Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Dokter kandungan


__ADS_3

Setelah selesai mengunjungi makam mama Adel dan papa Zaki. Kini Kai membawa untuk kembali ke rumah sakit, ia khawatir dengan keadaan kandungan Kiara karena beberapa hari ini, Kiara sering melakukan perjalanan jauh juga pikiran nya kacau. Ia takut, kandungan nya akan kenapa kenapa.


Memasuki kawasan rumah sakit, mereka di sambut hangat oleh Bastian yang memang sudah tahu bahwa Kai dan Kia akan datang. Ia segera menghampiri Kiara dengan senyum hangat nya, sedikit memberikan hiburan karena tahu wanita itu habis menangis saat di pemakaman.


“Selamat sore, nona Kiara,” sapa Bastian sedikit bercanda.


“Nona? Aku nyonya, bukan nona lagi,” cetus Kiara sambil menahan tawa nya.


“Oh ia lupa, nona nya sudah jebol jadi ganti nyonya,” sindir bastian terkekeh.


“Kamu pikir aku bendungan, pakai jebol segala!” sungut Kiara menatap tajam pada Bastian.


“Lah, kan memang iya Ra, kamu bendungan. Yang jebol bang Kaisar,” ucap Bastian lalu tertawa.


“Bass!” Kai langsung menatap tajam pada adik nya saat melihat Kiara menatapnya dengan tatapan sedih yang di buat buat.


“Tau ah, bumil sensisan. Tukang ngadu sekarang,”


“Bodo!” kata Kiara kembali terkekeh, melihat wajah kesal Bastian.


Bastian pun lalu mengajak kakak dan kakak ipar nya untuk menemui dokter terbaik di rumah sakit itu. Namanya dokter Silvi, umurnya lima tahun lebih tua dari Bastian, walau begitu dia sangat ramah dan baik, itulah mengapa Bastian suka dengan nya. Eh, maksud nya suka berteman, begitu lah menurut Bastian.

__ADS_1


“Hay Dok, ini kakak ipar saya.” Ucap Bastian saat memasuki ruang praktek dokter Silvi.


“Halo Ibu Kiara, silahkan masuk. Bastian sering membicarakan anda.” Ujar dokter Silvi dengan sopan dan ramah.


“Kok saya di panggil Ibu? Saya bukan ibu ibu Dok!” kata Kiara tidak menyukai panggilan nya.


“Eh, maksud saya, nyonya Kiara.” Ralat dokter Silvi.


“Tapi saya juga bukan nyonya, saya gak mau!”


“Lalu, saya harus memanggil apa?” tanya dokter Silvi semakin pias saat melihat wajah Kai yang berdiri di belakang Kiara dengan ekspresi datar.


Dokter Silvi tahu, bahwa Kai adalah anak pemilik rumah sakit, kakak dari Bastian. Dan yang ia hadapi bukanlah pasien sembarangan, jadi ia berusaha melakukan semaksimal mungkin.


“Ra, yang mau di periksa kamu, kenapa kamu yang nanya nanya umur!” cetus Bastian tak habis pikir.


“Yaannnkk ... Bastian ganggu nih. Suruh keluar gih!” rengek Kiara manja menatap suami nya.


“Bastian, pintu keluar di sana.” Usir Kai menunjuk pintu keluar.


“Astaga, Ra aku mau melihat calon keponakan ku juga.” Keluh Bastian menolak untuk keluar.

__ADS_1


“Nanti kan ada foto nya. Lagipula juga dia masih sangat kecil, belum kelihatan, jadi silahkan keluar, DOKTER BASTIAN.” Kata Kiara penuh penekanan.


“Dokter Silvi, kalau gak kuat ngadepin bumil satu ini, lambaikan tangan ke kamera.” Canda Bastian lalu segera berlari keluar ruangan sebelum mendapatkan amukan dari Kiara dan Kaisar.


“Adik ipar lucknat!Awas aja nanti kalau di rumah!” gumam Kiara dengan kesal.


“Baiklah, bisa kah kita mulai sekarang?” tanya dokter Silvi sedikit gugup.


“Bisa Dok,” dengan semangat, Kiara segera berbaring dan melihat ke arah layar monitor di depan nya.


Ini adalah USG pertama yang di lakukan nya, saat waktu itu berada di rumah sakit, ia belum melakukan USG karena dirinya terburu buru ingin segera pulang. Dan kini, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana perkembangan bayinya.


“Dimana Dok?’ tanya Kiara yang memang tidak mengerti.


“Anda bisa melihat ini, masih sangat kecil. Usia nya memasuki minggu ke sepuluh yah, dan semuanya baik, sehat juga normal.” Tutur Dokter Silvi memberikan penjelasan, “Hemm, apakah obat nya selalu di minum?” tanya dokter Silvi.


“Obat apa?” tanya Kiara bingung.


“Masih Dok, apakah harus berhenti?” tanya Kaisar menjawab pertanyaan dokter Silvi.


“Saya akan resep kan ulang saja yah, karena sekarang istri anda sudah hamil, maka saya akan memberikan beberapa vitamin. Oh iya, apakah ada mual atau pusing atau semacam nya?”

__ADS_1


“Tidak ada dok, saya tidak merasakan apa apa,” jelas Kiara.


“Baiklah, ini tetap saya resep kan, untuk berjaga jaga, kalau tidak mual dan pusing tidak perlu di minum. Cukup minum vitamin nya saja, dan untuk obat yang sebelumnya bisa di stop yah,” kata dokter Silvi.


__ADS_2