
Selesai makan malam, mama Irish mengajak semua keluarga nya berkumpul di taman belakang. Mengobrol santai sambil menikmati udara di malam hari,obrolan bisnis antara papa Krish dan Kaisar, dengan mama Irish yang sesekali menyimak dan ikut berbicara. Sementara Bastian dan Kiara sejak tadi memilih mabar game online berdua.
“Hahhhh kalah!” seru Kiara sambil tertawa lepas, saat berhasil mengalahkan Bastian, namun hanya sebentar ia menunduk dan baru tersadar bahwa dirinya tengah bersama kedua mertua nya.
Bastian yang melihat wajah Kiara nampak pias pun langsung tertawa begitu lepas. Membuat Kiara mendengus dan menendang kecil kaki Bastian.
“Maaf Pah, Mah, heheh..kelepasan,” ucap Kia pelan, merasa tak enak karena perilaku nya di lihat oleh mertua nya.
Bukan marah, mama Irish dan papa Krish malah ikut terkekeh melihat ke akraban Kia dan Bastian. Namun berbeda dengan orang tua nya, Kaisar Malah nampak kurang suka melihat ke akraban antara istri dan adik nya. Mungkinkah kini Kai sudah mulai posesif? Bisa bisa nya ia cemburu pada adik kandung nya sendiri.
“Bang? Sakit? Kok tumben pakai sweter begitu? Mau aku periksa?” tawar Bastian sengaja menggoda kakak nya, saat melihat perubahan di wajah Kai.
“Enggak!” jawab Kai dengan raut wajah datar nya, datar bercampur kesal, entahlah mengapa ia bisa kesal pada Bastian.
“Yakin gak sakit? Kok pake sweter gitu?” goda Bastian lagi, “Kiara juga, kamu sakit Ra? Aku periksa mau gak? Biar tahu sakit nya apa, dan cepet minum obat. Aku itu heran, kenapa kalian berdua kompak sekali sakit nya.” Celetuk bastian sengaja.
__ADS_1
“Apa kau lupa, kalau aku juga dokter dulu? Jadi aku bisa memeriksa nya sendiri nanti. Kamu jangan macem macem!” kata Kai memberikan peringatan pada adik nya.
“Ayolah Bang, lagian abang kan udah lama gak praktek. abang udah lama gak gabung sama rumah sakit lagi, jadi pasti kaku dan lupa,” Bastian masih begitu gencar menggoda sang kakak, terlebih saat ia melihat Kai membuang muka tak mau menatap ke arahnya, sementara Kiara hanya diam menunduk dan sesekali memanyunkan bibir nya. Tangan nya masih fokus dengan ponsel nya, padahal, permainan sudah usai sejak tadi.
“Bas, jangan goda abang kamu terus ah. Kasian dia,” mama Irish membela anak sulung nya, “Lagian juga, biarkan saja dia sakit. Sudah ada obat nya ini,” imbuh mama Irish, membuat Kiara semakin merasa malu.
“Pah, Mah, Kia mau ke kamar mandi dulu,” izin nya, ia ingin menghindar dari godaan Bastian, namun baru saja ia hendak berdiri, jaket nya tertarik oleh Bastian hingga hampir terlepas dari tubuh Kiara.
Sontak hal itu membuat Bastian langsung terkejut, begitu pun dengan mama Irish dan papa Krish yang melihat hasil karya Kai pada leher dan tangan Kiara. Tangan, lebih tepat nya lengan atas, pantas saja Kiara menutup nya dengan jaket, walau bawah nya hanya sebatas lutut.
“Bastian ih!” seru Kiara dengan kesal, "I- ini itu gara gara udang. Jadi jangan berpikiran macem macem!” cetus nya, lalu ia memilih pergi.
"Udang kepala hitam ya Pah," bisik mama Irish pada papa Krish.
"Hush, kamu ini mah," saut papa Krish, namun ia juga ikut terkekeh.
__ADS_1
“Bang, abang serius yang membuat nya?” tanya Bastian tak percaya, “Bagaimana bisa sebanyak itu?”
“Anak kecil, di larang keppo!” sungut Kai dengan kesal dan ia hendak berdiri menyusul Kiara, namun tangan nya di tahan oleh Bastian.
“Bang, serius, aku penasaran. Boleh yah,” pinta Bastian menatap Kai, membuat Kai menatapnya bingung, sekaligus merinding melihat tatapan Bastian.
“Apa sih Bas! Sudahlah, sana sana, minggir!”
“Bang! Bentar doang!” Bastian ikut berdiri, “Coba lepas,” pinta nya, agar Kai melepaskan sweter nya. Ia sangat penasaran, apakah balasan Kiara juga sepadan dengan apa yang ia dapatkan dari Kai.
“Astaga! Pah, Mah, ini punya anak tinggal satu mesuum! Urus gih! Merepotkan!” cibir Kai menatap kedua orang tua nya yang masih asik tertawa melihat kelakuan anak anak nya.
“Bang, ayolah, buka sweter doang, gak sama celana kok.”
“Astaga, besok pagi, kamu aku tuker ke pasar loak kamu!” cetus Kai lalu ia benar benar meninggalkan halaman belakang dengan menggerutu.
__ADS_1
‘Memang nya aku barang bekas, mau di loak in,” gumam Bastian, namun setelah itu ia menyeringai puas, dan ikut bergabung dengan orang tua nya untuk meng ghibah kakak dan kakak ipar nya. Bukankah itu berarti Kiara dan Kaisar akan bahagia, mereka sudah saling mencintai dan juga ia akan segera memiliki keponakan lucu.