
Hari pernikahan Zaskia dan Liam telah tiba, sejak pagi, Kiara sudah bersiap dan ingin segera ke tempat acara. Namun, saat dirinya sedang make up, tiba tiba saja Kai pamit pergi sebentar dan berjanji sebelum dirinya selesai, dia akan segera kembali.
“Tapi kamu mau kemana?” tanya Kia penasaran, pasal nya, akhir akhir ini Kai sering pergi tiba tiba, dan juga ia sering pulang larut malam. Bahkan, malam panas hanya terjadi satu kali saat pertama, hari hari berikutnya, hingga kini, Kai seolah sibuk dengan pekerjaan nya dan mengabaikan Kiara.
“Hanya sebentar kok. Aku janji, sebelum berangkat, aku udah kembali, cup!” Kai Mencium kening Kia dengan singkat, lalu ia segera bergegas pergi yang entah kemana Kiara tidak tahu.
Kiara masih diam dan menunggu. Hingga saat dirinya sudah selesai, ia segera turun menemui mertua dan adik ipar nya, dan ternyata di antara mereka tidak ada yang tahu bahwa Kai sudah pergi.
“Memang nya kemana dia?” tanya mama Irish, namun Kiara hanya mampu menggelengkan kepala nya pelan. Waktu sudah mepet, sementara Kai belum juga kembali, walau janji nya hana sebentar, nyatanya sudah satu jam lebih dan dia belum juga kembali.
Kiara hanya mampu menghela napas nya dengan berat, lalu ia segera mengajak mertua dan adik ipar nya untuk berangkat ke tempat acara terlebih dulu. Karena sebentar lagi, acara Zaskia dan Liam akan segera di mulai, dan Kiara tidak mungkin tidak ada di acara penting kakak dan sahabat nya.
Sekitar hampir satu jam perjalanan, kini Kiara sudah sampai di sebuah hotel tempat acara Zaskia dan Liam. Dengan di gandeng oleh Bastian, mereka berempat mulai memasuki gedung.
Kiara izin kepada mertuanya karena ingin menemui Zaskia di ruang make up, begitupun dengan Bastian yang memilih mengikuti Kiara, karena Liam dan Zaskia juga teman nya dulu, walau tidak sedekat seperti dengan Kiara.
__ADS_1
“Jangan sedih dong. Sudahlah, mungkin dia lagi ada kerjaan dadakan sama bang Fadil.” Ujar Bastian saat berada di lift menuju ruangan Zaskia.
“Iya Bas, tapi setidaknya dia bilang gitu loh, mau kemana dan tepati janji nya. Kamu tahu kan, bagaimana benci nya aku di giniin!” sungut Kiara menghela napas nya kasar.
“I know. Tapi—"
“Sudahlah Bas, jangan bela kakak kamu terus. Aku capek, kalau kamu masih mau bahas dia, mending jangan di dekat ku!” Begitu pintu terbuka, Kiara segera melenggang meninggalkan Bastian lebih dulu, membuat dokter muda itu tampak menghela napas nya dengan kasar, ia menjadi merasa bersalah dengan sahabat sekaligus kakak ipar nya itu.
Sebelum masuk ke kamar Zaskia, Kiara mencoba menarik napas nya panjang. Ia berusaha menghilangkan rasa sakit di hatinya karena Kai, ia tidak ingin kakak nya tau bahwa dirinya tengah marah dnegan Kai. Kia tidak ingin membuat Zaskia khawatir lagi padanya.
“Kakakk!” seru Kiara dengan senyum mengembang di wajah nya, dan langsung merentangkan tangan hendak memeluk Zaskia.
“Idih, baru datang. Kakak nungguin dari tadi tahu!” Zaskia sedikit memanyunkan bibir nya saat menyambut pelukan Kiara, namun hatinya lega, karena Kiara akhirnya datang. Ia sempat takut, bila Kiara tidak bisa datang.
“Maaf Kak, tadi ada problem sedikit hehehe,” ujar Kiara menyengir kuda.
__ADS_1
“Dimana suami kamu?” tanya Zaskia melihat belakang Kiara yang tidak ada siapapun.
“Kenapa mencari suami Kiara? Tidak mencari adik ipar nya saja kah?” celetuk Bastian menggoda saat memasuki kamar itu, membuat Zaskia dan Kiara langsung mendengus, namun mereka juga tertawa.
.
.
.
.
Ada yang tahu dimana bangkai? Kalau tahu, suruh pulang yah. Kasihan Kiara kondangan sendiri, gak enak loh, yakin!
__ADS_1