Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Kebaya


__ADS_3

“Kai, kamu yakin aku pakai baju beginian?” tanya Kiara yang merasa sangat tidak nyaman dengan pakaian nya. Kini, dirinya memakai sebuah kebaya seragam seperti keluarga dari pihak Calvin, bukan apa, itu karena Kai juga memakai pakaian seragam, di tambah, ada salah satu saudara Calvin tidak bisa hadir, maka dari itu akhirnya Kiara yang menggantikan nya.


Sejak tadi, Kai hanya menatap Kiara dengan wajah datar saja. Bukan tidak suka, namun ia diam karena sedang berperang dengan batin nya, mengapa semakin lama dirinya semakin yakin bahwa ia menyukai Kiara. Entah karena apa, ia berusaha menampik bila ia menyukai gadis itu hanya karena penampilan, sudah beberapa kali ia melihat keterpurukan Kiara, dan entah mengapa, ia semakin tidak menyukai bila melihat gadis itu menangis. Ada perasaan kesal yang bercampur marah setiap kali melihat nya menangis, terlebih itu karena seorang William.


Sekuat tenaga, Kai berusaha membantah perasaan nya, ia tidak akan menjadi seorang penjilat. Ia tidak mau terlihat bodoh karena seorang gadis tomboi yang pernah ia hina, namun ia juga tidak bisa membohongi perasaan nya, ia tak suka Kiara lebih dekat dengan Bastian. Apakah ia cemburu, tentu saja TIDAK. Kai hanya tak suka, oke, tak suka. Bukan cemburu. Jadi jangan salah paham.


“Bang Kaiii!” seru Kiara memanyunkan bibir nya dengan kesal, karena sejak tadi Kai hanya menatap nya datar, sementara dirinya berulang kali melontarkan pertanyaan pada laki laki itu.

__ADS_1


“Sudahlah, kau pakai itu saja. Dan untuk sepatu mu ada di paper bag di atas meja, aku tunggu di bawah!” Kai memilih pergi meninggalkan kamar Kiara, ia tak ingin berlama lama terpesona gadis tomboi. Dan sepanjang jalan, ia terus merutuki kebodohan nya, ia menentang keras hatinya yang mengatakan bahwa Kiara hari ini sangat cantik, dengan balutan kebaya dan make up yang begitu sempurna.


Entah mengapa, ia jadi membayangkan, bagaimana bila Kiara memakai sebuah kebaya putih di hari pernikahan nya nanti. Memakai gaun pernikahan dan bersanding dengan nya, pasti akan jauh lebih menawan. Batin nya.


“Astaga, bodoh, bodoh,bodoh!” rutuk Kai memukul kepala nya sendiri, lalu ia segera menarik napas nya sedalam mungkin dan menghembuskan nya perlahan.


‘Kapan pulang ke Jakarta?’

__ADS_1


Sebuah pesan singkat dari mama nya, kembali membuat Kai berdecak kesal. Bagaimana tidak, dirinya baru sampai siang tadi, dan malam nya sudah di tanyakan kapan akan kembali ke Jakarta. Sebegitu takut nya kah mama Irish bila dirinya bertemu DIA di Bali.


Kai memilih untuk kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku jas. Ia begitu malas membalas chat dari mama nya yang menurut nya sangat tidak penting. Dirinya bukan anak kecil, dan ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan.


“Kai, bantuin,” panggil Kiara saat keluar dari lift. Perdana Kiara memakai sepatu hak tinggi, dan untung lah, Kai membelikan nya yang tidak terlalu tinggi, namun tetap saja, delapan centi, bagi gadis seperti Kiara, itu sudah sangat tinggi. Berbeda bila Zaskia yang memakai nya, jangankan delapan centi, dua belas centi pun, Zaskia bisa sambil lari maraton, mungkin.


Kai kembali menghela napas nya, ia berjalan kembali menuju lift untuk menjemput Kiara. Ia memberikan lengan nya , dan Kiara segera menggandeng lengan itu untuk membantu nya berjalan. Sekitar dua puluh menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel yang berada tak jauh dari pantai. Kai turun dari mobil lebih dulu, lalu ia membuka pintu juga untuk Kiara, saat Kiara baru saja turun, tiba tiba kaki nya hampir terpleset hingga membuat nya hampir jatuh, namun dengan cepat Kai langsung menahan tubuh Kiara, hingga membuat wajah keduanya begitu dekat.

__ADS_1


“Kai!” Suara seseorang mengejutkan Kai dan juga Kiara, membuat keduanya tersadar dan langsung memisahkan diri masing masing.


__ADS_2