Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Assalamualaikum Arsy


__ADS_3

“Kamu bener bener ya!” keluh Nisa Menatap Bastian dengan tajam, “Ya udahlah, ambil tuh HP!”


Nisa menyerahkan ponsel nya dengan kasar di tangan Bastian, setelah itu ia pergi Meninggalkan restauran itu sendiri. Tujuan nya kini adalah mencari tempat aman, dimana tidak ada yang mengenalnya, karena bisa di pastikan tak berapa lama, orang suruhan papa nya pasti akan datang. Jadi ia harus segera meninggalkan mall tersebut.


Apakah dirinya salah? Harusnya dia kan yang marah, mengapa malah Nisa yang marah dan meninggalkan nya? Pikir Bastian semakin bingung. Belum hilang kebingungan nya, tiba tiba dirinya sudah di datangi oleh beberapa orang yang berpakaian serba hitam dan menanyakan nama nya.


“Iya, saya Bastian.” Jawab nya datar.


“Saya adalah orang suruhan pak Doni. Tadi bu Melda menghubungi kami untuk melacak nomor non Denis. Dan kami menemukan titiknya di sekitar sini, benarkan anda yang tadi menerima panggilan dari ibu Melda?” tanya salah seorang perwakilan dari mereka.


“Iya, saya Bastian.” Jawab nya masih dengan wajah datar dan bingung.


“Boleh saya lihat ponsel non Denis?” Bastian langsung menyerahkan ponsel tersebut, dan setelah beberapa saat, orang tersebut sudah berhasil membuka kunci pada layar ponsel.

__ADS_1


Saat orang itu menunjukkan sebuah galery foto, Bastian di buat terkejut bahwa semua foto yang di sana adalah foto Nisa, lalu mengapa harus menjadi Denis? Bastian masih mencerna semua kata katanya, kembali mengingat saat menuduh Nisa adalah pencuri tanpa mau mendengarkan penjelasan dari gadis itu. Dan kini ia tahu bahwa Nisa sengaja kabur dari rumah, karena tidak mau di jodohkan oleh orang tuanya, pantas saja tadi ia begitu ketakutan dan memilih segera pergi karena dia belum siap bertemu para pengawal papa nya.


Bastian hanya mampu menghela nafas nya kasar, saat mengetahui kesalahan nya, ‘Tunggu, dia mau di jodohkan? Bukankah sama dengan ku? Hem, sepertinya akan bagus kalau aku bekerja sama dengan nya.’ Gumam Bastian dengan senyum menyeringai.


“Maaf, ponsel ini saya ambil agar saya bisa memberikan pada bu Melda dan pak Doni. Kami permisi, dan bila anda menemukan non Denis, mohon bantuan nya, karena saat ini bu Melda sedang di rawat di rumah sakit. Terimakasih,” pamit beberapa orang tersebut lalu segera meninggalkan mall.


Sementara itu, Bastian pun juga tidak memiliki waktu banyak, ia harus segera menemukan dimana Nisa. Agar bisa membantunya, dan ia akan membantu nya. Namun tiba tiba ia teringat akan keponakan nya, dia sampai menatap sekeliling, hingga ia di buat terperangah oleh kelakuan tuyul itu.


Bagaimana tidak, dirinya sejak tadi tengah bingung dan sedikit berdebat dengan Nisa dan juga beberapa orang suruhan papa Nisa, kini ia harus di buat kebingungan lagi lantaran keponakan nya hilang. Bukan hilang, tepatnya, anak itu kini tengah duduk di meja lain dimana ada dua orang dewasa dan satu anak perempuan yang mungkin seumuran dengan Ken.


“Iya Om,” jawab Ken sekilas, “Om Rasya dan tante Anna, Ken pamit dulu yah. Sepertinya, om Abas sudah selesai.” Pamit nya dengan mencium tangan dua orang dewasa di depan nya.


“Arsy terimakasih sudah menjadi teman Ken, aku harap kita bertemu lagi. Atau mungkin kita bisa sekolah bareng nanti,” ucap nya tulus dan berbinar.

__ADS_1


“Hihihi, amin ... “ jawab Chila terkekeh saat Ken memanggilnya dengan nama panggilan lain, “Ah ingat juga, namaku Chila, bukan Arsy.”


“Gapapa, aku suka nama Arsy, biar beda dari yang lain. Bye bye.” Ken melambaikan tangan dan hendak pergi.


“Assalamualaikum nya jangan di tinggal Ken.” Celetuk Chila kembali terkekeh.


“Hehe, lupa lagi kan. Assalamualaikum Arshyla. Dan om dan juga tante.” Ucap Ken lagi, dan itu sukses membuat kedua orang dewasa itu nampak tertawa dan menggelengkan kepala nya.


"Waalaikumsalam, Ken." jawab Chika yang masih menatap kepergian Ken dengan di iringi senyum merekah di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


Jangan baper, ingat, ini masih tuyul 🙈🙈🤣🤣🤣


__ADS_2