
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Suara nyanyian dari beberapa kerabat dekat dan teman teman nya membuat suasana di taman belakang di kediaman Nolan itu terdengar sangat meriah. Hari ini, tepat di hari ulang tahun ke enam untuk cucu pertama di keluarga Nolan. Kenzo Aprilio Nolan, ia mengundang seluruh teman teman sekolah nya untuk menghadiri ulang tahun nya.
Tidak hanya itu, bahkan ia juga mengundang seluruh guru serta semua pekerja di sekolah nya. Beberapa bulan yang lalu, ia sudah mulai masuk TK, dan teman teman nya tidak terlalu banyak, maka dari itu ia turut mengundang seluruh guru dan pekerja, terutama penjaga kantin sampai security-nya bahkan cleaning servis tak ketinggalan. Jadilah kini, di halaman belakang rumah itu menjadi sangat ramai dan meriah.
__ADS_1
Walaupun Kenzo sangat mewarisi sifat dan sikap sang papa, namun hatinya sangat baik dan tangan nya selalu teulur untuk berbagi. Ia sangat perduli terhadap sekitar, kepekaan nya sangat tinggi, sangat berbeda dengan Kai yang benar benar cuek dan kaku.
“Selamat ulang tahun Sayang, mama berharap Ken menjadi anak yang lebih baik lagi, pintar dan suka menolong. Jangan menjadi sombong dengan apa yang kamu miliki, tetap rendah hati dan tidak boleh—"
“Iya mama, tidak boleh melawan sama yang lebih tua. Termasuk om Abas,” jawab Ken memotong ucapan sang mama. Membuat Kiara langsung tersenyum, lalu ia mengecup kening Ken dengan sangat gemas.
Sejak kecil, Ken begitu dekat dengan Bastian. Mereka bagaikan lem dan kertas yang Sangat sulit terpisahkan, namun juga bila terlalu dekat mereka akan sering bertengkar. Mulut Ken yang begitu pedas serta Bastian yang mudah darah tinggi, sehingga membuat keduanya terus beradu argumen karena perbedaan pendapat. Namun walaupun begitu, mereka saling menyayangi dan peduli. Pernah ada ketika keduanya bertengkar karena mainan Ken tak sengaja di injak oleh Bastian dan Ken sangat marah, karena mainan itu ia dapatkan saat liburan di Swiss. Ken terus marah marah dan menyindir Bastian habis habisan, dengan mengatakan bahwa tubuh Bastian begitu besar seperti raksasa dan segala macam, tanpa Ken sadari bahwa mainan itu ia dapatkan dari Bastian juga.
“Oke Boy, kau mau apa hadiah dari papa hem?’ tanya Kai yang langsung mengangkat tubuh Ken ke dalam gendongan nya.
__ADS_1
“Hem, apa yah?” Ken seolah sedang berfikir, ia kembali mengingat apa saja yang ia inginkan beberapa waktu yang lalu, “Ken ingin adik!” katanya dengan sangat antusias.
“Bastiannn!” Kiara langsung menatap Bastian dengan tatapan tajam, hingga membuat laki laki yang tengah minum itu langsung tersedak saat mendengar nama nya di sebut begitu keras.
Uhuukkk hukk uhukkk!
“Ra, kenapa aku sih? Perasaan dari dulu selalu aku!” sungut Bastian dengan sangat kesal.
“Siapa lagi yang mengajari Ken bicara seperti itu kalau bukan kamu!” cetus Kiara semakin menatap Bastian dengan tajam.
__ADS_1
“Mama, Ken mau sendiri. Bukan om Abas, lagipula, untuk apa om Abas meminta adik, katanya dia bisa membuat nya sendiri.” Kata Ken dengan polos nya dan itu sukses membuat Bastian kembali tersedak, matanya langsung membola menatap Ken dengan tajam, begitu pun dengan Kai serta Kia juga langsung menatap Bastian.
‘Asli ini tuyul, dari dulu gak pernah ngebiarin aku hidup tenang!’ gumam Bastian dalam hati menahan kesal.