
Setelah mengantarkan Ken sampai rumah, Bastian hanya pergi ke kamar nya sebentar mengambil sesuatu. Lalu ia segera kembali ke rumah sakit, karena pekerjaan nya sangat banyak. Hingga malam sekitar jam sembilan, dirinya baru bisa pulang, namun saat di tengah perjalanan pulang, ia tak sengaja melihat gadis yang ia temui siang tadi di taman. Bastian memperlambat kecepatan mobil nya sambil memperhatikan bagaimana gadis itu berlari seolah sedang ada yang mengejarnya.
Drrtt ... Drrttt...
Suara getaran ponsel, membuat lamunan Bastian sedikit buyar. Ia mengangkat telfon nya sebentar yang ternyata dari sang mama yang menanyakan kapan dirinya pulang. Menghela napas kasar, Bastian kembali meletakkan ponsel nya ke saku, namun tiba tiba ia seperti menabrak sesuatu, dan kini ia sadar bahwa ia menabrak manusia.
“Auuwhh! Kaki gue patahh!” jerit seorang gadis dari balik mobil Bastian, dengan cepat ia segera turun dari mobil dan hendak membantu gadis itu, namun dirinya malah mendapatkan bentakan.
“Gendong gue! Kaki gue sakit, gue gak bisa jalan! Buruan gendong gue!” sentak nya lagi penuh emosi, bukan dia bukan emosi padanya. Melainkan, gadis itu tengah merasa ketakutan dan panik.
Bastian lagi lagi menghela napas nya kasar, lalu ia segera mengangkat tubuh gadis itu dan membawa nya ke mobil. Satu lagi hal tak terduga yang tak pernah ia sangka. Tiba tiba, gadis tadi berani mencium bibir nya tanpa izin. Marah, kesal dan benci, tentu saja, Bastian tidak mengenal gadis itu sama sekali, hingga setelah beberapa saat, gadis itu baru melepaskan ciuman nya dan bernapas lega.
Ah kini ia tau, bahwa gadis itu mencium nya karena ingin menghindari orang yang mengejarnya. Tapi tunggu, mengapa dia di kejar, dari pakaian gadis itu terlihat seperti *******, baju serba hitam, tebal memakai topi dan kaca mata dan ada bekas masker juga yang masih menyangkut di dagu gadis itu.
‘Ini cewek gila atau depresi?” umpat Bastian dalam hati.
“Huuhh, lega nya. Thanks yah,” ujar gadis itu dan hendak turun dari mobil Bastian.
__ADS_1
“Tunggu!” cegah Bastian, ia menahan tangan gadis itu dan menatapnya tajam.
“Lo pikir lo itu siapa? Datang tiba tiba, gue tolong dan lo cium gue begitu saja, terus sekarang lo mau kabur?” desis Bastian menahan geram.
“L-lo mau a-apa?” tanya gadis itu sedikit panik sat melihat wajah Bastian mode marah.
“Menurut lo?” kata Bastian malah balik bertanya dan kini di sertai oleh seringai tipis di wajah nya.
“Tu—tunggu, lo jangan macem macem yah!” seru gadis itu semakin panik saat Bastian semakin mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu.
“A- Abas, l- lo seorang dokter. Jangan macem macem atau lo akan menyesal. G- gue .... “
"Gu—gue ... "
Klik!
“Gue apa?” tanya Bastian dengan nada sinis, “Gue Cuma mau pasang self beat, kita ke rumah sakit sekarang!Kaki lo harus segera di obati atau lo akan lumpuh seumur hidup!” imbuh nya lalu ia segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Sementara itu, gadis yang tadi sudah ia tolong yang tak lain adalah Nisa, memilih diam. Ia begitu malu dan juga bingung harus berbuat bagaimana. Ia salah, ia sudah berfikir negatif tentang Abas, dokter itu tidak seperti yang ia pikirkan.
“Apa karena lo udah tahu nama gue, makanya lo berani nyium gue?” tanya Bastian lagi dengan sinis, “Dasar ... “ imbuhnya namun kini dengan suara yang sedikit pelan.
“Dasar Apa? Gue bukan murahan apalagi jal*ng yah!” seru Nisa tiba tiba marah dan menatap Bastian dengan penuh kebencian.
“Gue gak ada bilang seperti itu. Lo sendiri yang berpikir seperti itu!” jawab Bastian dengan raut wajah datar dan dingin.
.
.
.
Gak ada yang tau siapa Nisa yah? 🤣
Clue lagi nih, di judul lain. di Noveltoon juga, tapi dia bukan pake nama Nisa.
__ADS_1
Dah 🤣🤣