
Setelah sampai di rumah sakit, Kia dan Kai segera menuju ruangan Maya. Di sana, ternyata sudah ada beberapa orang yang menunggu di ruang perawatan Maya, termasuk Calvin dan juga istri nya. Kai dan Kia mendekat, dan menanyakan bagaimana keadaan Maya, namun entah mengapa Kiara tiba tiba merasa sedikit risi saat ada tatapan mata yang sejak tadi terus menatap ke arah nya.
“Kai, aku gak suka.” Bisik Kiara di telinga Kai sambil matanya melirik takut pada seorang wanita paruh baya yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan nya dari Kiara.
“Maaf Ibu, bisa tolong jangan seperti itu? Istri saya terganggu,” ucap Kai dengan raut wajah datar nya.
“Sorry,” kata ibu ibu paruh baya itu yang tak lain adalah Rita, sejak kedatangan Kiara ia begitu terkejut, karena wajah Kiara begitu familiar baginya, “Adel lia ... “
Sama seperti tuan Hilton yang memanggil Kiara dengan sebutan Adelia, kini Kia dan Kai bisa menebak bahwa wanita itu adalah dari masa lalu ibu kandung Kiara.
“Sa- saya ... “
“Dia istri saya, Kiara bukan Adelia, maaf!” kata Kai dengan tegas, lalu ia mengajak Calvin agar menjauh dari beberapa orang yang ia kenal.
“Astaga, Hilton, dia benar benar ... “ gumam Rita menutup mulut nya dengan telapak tangan, Kiara benar benar sangat mirip dengan Adelia.
__ADS_1
“Hemm, hampir tidak ada celah sama sekali.”
“Calvin bilang, umur nya di bawah dia, itu berarti lebih tua Maya daripada Kiara. Dan itu menandakan bahwa dia memang bukan anak kamu. Atau mungkin, bayi yang di kandung Adel dulu sudah gugur?” kata Rita kembali mengingat ingat kembali masa dua puluh tahunan yang lalu, “Aku menyesal, kenapa dulu aku meninggalkan Adel saat dia sedang terpuruk. Sejak saat itu, aku sudah menyerahkan Adel pada Zaki. Saat aku kembali ke Indonesia dulu, aku ingin menanyakan kabar Adel pada Zaki, tapi ternyata Zaki sudah berpulang.” Imbuh nya menjelaskan pada tuan Hilton.
“Zaki meninggal?” pekik tuan Hilton terkejut.
“Hem, apa kau tidak tahu?” tanya Rita menatap tuan Hilton.
Mendengar nama papa nya di sebut, membuat Kiara langsung menoleh ke arah tuan Hilton dan tante Rita yang terus menatap ke arah nya. Kiara tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh mereka, namun Kiara mendengar dengan jelas dimana tuan Hilton menyebut nama papa Zaki.
“Jadi bagaimana?” tanya Kai pada Calvin.
Mendengar pertanyaan dari Calvin, membuat Kiara yang sejak tadi menatap tuan Hilton, langsung mengalihkan pandangan nya kepada Calvin. Begitu pun dengan Kai, yang langsung menatap Kiara, karena pasal nya, ia tidak tahu menahu soal itu.
“Hem, dulu dia pernah menemui ku. Dan dia, mengajak ku untuk membuat kesepakatan,” jawab Kiara dengan wajah datar nya.
__ADS_1
Seketika itu juga, Calvin, Kai dan Anne langsung menatap Kiara dengan tatapan yang sulit di artikan, dan tentu saja salah satunya PENASARAN.
“Apa yang kalian sepakati?” tanya Kai dengan nada tak suka. Entah mengapa perasaan nya menjadi tak tenang, ia merasa bahwa akan ada sesuatu yang terjadi. Dan ia seperti memiliki firasat buruk tentang kesepakatan yang Kiara dan Maya buat.
“Jangan bilang tentang aku!” tebak Kai dengan wajah menahan marah nya.
“Memang kamu pikir apa lagi!” cetus Kiara menghela napas nya dengan kasar.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Menurut kalian Kiara sama Maya buat kesepakatan apa 🙈🙈🙈🙈