
“Ra, apa yang kamu cari?” tanya Kai mengikuti Kiara dari belakang.
“Apapun, aku ingin tahu asal usul ku Kai. Aku penasaran siapa aku sebenar ya,” kata Kiara frustasi karena nyatanya ia tidak Menemukan apapun i dalam kamar mama Rani.
Kini, dia langsung terjatuh di lantai, dengan kaki yang di tekuk ia jadikan sandaran kepala, dan tangan mengepal dengan kuat. Kai mendekat, dan kembali menenangkan Kiara, “Kita pulang sekarang. Aku akan mencari tahu nya, kamu tenang saja. Aku janji akan mencari tahu semuanya.”
“Benarkah?” Seketika wajah Kiara berubah menjadi sumringah, ia pun langsung memeluk Kai dengan sangat erat.
“Iya, sekarang kita pulang. Sudah sore, dan juga sebentar lagi hujan.” Kata Kai mengajak Kiara untuk berdiri, namun Kia malah menggelengkan kepala nya.
“Gendong!” Kiara merentangkan kedua tangan nya dan tersenyum manja pada Kai, membuat laki laki itu tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Niat hanya tinggal niat, nyatanya saat keduanya keluar dari rumah, hujan begitu deras menyambut mereka. Menghela napas kasar, akhirnya Kiara memutuskan untuk mengajak Kai menginap di sana, lagipula, esok juga weekend, jadi tak apa bila Kai menginap di sana.
Ia juga menyuruh beberapa ART untuk menyiapkan makan malam untuk nya. Walau pun mama Rani dan Zaskia tidak ada, rumah itu tidak kosong, masih ada beberapa ART dan tukang kebun serta satpam yang berjaga di rumah itu. Juga, antisipasi Liam, bila sewaktu waktu Kiara pulang, maka ia tidak akan merasa kesepian di rumah itu karena sudah tidak ada Zaskia.
“Kenapa kamu sangat dekat dengan William?” tanya Kai saat sudah berada di dalam kamar Kiara, ia melihat ada banyak foto kenangan antara Kia, Zaskia dan juga Liam. Ketiga nya terlihat sangat akrab dan dekat. Dan dulu, penampilan Kiara masih sangat tomboy, berbeda dengan sekarang yang sudah terlihat sering memakai rok dan dress.
“Dia sahabat pertama ku,” jawab Kiara sambil membereskan tempat tidur nya, lebih tepatnya mengganti sprei, karena sudah cukup lama tidak ia tiduri, walau pun sudah di bersihkan oleh ART, namun Kia masih tetap membersihkan nya.
“Apa?” tanya Kai mengerutkan dahinya.
“Ya banyak hal, tidak bisa aku sebutkan semuanya.”
__ADS_1
“Salah satunya CINTA?” cibir Kai menyindir, lalu dengan tiba tiba ia menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur, dengan kaki masih menggantung di lantai.
“Kai!” seru Kiara dengan kesal, lantaran ia belum selesai merapikan tempat tidur nya. Belum hilang rasa kesal nya, tiba tiba Kai langsung menarik tangan nya hingga membuat nya terjatuh di atas tubuh Kai.
“Aku tidak mau kamu membahas atau memuji laki laki lain di depan ku.” Ucap Kai datar penuh penekanan.
“Bukankah tadi kamu yang memulai nya? Kamu yang bertanya, jadi aku hanya menjawab. Dan- emmmtt ... “
Tidak ingin mendengar pembelaan dari Kiara lagi, Kai pun langsung membungkam bibir itu dengan bibir nya. Menyesap manis rasa bibir Kiara dan sesekali menggigit bibirnya dengan gemas. Kiara yang awal nya merasa sangat terkejut, namun saat merasa bahwa Kai sedang di kuasai cemburu, membuat bibir nya menyunggingkan senyum. Lalu ia pun mulai membalas pagutan bibir Kai. Hingga keduanya hanyut dan melewati malam pertama di kamar Kiara, dengan di iringi derasnya hujan malam itu.
( Iya, malam pertama di kamar lain maksudnya )
__ADS_1