Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Kenapa selalu menangis?


__ADS_3

Setelah menempuh kurang lebih tiga jam dari Jakarta, kini Kai dan Kia sudah sampai di sebuah Villa yang berada di Bali. Villa milik keluarga Calvin, Kai ingin menginap di hotel, namun Calvin melarangnya dan memaksa agar mereka tinggal di sana juga. Keluarga Calvin tak banyak yang hadir, karena kebanyakan memang sedang berada di luar negri, hanya beberapa kerabat dan sahabat. Terutama ayah nya, karena Calvin sudah tak memiliki ibu.


“Jadi ini calon istri mu?” tanya Calvin dengan tatapan penuh selidik, menatap Kiara dari atas hingga bawah.


“Jangan menatap nya seperti itu, kau mengerikan!” celetuk Kai tak suka.


“Oke, siapa nama mu tadi? Calvin? Oke, bolehkah aku tahu dimana kamar ku? Aku capek, pengen tidur. Acaranya masih sore nanti kan?” kata Kiara to the point, karena memang ia sangat lah lelah, bukan karena perjalanan. Tapi karena memang ia tidak tidur sejak kemarin. Memikirkan bagaimana Zaskia dan Liam mencari nya, namun tidak dengan mama Rani.


“Ah iya, kamar mu dan Kai ada di lantai tiga, Kalian bebas mau pilih yang mana.” Jawab Calvin menggelengkan kepala nya. Tanpa berkata lagi, Kiara pun segera naik menuju lift.

__ADS_1


Sementara Kai dan Calvin hanya menatap kepergian Kiara dengan menghela napas nya kasar, “Bukankah gadis itu yang waktu itu ku lihat di kantor mu?” tanya Calvin tanpa menatap pada Kai.


“Hemm, itulah gadis pilihan mama ku, awal nya kakak nya yang akan di jodohkan dengan ku, tapi berakhir padanya.” Seketika Calvin langsung menatap Kai dengan mengerutkan dahinya.


“Jadi dia jodoh pengganti?”


Calvin berdecak saat Kai tiba tiba meninggalkan nya begitu saja, padahal, ia masih ingin mengobrol dengan sahabat lama nya itu, “Ck, kau tidak berubah sejak dulu Kai. Dingin, hanya karena wanita seperti itu, kau sampai seperti itu.” Gumam Calvin dalam hatinya,


Kiara yang sejak awal ingin beristirahat sejenak, namun nyatanya gagal. Karena ia memilih untuk membuka ponsel nya, yang mengakibatkan begitu banyak notif masuk. Dan yang membuatnya langsung membuka notif notif itu karena ia melihat satu foto yang di kirimkan oleh Liam, dimana Zaskia terkapar dengan selang infus di tangan nya. Kiara tahu bahwa Zaskia sangat menyayangi nya, dan ini dia merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Ia terus menyalahkan dirinya, dan juga merutuki kebodohan nya. Sifat nya masih sangat ke kanak kanakan, andai ia bisa bersikap dewasa dan tidak mudah marah, maka Zaskia tidak akan masuk rumah sakit, pikirnya. Ia terus menangis terisak sambil terus mengamati foto Zaskia, hingga tiba tiba pintu kamar nya di ketuk untuk beberapa saat hingga akhirnya muncullah, laki laki yang tak ingin ia lihat. Kenapa saat dirinya sedang menangis atau hancur, kenapa laki laki itu terus ada di sekitar nya. Kenapa harus Kai yang selalu ada di saat dirinya seperti itu, batin nya menolak keras kedatangan Kai, namun nyatanya, tubuh nya berkata lain. Karena kini Kai memeluk nya, membuat hatinya merasa sedikit nyaman dan terenyuh.


“Kenapa kau selalu menangis?” tanya Kai dengan nada tak suka.


“Mana ku tahu, aku juga tidak ingin menangis begini. Apalagi menangis di depan mu hiks!” jawab Kiara masih terisak, tangan nya masih melingkar di perut Kai dan kepala nya masih bersandar di dadaa bidang itu.


“Kalau begitu jangan menangis!” geram Kai seperti menahan amarah.


“Aku juga gak tidak mau menangis! Tapi gimana? Air mata sialan ini terus muncul,mungkin dia tahu kalau ada kamu hiks hiks!” cetus Kiara, membuat Kai hanya mampu menghela napas nya dengan berat.

__ADS_1


__ADS_2