
“Mama!” Tubuh mama Rani langsung tersentak seketika saat merasakan pelukan mendadak dari Kiara. Ia hanya terdiam, mempertahankan dirinya agar tidak goyah dan tumbang.
“Kiara tidak memaksa mama untuk menyayangi Kiara. Kiara juga tidak akan memaksa mama memaafkan kesalahan mama Adel, tapi Kiara mau berterima kasih karena mama Sudah merawat Kiara selama ini. Kiara mencoba mengerti perasaan mama, mama hebat dan mama kuat. Selama ini mau menerima kehadiran Kiara. Maafin Kiara dan mama Adel ya Ma, hiks hiks.” Kiara semakin mengeratkan pelukan nya, mengendus aroma parfum yang berada di tubuh mama Rani.
“Mungkin, bila Kiara yang berada di posisi mama, Kiara tidak akan bisa sekuat mama, hiks hiks. Bisa saja, dulu Mama menaruh ku di panti asuhan atau membuang Kiara di jalan agar mama bisa lega, tapi mama masih mempertahankan Kiara, terimakasih Ma, terimakasih hiks hiks.”
“Ma, Kiara hamil. Kiara akan segera menjadi seorang ibu, dan Kiara berharap, Kiara bisa menjadi ibu hebat seperti mama, yang bisa merawat dan menyayangi anaknya dengan kuat walau tanpa suami.”
Mama Rani masih ber ekspresi datar, namun air matanya sudah ikut luruh sejak tadi. Pertahanannya runtuh, ia tidak bisa menahan air matanya lagi, namun ia masih berusaha diam dan tak membalas pelukan Kiara, ia masih berdiri tegap dan berusaha tidak memperdulikan ucapan Kiara. Sementara tiga orang di sana yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam, mencoba memberikan waktu untuk Kiara dan mama Rani.
“Gapapa mama gak bisa sayang sama Kiara, gapapa mama masih benci sama Kiara, gapapa juga mama gak mau lihat ke Kiara. cukup Kiara saja yang menyayangi mama, cukup Kiara saja yang melihat mama, itu sudah cukup Mah. Kiara mohon, jangan pergi lagi, gapapa mama benci sama Kiara marah marah sama Kiara gapapa, asal Kiara Masih bisa melihat mama dan mendengar suara mama. Kiara kangen sama mama hiks hiks,” isak tangis Kiara semakin terdengar memilukan di telinga mama Rani hingga pada akhirnya dirinya ikut terisak.
__ADS_1
“Aaaahhhh!” jerit Kiara tiba tiba, ia langsung mencengkram erat baju yang di kenakan mama Rani, sedang tangan satu lagi mencengkram perut nya yang terasa begitu sakit.
Mama Rani begitu terkejut, ia segera berbalik dan semakin di buat terkejut saat melihat tubuh Kiara terjatuh dengan wajah yang di penuhi oleh peluh. Begitu pun dengan Kai yang juga langsung menghampiri istrinya dengan khawatir dan panik.
“Sayang!”
“Kiara!”
“Kai, darah!” pekik Zaskia histeris saat melihat darah mengalir di sela kaki Kiara. Membuat semuanya semakin panik, lalu dengan cepat Liam menyiapkan mobil dan membawa Kiara ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Kiara terus menggenggam tangan mama Rani dan juga Kai. Jangan tanyakan bagaimana ketakutan mama Rani, hatinya semakin di liputi oleh rasa bersalah yang kuat.
Andai dirinya tidak mementingkan ego, tentu Kiara tidak akan berlari dan mengejarnya, dan membuatnya menangis. Padahal sebelum Kiara datang tadi, Kai sudah mewanti wanti agar tidak mengatakan hal yang membuat Kiara kembali menangis. Mental nya sudah down beberapa hari terakhir, kesehatan Kiara lemah begitu juga dengan kandungan nya karena Kiara stres.
__ADS_1
“Mama khawatir sama Kia?’ tanya Kiara begitu lirih di sela rasa sakitnya, ia mengamati wajah mama Rani yang terlihat begitu panik dan khawatir akan dirinya.
.
.
.
Holaa semuanya, ada yang nungguin kisah mantan kekasih Michele gak? Boleh yuk keppo'in, klik profil mommy dan ikuti kisah nya yuk...
__ADS_1