Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Nisa ( S2 )


__ADS_3

“Tunggu!” langkah kaki Bastian yang hendak membuka pintu mobilnya terhenti saat seorang gadis dengan pakaian yang lumayan sangat tertutup, membuat Bastian sedikit heran.


Tertutup bukan artian berhijab, namun gadis itu nampak memakai jeans panjang kaos kemeja serta sebuah hoodie lengkap dengan topi dan kaca mata hitam nya, bahkan rambut gadis itu tertutup oleh kupluk hoodie. Apakah gadis itu phobia matahari atau karena sedang sakit atau- pikiran Bastian semakin melayang saat memperhatikan gadis itu.


“Jangan natap gue kaya gitu.” Kata gadis itu nampak sedikit ketus, membuat Bastian menghela napas nya kasar dan tersadar,”Lo, eh maksud ku, kamu, anda siapa nya Kenzo?” tanya gadis itu menatap menelisik.


“Apa kuping lo tuli? Datang lah ke rumah sakit untuk konsul ke THT!” cetus Bastian karena ia yakin dengan jelas saat Ken memanggilnya dnegan sebutan Om sudah pasti dia mendengar nya.


‘Basi!’ umpat Bastian dalam hati.


“Om?’ tanya gadis itu lagi memastikan, “Oke Om, jadi begini. Tadi gue eh aku lagi mau ke mini market. Aku melihat dua tuyul sedang berdebat!”


“Naura di tuduh oleh Ken bahwa dia sudah meracuni mama nya yang sedang berada di rumah sakit? Dan menurut penuturan Ken, om nya adalah dokter hebat. Bisa tolong jelaskan Dok, bagaimana keadaan mama nya Kenzo? Apa mungkin benar adanya bahwa anak sekecil itu bisa memiliki niat untuk meracuni orang lain?”

__ADS_1


“Whatt! Siapa yang mengatakan itu?” pekik Bastian tak habis pikir.


“Sepertinya anda juga perlu konsul ke THT!’' sungut gadis itu menatap datar pada Bastian.


“Kenzooo!” geram bastian dan melirik Kenzo yang sudah duduk rapi di dalam mobil sambil memakan cemilan nya lagi.


“Lo lihat, eh maksud ku, kamu lihat di sana,” gadis itu menunjuk tempat duduk nya tadi yang dimana Naura masih di sana menangis sambil memakan chiki, “Dia masih menangis karena tuduhan Ken, bisa tolong bantu jelaskan agar dia tidak sedih lagi?”


‘Kenapa tuyul sekarang mewek bisa di sambil makan jajan sih, astaga,” gumam Bastian menghela napas na dengan kasar.


Setelah beberapa saat memberikan penjelasan, Bastian beranjak dan pergi meninggalkan taman. Sementara gadis tadi menatap kepergian mobil Bastian dengan wajah datar nya, lalu ia kembali menghampiri naura di taman.


“Kakak namanya siapa?” tanya Naura kini bergantian memakan nyaman nyaman.

__ADS_1


“Nisa, panggil kak Nisa yah,” ucap nya tersenyum pada Nuara.


“Telimakasih ya kakak Nisa. Tadi, om Abas sudah jelasin sama Lala kalau mama nya Ken sakit kalena mau punya dede, bukan makanan dali Lala,” tutur Naura begitu menggemaskan karena masih cadel belum bisa mengatakan huruf R.


"Ken mau memiliki adik?” tanya Nisa memastikan dan Naura hanya tersenyum. Nisa ikut lega, lalu ia menatap sekeliling nya hingga matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata seseorang.


‘Mampus gue!’ pekik nya dalam hati.


“Eumm,, Naura. Kakak ada perlu, kakak pergi dulu yah. Kamu tunggu disini saja sampai keluarga kamu jemput, baik baik bye bye!” ucap Nisa dengan cepat dan ia segera berlari menjauh dari tatapan beberapa orang yang sedang mencarinya.


.


.

__ADS_1


.


Oke, kita lanjut disini saja yah, karena bab nya tidak akan terlalu banyak. Dan kamar baru nanti bisa buat pake anak2 K2 🙈🙈🤣🤣


__ADS_2