
"Nana kamu mau kemana?" tanya Ken saat melihat Naura pulang berlawanan arah dari biasanya.
Kini posisi keduanya sedang berada di lampu merah dengan Nana yang di bonceng sang kakak dengan menggunakan motor. Sementara Ken yang berada di dalam mobil bersama supir.
"Nana mau pergi sama kakak wle. mau jalan jalan, Ken gak di ajak!" jawab Nana dengan wajah senang nya.
"Bang Daniel, memang nya mau jalan jalan kemana?" tanya Ken penasaran.
"Enggak kok, gak jalan jalan, cuma pergi sebentar. Dan mungkin besok Nana libur dulu ya sekolah nya." Kata Daniel tersenyum pada Ken.
Belum sempat Ken melayangkan pertanyaan lagi, lampu sudah berganti warna hijau. Mau tak mau, ia segera memasukkan kepala nya lagi ke dalam mobil dan akhirnya dirinya berpisah jalur dengan Naura.
"Bolos mulu! Gimana mau pinter coba!" cetus Ken kesal sendiri, bibir nya manyun dan tangan nya langsung ia lipat di dada.
__ADS_1
Ini bukan kali pertama, Daniel mengajak Naura pergi dan selalu izin libur sekolah. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari dan paling lama satu minggu Naura bisa bolos sekolah. Memang tidak setiap bulan, tapi hal itu bisa membuat Ken merasa kesepian.
Sesampainya di rumah, Ken segera turun dan membanting pintu mobil nya dengan cukup keras. Hingga membuat supir nya sedikit terkejut dan kaget.
"Sayang, kenapa sih hem?" tanya mama Kiara langsung menghampiri Ken saat turun dari mobil.
"Ken sebel sama Nana. Masa besok dia mau bolos, besok kan ada ulangan. Gimana mau pintar coba, pantas saja bodoh terus, nyebelin, ngeselin. Ken kesel sama dia!" oceh Ken menggebu gebu.
"Sayang, Ken gak boleh gitu dong. Mungkin aja Nana sedang ada acara sama bunda nya," tutur mama Kiara berusaha menenangkan putra nya.
"Husshh, gak boleh bicara begitu. Kamu gak tau apa yang Nana lakukan di sana sama abang nua Nak, mungkin saja di sana Nana juga sedang belajar kok. Gak boleh begitu lagi ah," kata mama Kiara namun Ken tidak memperdulikan nya. Mood nya sudah jelek, menjadi semakin jelek.
Ia bangkit dari duduk nya, melempar asal sepatu dan tas nya lalu berlari menuju kamar.
__ADS_1
"Kailaaaaaaaa!" Jerit Ken saat membuka pintu kamar dan mendapati adik perempuan nya tengah asik bermain dengan mainan nya yang sudah ia simpan rapi di dalam kamar.
"Obin obin ila," gumam anak kecil yang baru belajar jalan itu dengan polos.
Ya, usia baby twin K kini sudah satu tahun. Dan mereka sedang aktif aktif nya, oh bukan mereka, tepat nya baby Kaila. Ia sangat aktif, rasa ingin tahu nya jauh lebih besar di banding baby Kiano. Bayi laki laki itu lebih anteng bermain di satu tempat, asal sudah di berikan mainan maka dia akan anteng di sana. Berbeda dengan baby Kaila yang cepat bosan dan terus menggali apapun yang membuatnya penasaran.
"Itu mobil kakak! Mainan kamu di sana, kenapa mainan kakak kamu rusak!" geram Ken menghela nafas nya berat.
"Mamaaa! Mbak Tiyaaaa! Ini Kaila nyaaa!" teriak nya mencari keberadaan pengasuh Kaila.
"Akak akak akak, hihihi!" Kaila malah senang mendengar teriakan Ken, dengan cepat bayi perempuan itu langsung mengesot menuju kakak nya yang masih berada di ambang pintu. Menghampiri dengan tangan yang terus ia rentangkan seolah ingin meminta gendong.
Kini, Ken menyesal karena salah menilai. Ia berfikir memiliki adik perempuan lebih enak karena tidak akan mengacau mainan nya tapi ternyata ia salah. Malah adik laki lakinya lebih anteng dan tidak rusuh.
__ADS_1
'Kaila perusuh!' umpat Ken dalam hati.