
“Sayang, ada yang mau aku bicarakan sama kamu.” Ujar Kai dengan lembut, kini ia masih memeluk Kiara dari belakang, sambil memainkan anakan rambut di wajah Kiara.
Tubuh keduanya masih polos, setelah melakukan olah raga panas pada malam hari. Dan kini, setelah berolah raga, keduanya istirahat dan tidak bisa tertidur. Maka Kai memutuskan untuk berbicara dengan Kia, dan berfikir ini adalah waktu yang tepat.
“Apa?” tanya Kia, lalu ia segera membalikkan tubuh nya, hingga kini wajah keduanya saling berhadapan dan mata yang saling memandang.
“Soal, wanita yang bernama Adellia,” kata Kai dengan pelan, ia menyentuh wajah Kiara dengan begitu lembut, memberikan kenyamanan untuk Kiara agar tidak merasa terlalu terkejut.
“Katakan? Apakah dia memang ibu kandung ku?” tanya Kiara tak sabar, “Katakan Kai, aku sudah mempersiapkan diri, aku sudah siap mendengar kenyataan itu. Walau pun nanti aku tahu bahwa mama Rani memang bukan ibu kandung ku, tapi dia tetap mama ku.”
“Aku akan mengatakan apa yang aku ketahui, tapi sebelumnya, aku mau kamu berjanji, jangan marah. Jangan membenci mereka atau diri kamu sendiri. Jangan terpuruk dan jangan menangis. Percayalah, apapun yang terjadi, siapapun kamu dan darimana asal kamu, aku tidak akan memperdulikan nya,” ujar Kai panjang lebar, lalu ia mendaratkan ciuman nya tepat di kening Kiara sebelum mengatakan kenyataan yang mungkin akan melukai hati Kiara.
__ADS_1
“Hem,” Kiara hanya mampu menganggukkan kepala nya, entah mengapa, belum mendengar penjelasan Kai, namun sudah membuat jantung nya berdetak begitu cepat.
Tes ...
Air mata Kiara lolos begitu saja saat mendengarkan penjelasan dari Kai. Kai yang merasa tak tega, ia ingin menghentikan perkataan nya, namun Kiara, ia masih ingin mendengar dengan jelas.Ia harus bisa kuat dan menahan diri, ia harus tahu asal usul nya, walau itu terasa sangat menyakitkan.
“Sayang ... “
“Hiks, hiks hiks. Ka- Kai, a- aku hiks hiks,” Kiara tidak bisa menahan air matanya lagi, ia sudah tidak bisa mengontrol emosi nya, air mata nya semakin deras mengalir, membuat hati Kai ikut merasakan sakit. Dengan cepat, ia pun segera menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan, ia peluk erat tubuh Kiara dan sesekali menciumi kepala nya dengan penuh rasa sayang.
“Ssstt, ada aku. Jangan seperti ini,” bisik Kai berusaha menenangkan hati Kiara.
__ADS_1
“A aku bukan siapa siapa Kai, a- aku anak haram. Hiks hiks hiks, ka- kalau sampai mama tahu, pasti mama akan sangat malu memiliki menantu seperti ku. Bagaimana bila orang luar tahu? Bagaimana kalau semua orang tahu bahwa aku bukan anak mama Rani. Aku akan membuat malu keluarga Nolan. Tidak Kai, itu juga akan menghancurkan nama baik kamu, nama baik papa Krish, mama Irish bahkan juga Bastian. Enggak, enggak Kai, a- aku .. “
“Kiara! Hey, cukup Kiara, cukup!” Seru Kai dengan tegas saat melihat emosi Kiara sudah tak terkontrol, dan setelah mendengar suara Kai yang sedikit meninggi, membuat tangis Kiara semakin pecah. Dan Kai pun semakin mengeratkan pelukan nya, berusaha menenangkan Kiara bahwa semua akan baik baik saja. Namun ketakutan di hati Kiara begitu besar, ia takut bila sampai dirinya mencoreng nama baik keluarga Nolan.
.
.
.
Masih belum ya Flashback nya 🙈🙈
__ADS_1
Sabaarrr ... orang sabar di sayang bang Kaisar 🙈😍😍😍😍