
"Putri cantik nya papa sudah wangi, hemmm." Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, Kai selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan dua bayinya. Namun, dirinya selalu saja kalah debat dengan anak sulung nya sendiri.
"Papa gendong Kiano saja. Kaila biar sama Ken," kata Ken yang juga sudah rapi dengan seragam sekolah nya.
"Astaga Ken, kamu jangan coba coba gendong adik kamu yah. Bahaya!" kata Kai mengingatkan, namun Ken nampak acuh dan tetap nekat hendak mengangkat adik perempuan nya.
"Ken!" seru Kai seketika langsung menahan tangan Ken dan menggelengkan kepalanya panik, "Nanti, nanti kalau adik nya sudah agak gede, Ken boleh gendong. Tapi jangan sekarang, oke!"
"Tapi Ken mau gendong Kaila Pa!" rengek Ken menatap papa nya penuh permohonan.
"Enggak Sayang. jangan yah, cium saja boleh, pegang juga boleh. Tapi kalau gendong, Jangan ... "
"Papa pelit!" seru Ken menepis tangan papa nya.
"Bukan begitu Sayang," Kai berusaha untuk membujuk anak sulung nya yang begitu aktif namun sensitif.
"Papa emang pelit!" sungut nya semakin memberengut kesal.
"Ada apa ini hem?" tanya mama Kiara yang baru saja selesai mandi.
"Mama, masa papa gak bolehin Ken deket sama Kaila. Ken kan Sayang sama Kaila Mah," kata Ken yang langsung mengadu pada mama nya.
__ADS_1
"Ken, papa gak suka kamu menambah nambahin bumbu seperti ini!" ucap Kai menatap tajam pada putra sulung nya, "Papa sudah bilang, mau cium, pegang boleh, tapi tidak untuk menggendong. Adik kamu masih kecil, kalau nanti jatuh atau kesleo gimana?"
"Enggak Mah, papa bohong. Orang Ken cuma mau main sama Kaila kok!"
"Astagfirullah," Kai menghela napas nya berat, mengusap wajah dengan kasar, ia begitu frustasi menghadapi ke badungan anak sulung nya.
"Sayang, Ken mau berangkat sama siapa hem?" tanya mama Kiara mengalihkan pembicaraan.
"Tadinya mau sama Papa. Tapi sepertinya, Papa lagi marah sama Ken, jadi Ken mau sama om Abas aja." kata Ken menjulurkan lidah nya kepada sang papa.
"Memang nya om Abas disini?" tanya mama Kiara mengerutkan dahi.
"Iya, tadi Ken udah denger suara tante cantik kok. Jadi Ken mau sama om Abas aja, gak mau sama Papa!" serunya menatap papa nya seperti musuh.
"Entah!" jawab Ken santai sambil mengangkat kedua bahu nya.
'Sabar, sabar, sabar. Untung anak sendiri,' gumam Kai dalam hatinya, lalu ia menatap dua bayi di depan nya, 'Kelak, kalian jangan badung seperti kakak kalian yah.' gumam nya lagi penuh permohonan.
"Ya sudah, kamu turun dulu gih. Sarapan sama om Abas dan tante Nisa. Sebentar lagi, mama turun yah." kata mama Kiara yang langsung di balas anggukan kepala oleh Ken.
Ken pun sempat melirik ke arah papa nya, menatap kesal lalu ia berlari keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
__ADS_1
"Aku heran, kenapa sikap Ken seperti itu! Astaga!" decak Kai menggelengkan kepalanya, ia masih tak habis pikir dengan sikap Ken padanya.
"Karena kamu selalu sibuk sama pekerjaan kamu! Kamu lupa, sejak aku hamil Ken, selalu Bastian yang nemenin aku. Bastian yang nurutin semua kemauan aku. Bahkan saat Ken lahir pun, kamu sering tinggal ke luar kota. Jadi, jangan salahkan sama Ken atau Bastian, tapi kamu intropeksi diri!" cetus Kiara menunjuk dada bidang suaminya, lalu ia segera beranjak menuju meja rias dan mengeringkan rambut nya.
"Sayang, tapi aku bekerja untuk kalian." kata Kai memeluk pinggang istrinya.
"Aku tahu, tapi untuk Ken? dia masih kecil, yang dia butuhkan kasih sayang dan perhatian orang tua nya. Sedangkan kamu selalu sibuk dengan pekerjaan, dia mana mau tahu akan hal itu!"
"Oke oke oke, maafin aku. Aku janji. mulai sekarang aku akan mengurangi jam kerja ku demi keluarga kita."
"Gitu kek dari tadi. pakai ngajak debat segala." cetus Kiara kesal.
"Aku kangen lihat kamu marah marah begini," gumam Kai dan semakin mengeratkan pelukan nya.
"Aku masih kurang percaya, masih merasa seperti mimpi. Sekarang aku sudah menikahi gadis tomboy bar bar kaya kamu," kata Kai terkekeh namun semakin mengeratkan pelukan nya,"Bahkan. gadis tomboy itu kini sudah memberikan ku tiga orang putra dan Putri yang begitu menggemaskan. Terimakasih Sayang, I love you." bisik Kai dengan tulus membuat Kiara tak mampu menjawab apapun lagi kecuali dengan senyuman manis yang menghiasi wajah nya.
"I love you too," balas Kiara.
.
.
__ADS_1
Tamat!