Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Pingsan ( S2 )


__ADS_3

Tuuuttt .... Tuuttt .... Tuuttt...


Entah sudah berapa kali Kiara menghubungi Kaisar yang Masih berada di kantor. Hingga siang hari, perut Kiara belum kemasukan makanan sedikit pun, membuatnya sangat lapar, namun ia juga tidak berselera makan.


“Iks, papa kamu kemana sih Ken,” kesal Kiara berdecak karena panggilan nya lagi lagi tak terjawab.


“Kan papa bekerja mah,” jawab Ken yang begitu fokus memakan cemilan di tangan nya.


“Kerja kerja kerja, dari tadi juga gak angkat atau balas chat mama!”


“Mama mau coba ini gak?” tawar Ken mengulurkan bungkus makana kepada mama nya.


“Apa ini?” tanya Kiara mengerutkan dahinya.


“Enak loh, tadi Ken di kasih sama temen,” jawab Ken lalu ia menyendok kan makanan itu lagi ke mulut nya.


Karena penasaran, Kiara pun lekas mencoba nya. Namun, baru satu suapan, lagi lagi perut nya menolak keras. Seisi perut nya kembali berdemo menuntut keluar, dan dengan cepat Kiara segera berlari menuju wastafel yang ada di kamar mandi tamu.

__ADS_1


Hooekkk


Hoeeekkk


“Arkkhhh!” Kiara semakin merintih saat perut nya kembali terasa sangat perih dan kram. Ia sampai mendudukkan dirinya di lantai dengan terus mencengkram perut nya dengan kuat. Sementara itu, Ken segera berlari mengejar mama nya setelah meletakkan jajan nya di meja.


“Mama!” panggil Ken dari balik pintu, namun ia tidak mendengar suara mama nya sama sekali, “Mama? Mama gapapa kan?”


“Mama?”


Sudah beberapa kali Ken mencoba memanggil mama nya, namun mama nya tak juga membuka pintu. Akhirnya, Ken mencoba menelfon papa nya, namun kini bukan ke ponsel, melainkan ke nomor kantor.


“Ada apa Sayang? Tumben telfon ke sini?” tanya Kai dari ujung seberang sana.


“Papa ... mama itu mama!” seru Ken lagi dengan nada panik.


“Mama kenapa?” tanya Kai berusaha tenang, “Hey, tenang dulu. Ada apa sama mama?”

__ADS_1


“Mama di kamar mandi!” Kata Ken lalu terdengar suara tarikan napas yang sedikit berat.


“Mama di kamar mandi? Memang nya kenapa Sayang? Mungkin mama nya mau mandi.’


“Tadi mama muntah muntah pah, terus mama gak keluar dari kamar mandi. Ken sudah panggil panggil, tapi mama gak buka pintu nya. Papa pulang pah!” seru Ken begitu panik, membuat Kai pun ikut panik.


"Baiklah, Papa pulang sekarang!"


Dengan cepat, ia menyuruh Fadil agar segera meng handle pekerjaan nya, ia segera meluncur pulang ke rumah. Karena ia ingat bahwa di rumah nya tidak ada siapapun kecuali pembantu.


Papa Krish dan Bastian sudah pasti ada di rumah sakit, mama Irish, sejak pagi tadi ia sudah pamit mau pergi ke salon karena tidak terima di bilang bau oleh Kiara. Dan jadilah di rumah itu hanya ada Ken dan Kiara. Mungkin ada beberapa pekerja laki laki, namun Kai tidak pernah mengizinkan orang luar menyentuh istrinya.


Brakkk!


Dengan satu kali dobrakan, Kai berhasil membuka pintu kamar mandi dengan paksa. Dapat ia lihat bahwa kini tubuh Kiara sudah tergeletak tak berdaya di lantai, di bawah wastafel.


“Mama!”

__ADS_1


“Sayang!” seru keduanya, dan dengan cepat, Kai segera mengangkat tubuh Kiara dan membawa nya kembali ke kamar. Ken yang merasa bersalah pun hanya bisa menangis dan meminta maaf sambil terus mengekor di belakang sang papa. Iya, Ken begitu merasa bersalah karena ia mengira bahwa mama nya seperti itu karena makanan yang ia berikan, andai ia tidak memberikan makanan nya kepada mama nya, tentu mama nya tidak akan mual dan muntah ke kamar mandi. Otomatis, mama nya tidak akan pingsan.


‘Naura, jangan jangan jajan nya beracun,’ gumam Ken dalam hati dengan tangan yang mengepal kuat.


__ADS_2