
“Welcome di rumah baru kamu Sayang,” sambut mama Irish saat Kiara baru sampai di rumah utama.
Awalnya, Kai ingin mengajak Kiara untuk tinggal di Apartment, namun Kiara menolak keras, ia tidak mau datang ke Apartment itu lagi, karena ia berfikir bahwa Apartment itu sudah pernah di tinggali oleh Maya. Ia memilih tinggal di rumah nya, atau membeli Apartment baru, dan saat itu mama Irish langsung membuat keputusan tegas tanpa bisa di ganggu gugat. Yakni, dengan tinggal di rumah utama, lagipula mama Irish juga sudah sangat menantikan momen momen dimana dirinya bisa dekat dengan anak mantu nya.
“Terimakasih tante,” jawab Kiara memeluk tubuh mama mertua nya.
“Kok tante sih, Mama dong. Mama berharap kamu betah disini, buatlah diri kamu senyaman mungkin ya. Anggap rumah sendiri,” ucap mama Irish dengan tulus.
“Iya Mah, pasti. Kalau mama sudah berkata seperti itu, maka Kia tidak akan sungkan lagi sama Mama,” Kiara terkekeh dan kembali memeluk mama mertuanya dengan sayang.
Tak hanya mama Irish yang sudah menunggu momen memiliki menantu perempuan, Kiara juga sudah menunggu momen seperti ini. Momen dimana dirinya bisa merasakan pelukan seorang ibu, walau pun hanya ibu mertua.
__ADS_1
Malas dengan drama dua wanita didepan nya, Kai pun memilih langsung menarik koper nya dan pergi ke kamar. Ia ingin mandi terlebih dulu, karena tadi waktu di hotel dirinya belum sempat mandi, sejak semalam dirinya hampir tak tidur karena berdebat dengan Kiara. Jangan tanya apa yang mereka debat kan, karena hal kecil saja kalau sudah berhadapan dengan Kiara, maka akan menjadi panjang.
“Woaoahh, kakak ipar ku sudah datang ternyata.” Bastian terkekeh sendiri saat menyebut Kiara sebagai kakak ipar nya.
“Iya, aku sekarang kakak ipar mu. Jadi kamu jangan macem macem lagi sama aku ya! Kamu harus patuh sama kakak ipar, hihihi.” Kata Kiara dengan senyum bangga.
“Mama seneng banget, karena mulai sekarang, rumah kita akan ramai. Dan mama berharap, sebentar lagi akan ada suara tangis bayi yang akan memenuhi rumah ini. Huhh, mama semakin tidak sabar,” mama Irish menatap ke atas, seolah sedang membayangkan bagaimana saat nanti dirinya memiliki cucu dan di panggil oma oleh cucu nya.
‘Tunggu, bayi? Berarti harus Hamil? Melahirkan?” entah mengapa Kiara sampai bergidik ngeri membayangkan dirinya hamil dan melahirkan. Ia kembali teringat dengan pasien melahirkan di rumah sakit Bastian saat itu, ia yang hendak menemui Bastian, tanpa sengaja bertemu ibu ibu yang sedang merasakan kontraksi hebat hendak melahirkan.
“Iyalah Kia, mana ada orang tanpa hamil melahirkan bisa punya bayi. Kecuali kamu ingin mengadopsi. Tapi kalian sama sama muda, ya kali bang Kaisar gak bisa buat anak sih.Apa perlu aku contohin,” jawab Bastian menahan tawa nya.
__ADS_1
“Hush, kamu ini.” Mama Irish langsung memberikan tatapan tajam pada anak bungsu nya.
“Hahaha, lagian pertanyaan Kia aneh banget Mah. Atau jangan jangan semalam mereka belum jadi malam pertama lagi,” celetuk Bastian membuat Kiara langsung menatap tajam, “Beneran Ra? Buahahahha!”
“Apakah bang—"
“Apa lagi? Jangan banyak bicara sok tahu!” cetus Kai yang tiba tiba sudah berada di belakang Bastian dengan tatapan super tajam nya.
Glek!
‘Mampuuss!’ gumam Bastian dalam hati saat menyadari suasana kini menjadi sangatlah mencekam.
__ADS_1