
Ehheemmm
Suara deheman yang cukup keras, membuat kedua insan yang maish saling menatap itu langsung tersadar. Bukan tersadar akan posisi nya, namun mereka tersadar bahwa sedang bersama kedua orang tua masing masing.
‘Kamu itu laki laki, harusnya bisa jaga omongan! Aku tidak menuntut mu tuh sudah bagus, jangan macem macem yah!’ bisik Nisa mengancam namun tidak membuat Bastian takut, laki laki itu malah tersenyum mendengar ancaman Nisa.
“Denissss!” geram papa Doni, “Mau sampai kapan kalian seperti itu? Kalian belum SAH!”
Mendengar kata SAH, membuat Nisa seketika terdiam dan menatap posisinya dan Bastian saat ini.
Glek!
Menelan saliva nya dnegan susah, memasang wajah canggung dan segan. Akhirnya Nisa perlahan turun dan kembali duduk di samping Bastian. Malu bercampur kesal menjadi satu. Bagaimana bisa dirinya bersikap seperti itu, apa kata orang tuanya coba. Ingin rasanya Nisa mengutuk dirinya menjadi ratu Elsa agar bisa mengubah semua orang menjadi es batu. Agar dirinya bisa kabur tanpa harus menahan malu.
“Terlepas dari cinta atau tidak. Pokoknya, papa mau kamu menikah dengan Bastian! Papa tidak menerima penolakan!” kata papa Doni lagi yang membuat Nisa langsung menatap tak percaya pada papanya.
“Pah, tapi dia udah nyelakain Denis Pah. Papa tega gitu biarin anak perempuan nya satu satu nya hidup sama dia! Come on papa, Bastian itu—“
“Setidaknya aku bukan rentenir yang akan membeli mu dari papa kamu!” kata bastian dengan wajah datar nya menatap Nisa.
__ADS_1
“Astaga!!!” seru Nisa begitu frustasi.
“Apa maksud kamu Bas?” tanya papa Krish akhirnya ikut bersuara.
“Calon menantu papa yang bilang, kalau papa rentenir,” jawab Bastian dengan mengulum senyum nya menahan tawa.
“Deniiss!” papa Doni sudah tidak bisa berkata kata lagi, ia langsung memijit pelipisnya agar mengurangi rasa pusing nya.
Entah apa yang ia rasakan saat ini, mengapa bisa dirinya memiliki anak ajaib seperti Denisa. Begitulah pikir papa Doni dan mama Melda saat melihat tingkah Denis yang tak ada habisnya.
Apakah menurut nya, mereka begitu miskin hingga menjual anak satu satunya pada rentenir, untuk penebus hutang seperti yang ada pada tokoh tokoh novel.
“Sudahlah, papa capek!” kata papa Doni memotong penjelasan Nia, “Jadi bagaimana pak Krish, apakah rencana kita akan terus berlanjut? Mengingat, putri saya begitu—“
“Hahaha tidak apa Pak Doni. Menantu saya di rumah juga sangat ramai, dan juga Bastian sendiri begitu, saya rasa mereka memang cocok, saya bisa melihat masa dean bahagia yang akan menyambut putra putri kita." Jawab papa Krish dengan senyum bahagia.
“Baiklah, tidak perlu satu minggu, tiga hari dari sekarang, kita akan adakan pernikahan mereka.” Ucap papa Doni yang langsung di setujui oleh istri dan calon besan nya
“Enggakkk!” seru Bastian dan Nisa bersamaan.
__ADS_1
Bagiamana bisa mereka akan menikah secepat itu. Tiga hari woy! Sementara pekerjaan Bastian sangat banyak, “Pa, besok Bastian harus ke luar kota seminggu, bagaimana bisa tiga hari lagi!” keluh Bastian kurang setuju.
“Kamu bisa suruh dokter Naufal untuk menggantikan kamu! Jangan banyak alasan, papa gak mau tahu, besok kamu ajak Denis untuk fitting baju, cari cincin pernikahan kalian! Papa dan mama sudah tidak menerima penolakan. Dan juga, di antara kalian sekarang sudah saling mengenal, jadi papa rasa sudah tidak akan sulit!” kata papa Krish dengan tegas dan datar.
Sudah bisa di pastikan, bila papa nya sudah mengeluarkan ekspresi seperti itu, tandanya semua tidak bisa di bantah lagi. Mau tak mau, dirinya harus menurut dan mengiyakan untuk menikah dengan Denisa.
.
.
.
.
.
Hola semuanya, nih mommy datang lagi mau ngasih rekomen novel yang tak kalah seru dari K2. So, sambil menunggu, boleh yuk mampir 🥰🥰
__ADS_1