
Maya tersenyum tipis, saat melihat kedatangan Kai dan juga Kiara. Dengan perlahan, tangan nya terulur, seolah memberi tanda Kiara dan Kai agar mendekat ke arah nya. Kiara sempat mendongak, menatap wajah Kai yang masih saja terlihat datar, lalu ia aksa Kai untuk maju dan mendudukkan suaminya tepat di kursi di samping brankar Maya.
“Te- terimakasih su- sudah da- datang,” kata Maya begitu pelan dan terbata, andai Kia tak menajamkan telinga nya, mungkin ia tidak akan bisa Mendengar suara Maya.
“Ma—"“ baru saja Kia hendak menyapa, namun Kai lebih dulu memotong ucapan nya.
“Ada apa?” tanya Kai begitu singkat dan datar, membuat mata Kiara langsung membola, dan menatap suaminya dengan tajam.
“Ki- Kiara.” Panggil Maya lirih.
“Iya May, kenapa? Ma—"
“Ba- bagaimana?” potong Maya menunggu jawaban Kiara.
“Maya, a- aku ... “
“Ka- kamu sudah berjanji pada ku Kia,” desis Maya memejamkan matanya, seolah tengah menahan rasa sakit nya.
“Maya, aku—"
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah meninggalkan Kiara. Sekalipun, kalian membuat kesepakatan bodoh seperti itu! Kalian pikir aku barang yang bisa kalian berikan sana sini!” seru Kai dengan sangat marah.
Bukan takut, Maya malah tersenyum tipis sambil memejamkan matanya lagi dan terdengar suara tarikan napas yang begitu dalam dari diri Maya. “Ma- maaf ...” satu kata yang Maya ucapkan dengan penuh perjuangan.
“Ka- kalian sudah sa- saling mencintai,” gumam Maya dengan senyum hambar.
“Tentu saja! Dan sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskan Kiara. Sekalipun kamu menyuruh nya pergi, aku akan mencari nya sampai ujung dunia sekalipun. Aku tidak akan bertingkah bodoh lagi seperti dulu. Apalagi kembali bersama kamu? Itu tidak akan mungkin!” sarkas Kai, begitu menohok hati Maya, namun ia masih mencoba terlihat senyum walau kenyataan, hatinya begitu sakit.
“Ma- maaf ... “ Hanya itu yang bisa Maya ucapkan, sementara Kiara hanya mampu terdiam, ia tidak bisa berkata apa apa, karena sejak tadi, tangan nya terus di genggam erat oleh Kai, dan setiap kali ia mau bersuara, Kai malah semakin meremass tangan nya seolah melarang Kiara untuk bersuara.
“Ki- Kiara ... “ panggil Maya lagi, ia menyuruh Kiara agar mendekatinya, lalu ia genggam tangan Kiara dengan perlahan.
Kai hanya mendengus kesal, ia hendak keluar dan mengajak Kiara, namun tangan Kiara satunya masih di genggam oleh Maya. Membuat Kai semakin berdecak, akhirnya ia mengalah dan keluar untuk memanggil tuan Hilton, yang tak lain adalah ayah Maya.
Saat Kai membuka pintu, rupanya tuan Hilton sedang tidak ada di sana. Kai berusaha mencarinya, namun juga tidak bertemu. Calvin dan Anne tadi pamit untuk pergi ke Apotik sebentar karena ada yang mau mereka beli. Cukup lama, Kai mencari keberadaan tuan Hilton, hingga akhirnya ia menemukan nya di taman belakang rumah sakit. Tuan Hilton tengah mengobrol serius dengan tante Rita. Sejujurnya, Kai sangat penasaran, namun ia kembali teringat bahwa Kiara sedang bersama Maya.
“Om Hilton, Maya mencari anda.” Ucap Kai membuat tuan Hilton dan tante Rita langsung membalikkan tubuh mereka dan menatap ke arah Kai.
Yah, sejak Kai tahu bahwa tuan Hilton adalah ayah Maya, dan juga kerabat dari Calvin, akhirnya Kai memanggilnya dengan sebutan Om bila saat berada di luar. Dan baru akan memanggil tuan, saat mereka sedang bekerja.
__ADS_1
Kai berjalan mendahului tuan Hilton dan tante Rita. Ketiganya berjalan bersama dengan Kai yang di depan. Dan, saat ketiga nya sampai di ruang perawatan Maya, ketiga nya langsung di buat terkejut,...
“Kiara!”
“Maya!”
.
.
.
"Mommy" gitu kek yah, 🙈🙈🙈🤣
Oh iya, makasih yah untuk yang kemarin sudah mampir di karya teman mommy. Dan sekarang mommy mau kasih rekomendasi lagi nih, gak kalah seru kok. So, sambil nunggu suami ke berapa mommy ya ini si bang Kai, entahlah lupa. pokoknya, sambil nunggu K2 update, yuk mampir ke lapak teman mommy lainnya.
Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak, biar gak di kira ghaib 😘😘
__ADS_1