Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Terpuruk


__ADS_3

**Flashback on**!


Pagi pagi sekali, sekitar pukul lima, telfon di kediaman Nolan berdering. Awalnya, bibi lah yang mengangkat karena semua masih berada di dalam kamar. Setelah beberapa saat, Bibi memberanikan diri untuk membangunkan tuan Krish.


Cukup lama tuan Krish berbicara lewat telfon, lalu dan berulang kali pula ia menghela napas nya dengan berat. Setelah panggilan telfon terputus, tuan Krish segera memberitahukan istrinya, dan juga Kai.


Sementara Kai, ia juga mendapatkan kabar kurang mengenakkan dari asisten nya. Kabar tentang pesawat yang di tumpangi oleh mama Rani dan Zaskia. Karena takut membangunkan Kiara yang baru bisa terlelap, Kai pun memilih bangun dan pergi ke Bawah untuk menemui orang tuanya juga menelfon Fadil kembali untuk memastikan kabar tersebut.


Saat Kai dan kedua orang tua nya sedang membahas perihal tersebut, tiba tiba entah sejak kapan Kiara sudah berdiri di tengah tangga, air matanya sudah berlinang dan terisak. Keduanya saling diam dan menatap untuk sesaat, namun tiba tiba Kiara sedikit berlari ke arah Kai hingga akhirnya Kiara terjatuh di tangga.


“Sayang!” pekik Kai dan langsung berlari menghampiri Kiara.


“Auuwhh sshhh, sakitt!” ringis Kiara terus mencengkram perut nya, dan tanpa di sadari darah sudah mengucur dengan deras nya membasahi pakaian dan lantai yang di kenakan oleh Kiara.


Semua menjadi semakin panik, dengan cepat Kai langsung membawa Kiara ke rumah sakit, tanpa mengganti pakaian nya. Dia tidak memperdulikan pakaian yang ia pakai walau hanya sebuah kolor kotak kotak di atas lutut dan kaos putih polos.


Selama proses persalinan caesar, Kai dengan setia mendampingi Kiara, walaupun Kiara sudah tak sadarkan diri, namun Kai masih terus tak henti memberikan dukungan dengan berbisik, serta memanjatkan doa agar anak dan istrinya selamat.

__ADS_1


“Sayang, bertahan lah, demi anak kita. Kamu harus kuat, jangan tinggalkan aku,” bisik Kai yang tak hentinya ikut menangis di samping Kiara.


Tiga puluh menit, bayi sudah berhasil di keluarkan dari dalam perut Kiara, bayi nya berjenis kelamin laki laki, sehat dan selamat. Namun, kesehatan Kiara semakin menurun. Tekanan darahnya semakin rendah hingga dia membutuhkan banyak donor darah. Karena stok darah di rumah sakit tak memadai, dan dari keluarga Nolan tidak ada yang cocok dengan darah Kiara, tuan Krish pun akhirnya menghubungi tuan Hilton agar bisa membantu.


**Flashback off**.


Sejak kabar kematian mama Rani, kini Kiara semakin sering mengurung diri di kamar nya. Ia sangat merasa kehilangan sosok mama yang belum lama ini dekat dengan nya. Mengapa takdir sangat kejam padanya, mengapa Tuhan begitu tak adil padanya. Dalam satu tahun dirinya kehilangan tiga orang sekaligus dalam hidupnya. Maya, mama Rani dan juga Liam, sahabatnya. Zaskia masih menghilang, belum ada tanda tanda akan keberadaan nya, entah hidup atau mati.


“Sayang, jangan seperti ini, kasian Kenzo. Dia butuh kamu,” ujar mama Irish yang entah sudah ke berapa kalinya ia berusaha ikut membujuk agar Kiara tak bersedih lagi.


“Sayang, kita serahkan sama Allah ya Nak, kita pasrahkan semuanya. Kalau memang kakak kamu masih hidup, mama yakin, Allah akan menjaga nya seperti bagaimana dia menjaga kamu selama ini. Dan untuk William juga mama Rani, biarkan mereka tenang di sana yah, cukup kita doakan agar mereka di tempatkan disisi- Nya.”


“Tapi Mah- hiks hiks.”


“Sayang, Kiara sekarang sudah ada mama, papa, Bastian dan juga Kai dengan Kenzo. Apakah Kiara masih merasa sendiri hem?” tanya mama Irish membuat Kiara terdiam, “Kenzo masih kecil, dia belum bisa makan sendiri, dia masih sangat membutuhkan kamu. Kamu tega biarin Kenzo kelaparan hem?”


“Kenzo belum minum asi mah?” tanya Kiara dengan pandangan kosong menatap mama mertua nya, “Asi kiara sakit mah. Kenzo-“ perasaan bersalah nya semakin besar terhadap anak nya sendiri.

__ADS_1


Kiara terus menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu larut dalam rasa kehilangan nya sampai dia melupakan anaknya. Ia terus menangis dan meminta maaf kepada Kenzo dan juga semua orang yang ia temui. Terutama Kai, suaminya sudah cukup lelah membujuk Kia dalam beberapa hari ini, ia juga di buat pusing karena Kenzo terus menangis tidak mau di berikan susuu formula.


“Kenzo dimana Mah? Kai dimana? Ki- Kia harus menyusui Kenzo mah,” gumam nya Sambil matanya terus menatap sekeliling, namun walau begitu, pandangan mata Kiara masih tetap kosong.


“Kamu tunggu disini yah, biar mama ambil Kenzo.” Kiara hanya mengangguk melihat mama mertua nya pergi, lalu ia kembali menatap ke arah balkon, ia berjalan keluar. Menatap cerahnya langit pada siang itu, matahari begitu bersinar terang, burung burung beterbangan dan sepoi angin begitu menenangkan nya.


“Sayang!” pekik Kai saat melihat Kiara sudah berdiri di balkon, ia pun segera menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang sambil tangan satunya lagi menggendong baby Kenzo.


“Kai,” Kiara membalikkan tubuhnya, ia menatap raut wajah khawatir suaminya, namun ia malah tersenyum, lalu ia mengambil baby Kenzo dari tangan suaminya.


“”Sayang, ayo kita masuk.” Kata Kai sedikit takut, ia tahu bahwa kesehatan Kiara sedang tidak baik, dan ia sangat takut bila Kiara sampai melakukan hal yang di luar dugaan nya.


“Kai, aku mau disini. Kenzo juga masih mau disini ya Sayang, mau ***** sambil lihatin burung, iya yah.” Celoteh Kiara kepada putra nya.


Dengan perlahan, Kiara pun mulai mengeluarkan ASI-nya dan mendekatkan nya kepada mulut baby Kenzo, baru beberapa detik, ia kembali meringis, air matanya kembali luruh. Tak berapa lama, baby Kenzo pun menangis dengan kencang, lalu di ikuti oleh Kiara yang juga menangis.


“Kita masuk dulu,” Kai mengajak Kiara agar mau masuk ke dalam kamar, dan dengan terpaksa, Kiara pun mengikuti Kai.

__ADS_1


__ADS_2