itu adalah suara Kai.
“Belum apa apa sudah kuwalat kan, sama SUAMI!” cetus Kai sambil menyerahkan minuman yang ia bawa untuk Kiara.
Sementara itu, Liam dan Zaskia hanya tersenyum dan saling menatap melihat kelakuan Kia dan Kai yang selalu bertengkar dimana pun tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun, dari pertengkaran pertengkaran kecil seperti itu, Zaskia dan Liam yakin, bahwa hati mereka sudah saling terpaut. Hanya saja, mereka masih diam dan belum menyadari akan hal itu.
‘Cepat atau lambat, kalian akan segera menyadari nya. Dan aku berharap, saat kalian sadar nanti, kalian akan semakin menjaga dan mempertahankan satu sama lain.’ Gumam Zaskia dalam hatinya, lalu ia memberikan kode pada Liam dan mengajak nya pergi meninggalkan pasangan yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri tersebut.
__ADS_1