
Nisa hanya mampu terdiam, saat Bastian mengajaknya bekerja sama. Mereka sama sama di jodohkan dengan orang yang tidak di cintai. Bahkan mengenal pun tidak. Ia juga berfikir, mungkin dengan ini dia akan terbebas dari perjodohan itu, namun entah mengapa ia merasa seperti ada sesuatu yang aneh dalam hatinya.
“Pikirkan lagi, dengan begitu kamu bisa bebas lagi dapat fasilitas dari orang tua kamu. Dan kamu tidak perlu kucing kucingan seperti ini. Mana pakai bohong kalau orang tua kamu di kejar rentenir segala.” Kata Bastian Bastian berdecak kesal.
“Apaan sih! Gak lucu!” sungut Nisa tak kalah kesal.
“Yang bilang lucu siapa?” tanya Bastian mengerutkan dahi, “Aku hanya bicara fakta. Nyatanya saat itu kamu sendiri yang bilang, kamu mau di jual!”
“Lah kan emang aku mau di jual! Papa aku mau ngasih aku ke orang yang gak di kenal. Gimana kalau ternyata dia mau jodohin aku sama om om, atau perjaka tua euuhh, mana perjaka tua yang gak laku laku, pasti rambut nya klimis kaya jamet, gigi nya di pagar besi badan nya letoy dan juga bau kemenyan.” Kata Nisa bergidik ngeri sendiri.
Pluk
__ADS_1
Sebuah bantal berhasil melayang menimpa kepala Nisa. Bastian benar benar tidak menyangka bisa menemukan seorang gadis aneh dan bar bar seperti Nisa atau Denis,
“Sakittt woy!” seru nya menatap kesal pada Bastian.
“Jadi intinya bagaimana? Deal?” Bastian mengulurkan tangan nya untuk tanda persetujuan dari Nisa, namun Nisa tak kunjung membalas jabatan tangan itu, “Buruan!”
“Tapi aku mau, aku duluan! Aku mau kamu nemuin orang tua ku dulu. Biar aku bisa cepet pulang, aku kangen sama pororo ku!” keluh Nisa sedikit memanyunkan bibirnya dan menatap Bastian dengan tatapan memelas.
Entah mengapa, saat melihat wajah Nisa seperti ini, membuat jantung Bastian seperti berdetak jauh lebih kencang. Ia seperti mengenali perasaan itu, namun dirinya enggan untuk mengakuinya. Segera mungkin, ia berusaha langsung mengalihkan perhatian nya supaya jantung nya kembali bekerja dengan normal kembali.
“Hari ini juga, kamu anterin aku pulang! Karena kemarin kamu udah bicara sama mama aku. Kamu harus bilang kalau sebenernya kamu pacar aku, dan kita akan menikah, maka dari itu kamu menyuruh ku kabur agar tidak di jodohkan. Dan setelah itu, kita beri jeda untuk sesaat, kita bisa mengatakan pada orang tua kita kalau kita sudah tidak cocok dan terpaksa putus. Cerita selesai!” jelas Nisa panjang lebar dengan senyum mengembang lebar.
__ADS_1
Ia merasa drama nya akan segera berakhir dengan mudah.
“What! aku menyuruh mu kabur? Bohong nya jangan keterlaluan!” sungut Bastian kembali menimpuk wajah Nisa dengan bantal.
“Anjirr ini muka perawatan mahal woy!” serunya lagi dan langsung membalas pukulan Bastian Berkali kali lipat.
“Makanya, kalau buat drama jangan berlebihan!” kata Bastian masih dengan kekesalan nya.
“Ya terus gimana lagi?”
“Kita bisa bilang, aku nemu kamu di pinggir jalan, aku pungut bawa pulang terus kita saling mencintai. Itu sudah cukup, dan karena perkenalan kita sangat singkat makanya kita gak cocok dan akhirnya putus. Itu lebih masuk akal,” kata Bastian dengan santai, namun membuat Nisa tidak terima.
__ADS_1
“Lo pikir gue kucing! Yang bisa lo pungut sembarangan di pinggir jalan!” teriak nya begitu kesal dan marah, dan tanpa mendengar jawaban lagi dari Bastian, Nisa segera menghujani tubuh Bastian dengan bantal dan juga guling, hingga membuat sang lelaki itu tertawa terbahak – bahak di bawah siksaan Nisa.