
Hari berganti hari dengan begitu cepat, tanpa terasa kini pernikahan Kai dan Kia sudah memasuki bulan ketiga. Hubungan keduanya semakin membaik, dan sudah bisa di katakan bahwa keduanya kini sudah saling mencintai.
“Kai, kau mau kemana?” tanya Kia saat melihat Kai terlihat buru buru seolah mencari sesuatu sambil memakai jaket nya.
“Sayang, kamu ikut aku.” Ternyata Kai mencari kunci mobil nya, dan setelah ia berhasil menemukan nya, ia langsung mengajak Kia agar ikut dengan nya.
“Kemana?” tanya Kia mengerutkan dahinya, padahal, tadinya ia hendak memberikan Kai kejutan, namun gagal sudah karena Kai malah mengajak nya pergi dengan terburu- buru.
“Kita ke rumah sakit.” Dengan cepat, Kai segera menggandeng tangan Kia dan mengajak nya jalan tergesa, entah apa yang akan Kai kejar, namun Kia tidak menyukai nya sama sekali.
Namun Kia tak bisa melakukan apapun selain menurut, ia pun juga penasaran dengan apa yang membuat Kai tiba tiba mengajak nya pergi buru buru ke rumah sakit. Dengan langkah kaki panjang nya, Kai segera memasuki rumah sakit keluarga nya, dan ternyata di sana sudah ada orang tua juga adik nya. Sementara Kiara, ia masih tertinggal di belakang karena tak kuat mengejar langkah kaki Kai.
“Dimana Ma?” tanya Kai penasaran.
__ADS_1
“Di dalam.” Jawab mama Irish dengan raut wajah datar nya.
“Keadaan nya?” tanya Kai lagi tanpa berniat untuk segera masuk ke ruangan yang di maksud.
“Begitulah.”
“Mah,” tekan Kai menahan kesal nya.
“Kai, mama gak nyangka, kamu akan langsung kesini setelah mendengar kabar seperti ini! Apa kamu masih begitu perduli dengan nya?” sengit mama Irish tak suka.
“Kenapa?” tanya Kiara saat baru sampai di belakang Kai, ia menatap suami dan mama mertua nya yang tengah bersitegang.
“Kiara, lebih baik kamu ajak suami kamu pulang saja.” Ucap mama Irish malah semakin membuat Kiara penasaran.
__ADS_1
Cklek!
Suara pintu yang di buka, membuat semua orang yang sedang menunggu langsung mengalihkan perhatian nya. Seorang dokter spesialis baru saja keluar dari ruangan dimana seorang gadis yang baru saja masuk karena kecelakaan.
“Bagaimana keadaan nya Dok?” tanya mama Irish menatap dokter.
“Terjadi benturan yang begitu keras di bagian kepala nya, dan dia harus segera operasi. Namun, mengingat nona Maya pernah melakukan operasi belum lama ini, jadi akan sangat beresiko untuk mengoperasi nya saat ini.” jelas sang dokter. Yah, dialah Maya, mama Irish tadi tidak sengaja melihat kerumunan kecelakaan, dan karena penasaran ia pun melihat, hingga tanpa ia duga, bahwa orang itu adalah Maya.
Meskipun mama Irish tidak menyukai Maya karena menurut nya Maya adalah manusia ular, namun jiwa kemanusiaan nya begitu tinggi, hingga membuatnya mau tak mau akhirnya menolong dan membawa nya ke rumah sakit.
“Operasi? Maya operasi apa?” tanya Kai mengerutkan dahinya menatap sang dokter.
“Bas,” dokter itu nampak menatap Bastian, seolah meminta bantuan atau izin untuk menjelaskan. Namun Bastian hanya diam dan malah memilih untuk pergi.
__ADS_1
“Apakah Bastian tahu sesuatu?” gumam Kai, lalu ia kembali menatap sang dokter. Menunggu penjelasan yang lebih detail.
Sementara Kiara yang merasa tidak mengenal pasien dan tidak tahu pembahasan mereka, akhirnya ia memilih pergi dengan diam diam dan mencari keberadaan Bastian. Karena ia yakin, untuk saat ini hanya Bastian yang bisa membantu nya menjawab semua pertanyaan di dalam kepala nya.