
Setelah mengobrol cukup lama, Zaskia dan Liam pun pamit karena hari sudah mulai senja. Mama Irish sudah menawarkan agar menunggu hingga makan malam. Namun, Zaskia menolak, karena ia sudah berjanji dengan mama nya akan makan malam bersama malam ini bersama Liam dan keluarga nya.
Kiara menatap kepergian mobil Liam dari halaman, sejak tadi ia masih enggan masuk sebelum mobil yang di tumpangi Liam dan Zaskia benar benar menghilang dari pandangan nya. Sejujurnya, itu hanyalah sebagai alasan agar dirinya bisa sendiri lebih dulu. Ia membiarkan mama Irish untuk masuk terlebih dulu.
Lagi, hati Kiara merasa sedikit iri, saat mendengar alasan Zaskia yang ingin makan malam dengan mama dan mertuanya. Berulang kali ia menghela napas nya dengan kasar, hingga tiba tiba ia merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangan nya dari belakang.
“Kai ... “ gumam Kiara lirih, tadi Kai juga mendengar semua pembicaraan Zaskia dan Kiara, namun dirinya enggan keluar, ia hanya berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
“Ayo masuk,” Kai mengajak Kiara untuk segera masuk, dan di jawab oleh anggukan kepala saja oleh Kiara. Kai cukup tahu dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini, iri, sudah pasti. Mungkin ia juga akan merasakan hal yang sama bila saja orang tuanya membedakan antara dirinya dan Bastian.
“Kai, Kia, jangan lanjut lagi. Ingat makan malam, kalian belum makan apapun seharian kan. Kiara juga hanya makan cemilan sedikit tadi waktu ada Zaskia. Kamu jangan mengurung istri mu terus- terusan! Dia istri mu, bukan burung mu.” Ujar mama Irish begitu gamblang saat melihat Kia dan Kai hendak menaiki tangga.
Mendengar omelan dari sang mama, seketika Kai dan Kia menghentikan langkah nya, Mereka membalikkan tubuh dan menatap mama nya ang sedang menata makanan di meja makan. Begitulah mama Irish, meskipun dia memiliki banyak pembantu, namun untuk hal makanan keluarga nya, ia tidak mau kecolongan. Ia harus benar benar memastikan makanan makanan itu aman dan cocok barulah ia akan menyajikan nya di meja makan.
“Kamu gak capek apa, gak Kasian sama Kia hem? Pasti udah sejak semalam kan? Sambung pagi sampai siang. Dan sekarang mau kamu garap lagi, jangan keterlaluan kamu Kai!”
__ADS_1
Padahal, Kai hanya ingin menghibur istri nya, namun apa yang tadi ia dengar. Mama na benar benar ajaib, tidak bisa melihat anak muda bahagia, selalu saja membuat nya tengsin.
Sementara Kiara, langsung melupakan kesedihan nya, ia menahan senyum nya, dengan mengulumm bibir. Ia menundukkan kepala nya agar Kai tak melihat nya.
“Hem,” jawab Kai dengan wajah datar nya. Sungguh ia sangat kesal, mama nya adalah orang terpandai untuk menjatuhkan harga dirinya, bahkan di depan istrinya sendiri.
“Kia, segera turun ya Sayang, sebentar lagi papa dan Bastian pulang. Kita makan bersama,” ujar mama Irish begitu lembut.
__ADS_1
“Iya Mah,” jawab Kiara tersenyum lebar, lalu ia menatap Kai dan menjulurkan lidah nya dan lari begitu saja.
“Sebenernya, anak mama itu siapa sih!” gerutu Kai pelan, lalu ia segera menyusul Kiara ke dalam kamar. Walau sedikit kesal, namun Kai cukup lega dan berterimakasih pada mama nya. Berkat omelan mama nya, Kiara sudah kembali tersenyum dan tidak terlalu memikirkan Zaskia dan mama Rani. Entahlah, bila seperti ini, apa yang harus Kai lakukan, berterimakasih pada mama Irish, atau memarahi mama nya karena sudah mempermalukan nya.