Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Salah paham


__ADS_3

“Tuan, anda mau kembali ke rumah utama atau Apartment?” tanya Fadil saat keduanya sudah berada di mobil hendak kembali. Di luar perkiraan, Kai berhasil menyelesaikan semua pekerjaan nya dengan cepat. Awal nya, ia mengira bahwa pekerjaan nya akan selesai larut atau bahkan besok pagi, namun ternyata ia bisa menyelesaikan nya lebih cepat dari perkiraan nya.


Jam masih menunjukkan jam delapan malam, namun dirinya sudah hampir sampai di rumah nya, “Ke Apartment dulu, aku mau melihat gadis itu dulu. Ah, maksud ku melihat kondisi Apartment ku, aku takut dia mengacau di sana.” Kata Kai sedikit meralat ucapan nya, namun Fadil sudah terlebih dulu mendengar dan mengerti.


Tidak ingin membuat bos nya malu, ia pun mengiyakan apa yang di katakan oleh Kai. Walau bibir nya sejak tadi sudah geram menahan tawa nya. Setelah beberapa saat, mobil yang di tumpangi oleh Kai dan Fadil sudah sampai, Kai langsung menyuruh Fadil agar segera pulang, dan ia kaan pulang sendiri nanti, karena mobil nya juga masih ada di Apartment.


Kai melangkahkan kakinya dengan cepat dan sedikit tergesa. Entah apa yang ingin ia kejar, namun ada perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan, dan rasa itu hanya ingin segera melihat wajah Kiara.


Kai langsung memasukkan kode akses nya, lalu ia membuka pintu dengan tak sabar, namun tiba tiba ekspresi wajah nya langsung berubah menjadi datar seketika melihat pemandangan di depan matanya. Dimana posisi Kiara dan laki laki yang membelakanginya tengah berhadapan, dan posisi wajah mereka sangat dekat, hingga ia bisa menyimpulkan bahwa Kiara tengah berciuman di Apartemen nya.

__ADS_1


“Apa yang kalian lakukan!” seru Kai begitu marah, karena ia mengira bahwa Kiara tengah berbuat mesuum di Apartment nya.


“Bang, Kai,”kata keduanya bersamaan, lalu kemudian terlihat mereka langsung saling menatap seolah menyadari sesuatu.


“Coba sebut lagi,” kata Kiara menatap Bastian.


“Sebut apa?” tanya Bastian mengerutkan dahinya bingung.


“Bastian, kenapa kau disini?” tanya Kai masih dengan raut wajah kesal bercampur marah nya. Tangan nya masih mengepal dengan erat, rahang nya mengeras dan tatapan nya begitu tajam menatap Kiara dan Bastian.

__ADS_1


“Bangkai ppfftt,” gumam Bastian menahan tawa nya, “Sumpah Bang, maaf hahahaha!”


“Bastian!” sentak Kai semakin marah karena menganggap Bastian sudah tidak menghormati nya, terlebih ia berani mentertawakan nya di depan Kiara.


“Apa sih Kai, kita gak ngapa- ngapain. Nih, kamu lihat jidat nya Bastian, habis kejedot pintu ampe bonyok. Aku Cuma mau ngolesin minyak gosok doang, emang kamu kira kami ngapain hah!” jelas Kiara dengan nada menyentak, seketika membuat Kai langsung memicingkan matanya dan menatap lekat wajah adik nya, dan memang benar, dahinya lebam kebiruan.


“Kejedot tembok! Iya deh iya kejedot tembok. TEMBOK!” cibir Bastian penuh penekanan, membuat Kiara langsung menyengir tanpa dosa.


“Bang, kok gak bilang kalau Kia ada disini? Kenapa abang ngumpetin dia? Tahu gak semua orang heboh nyariin dia. Bahkan mama ikutan heboh, aku tuh pusing karena bingung cari dia.” Keluh Bastian curhat tentang bagaimana keadaan nya sejak kemarin yang terus di teror oleh Zaskia dan Liam.

__ADS_1


“Semua orang?” gumam Kiara tertawa getir, “Tapi mama gak akan pernah nyari aku,” imbuh nya dengan lirih, wajah nya menunduk, ia menghela napas nya kasar, lalu ia berbalik dan pamit pergi ke kamar.


__ADS_2