
Drrtt ... Drrtt ...
Suara getaran ponsel milik Kiara, sukses mengganggu aktivitas Kai yang sedang fokus pada pekerjaan nya. Kai melihat ke arah pintu kamar mandi, belum ada tanda tanda gadis itu menyelesaikan acara mandi nya, karena Kiara baru masuk sekitar sepuluh menitan. Sementara ponsel nya terus berdering.
Kai mendengus kesal, lalu ia mengambil ponsel Kiara dan melihat siapa yang menghubungi nya. Zaskia, Kai pun mengerutkan dahinya sekilas, lalu ia mengalah untuk memanggil Kiara di dalam kamar mandi.
“Kia,” panggil Kai sambil mengetuk pintu kamar mandi nya, “Kia, kamu masih lama?”
Tok .. tok .. tok ..
Kai terus mengetuk pintu dan memanggil nama Kiara, namun tak ada jawaban apapun. Sudah lebih dari tiga kali Kai memanggil manggil nama Kiara, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke tempat tidur. Namun lagi lagi, suara dering ponsel itu membuat nya semakin penasaran. Mengapa Kiara tidak menjawab panggilan nya, karena kamar mandi nya tidak kedap, lalu mengapa Kiara tidak menjawab.
Khawatir, Kai pun memutuskan untuk menggedor pintu itu, “Dorr ... Dorr .. Dorr! Kiara kamu masih lama?”
“Kiara, Zaskia menelfon kamu! Kiara, buka pintu nya!” teriak Kai dari balik pintu, namun Kiara masih juga tidak menjawab.
__ADS_1
Braakkk!
“Aaaaaaaaaaaaa!”
Kiara yang mendengar suara pintu nya di dobrak, seketika langsung mengalihkan pandangan nya, dan betapa terkejut nya ia saat melihat ternyata Kai lah yang mendobrak nya. Ia pun langsung menekuk lutut nya dan membelakangi Kai, memeluk lutut nya sendiri.
“Bang Kai, ngapain kamu dobrak pintu nya!” jerit Kiara masih dengan napas memburu nya.
Sementara Kai hanya terdiam. Berulang kali ia berusaha menelan saliva nya, karena ia sendiri juga terkejut saat melihat Kiara tengah berendam di bath tup dengan keadaan air tanpa sabun. Otomatis air itu bening, dan Kiara tanpa mengenakan sehelai kain pun, rambut nya tergerai bebas, sambil sesekali berdendang. Dan Kai baru tau bahwa Kia memasang earphone di telinga nya, maka dari itu Kiara tai mendengar panggilan nya sejak tadi.
“Lain kali, jangan gunakan earphone saat mandi. Aku sudah memanggil mu sejak tadi, tapi kau tidak menjawab nya.” Kata Kai dnegan wajah datar nya, “Zaskia menelfon mu berulang kali.” Imbuh Kai lalu ia segera berbalik dan pergi.
Bug!
“Lain kali jangan begitu lagi!” seru Kiara sambil melemparkan botol sabun nya dan sukses mengenai punggung Kai.
__ADS_1
“Makanya jangan buat orang khawatir!” jawab Kai kini terlihat kesal. Tentu saja ia kesal, ia hendak pergi, namun Kiara malah seolah memancing nya.
“Ya mana ku tahu kamu khawatir. Lagian aku kan baru mandi, bukan pipis. Wajar kalau lama!” sungut Kiara dengan kesal.
“Itu kamu tahu, kamu mandi, bukan konser. Kenapa kamu mandi malah pakai earphone begitu!” geram Kai menatap tajam pada Kiara.
“Aku bosan, makanya aku coba pakai ini. Eh ngapain juga aku jelasin ke kamu. Udah sana, buruan keluar!” usir Kiara mendengus.
“Aku sudah mau keluar dari tadi, tapi kamu terus memancing ku!”
“Mana ada aku mancing, mana ada aku punya umpan atau cacing. Kamu tuh yang suka nya mancing!”
“Kamu tidak punya cacing, tapi kamu punya rumah nya! Braakkk!” Kai pun langsung membanting pintu kamar mandi itu kembali, dan dia segera pergi tanpa memperdulikan gerutuan Kiara yang terus mengumpat nya.
“Rumah cacing, di kata aku ini sawah apa ya, bisa ada rumah cacing. Dasar bang Kai,” sungut Kiara terus mengomel sendiri, tak ingin kejadian tadi terulang, ia pun segera berpindah ke shower dan menyelesaikan mandi nya.
__ADS_1