Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Rencana Liam


__ADS_3

“Kia,” panggil Liam yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan kantor tempat Kia bekerja.


“Liam, kok bisa disini? Kakak mana?” Kia melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Zaskia, namun ia sama sekali tidak menemukan nya, hingga membuat nya kembali menatap Liam yang kini juga menatap nya.


“Ayo masuk, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu,” ujar Liam membuka pintu mobil untuk Kiara.


“Kakak dimana? Kamu udah bilang belum sama Kakak kalau mau kesini? Udah ngasih kabar kan? Aku Gak mau yah kakak nanti khawatir sama kamu, aku—"


“Kia, sudah cukup. Zaskia tahu aku kemari untuk menjemput mu. Dan aku sudah bilang padanya kalau aku ingin pergi sama kamu,” potong Liam sambil memasang self beat nya.


“Emang kita mau kemana?”

__ADS_1


“Kemana aja, kamu mau kemana?”


“Kamu ke sambet apaan sih? Hahaha!” Kiara langsung tertawa mendengar ucapan Liam, kini ia melihat Liam sebagai sahabat nya, bukan Liam yang akhir akhir ini menjaga jarak darinya, karena status nya sebagai calon kakak ipar.


“Mau ke PM gak? Udah lama banget kita gak ke sana, kemarin aku sempat lewat sana, dan aku langsung ingat kamu.” Liam pun segera menjalankan mobilnya menuju lokasi tujuan tanpa menunggu persetujuan Kiara.


PM yang tak lain adalah sebuah pasar untuk bermain. Saat masih SMA, karena uang jajan Kiara yang selalu minim, ia selalu datang ke sana bersama Liam. Pasar itu hanya ada setiap satu tahun sekali, dan sejak saat itu, Liam dan Kiara selalu ke sana. Hingga, terakhir kali mereka ke sana, mungkin sudah tiga periode karena mereka di sibukkan dunia orang dewasa.


Kiara hanya menganggukkan kepala nya, ia mengambil HP nya untuk menanyakan Zaskia. Sungguh, kini ia selalu di hantui rasa bersalah bila dirinya berdua dengan Liam. Oke dia memang menyukai laki laki itu, namun kini entah mengapa, rasa takut dan rasa bersalah nya lebih besar di banding rasa suka dan nyaman nya yang dulu ada di setiap dirinya bersama dengan Liam.


Kebahagiaan Kiara sangatlah sederhana, tidak seperti kebanyakan wanita, walau sebenarnya, Kiara bukanlah dari kalangan menengah ke bawah, namun ia lebih menyukai permainan dan makanan orang biasa.

__ADS_1


“Udah lama banget kan kita gak kesini,” kata Liam membuka percakapan.


“Hem, mungkin tiga tahunan yang lalu kali yah, hahaha. Harusnya, kita kesini udah sama pasangan masing masing, atau bahkan, kelak kita kesini udah sama buntut,” Kiara kembali tertawa karena ucapan nya sendiri. Membayangkan bagaimana mereka memiliki pasangan lain, dan anak dari orang lain, bagaimana rasanya.


“Ra, setelah menikah, aku dan zaskia akan menetap di Paris.” Ucap Liam begitu pelan, namun masih bisa di dengar oleh Kiara, “Sorry Ra, karena itulah kami memutuskan menikah setelah kamu menikah. Agar aku bisa tenang pergi karena kamu sudah bersama pasangan kamu.”


Bagai tertusuk ribuan jarum, nafas Kiara seolah tercekat di tenggorokan. Sesak, itulah yang Kiara rasakan saat ini, tidak cukupkah ia merelakan Liam untuk Zaskia, tidak bisakah mereka tetap berada di indonesia, agar mereka masih bisa bertegur sapa.


Dan apakah itu nanti akhirnya mama Rani akan mengikuti Zaskia ke Paris? Apakah Kiara akan di buang seorang diri di Indonesia? Membayangkan hal itu membuat Kiara tersenyum getir, namun matanya juga terasa begitu pedih seolah ingin menangis.


.

__ADS_1


.


Mau lagi gak?? mommy bakal kasih bonus up lagi hari ini kalau yang komen tembus 100 sebelum mahgrib 😁🤣🤣🤣


__ADS_2