Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Bang Kai


__ADS_3

“Bang Kai mana Mah?” tanya Bastian saat ia di meja makan, namun sepi, hanya ada dirinya dan orang tua nya.


“Hush kamu ini, kenapa jadi seperti itu,” kata mama Irish menatap anak bungsu nya. Biasanya Bastian akan memanggil nama lengkap Kai, tapi pagi ini hanya memanggil Kai saja, membuatnya terdengar aneh.


“Hehehe, maaf Mah, kebiasaan. Lagian, mama yang ngasih nama loh hahaha.” Bastian kembali tergelak melihat mata mama Irish yang semakin menatap nya, “Iya iya Mah, abang Kaisar kemana?” ralat Bastian pada akhirnya.


“Tak tahu,” Mama Irish mengangkat kedua bahunya, ia juga menunggu Kia sejak tadi, namun dua manusia itu belum terlihat tanda tanda bahwa akan segera turun dan bergabung untuk ikut sarapan.


“Kia juga?” tanya Bastian dan mama Irish hanya menjawab nya dengan anggukan kepala, “Lagi cetak kali ya,” sambung Bastian tersenyum getir.

__ADS_1


“Sudah, sudah, Bastian segera selesaikan sarapan kamu. Habis itu kita berangkat,” kata papa Krish menengahi tebakan tebakan anak dan istrinya. Papa Krish bisa melihat perubahan pada wajah anak bungsu nya, ia ikut menghela napas nya dengan kasar saat melihat Bastian juga menghela napas nya.


****


Sementara itu, Zaskia sudah sejak tadi berjalan mondar mandir dengan sesekali melihat jam di tangan nya. Ia menunggu kedatangan Kiara, yang semalam sudah berjanji akan datang pagi ke rumah. Namun, nyatanya hingga siang hari Kia belum juga datang. Bahkan, sejak tadi zaskia juga sudah mencoba untuk menghubungi nomor Kiara, namun tidak di angkat, dan entah sudah berapa banyak chat wa yang ia kirimkan pada Kiara dan tidak mendapatkan balasan sama sekali.


“Kamu itu kemana sih Kia,” gumam Zaskia khawatir. Ia kembali mengingat semalam saat telfon terakhir, ia mendengar suara Kiara yang seperti orang menahan takut dan gugup Pikiran Zaskia melayang, ia berfikir bahwa Kiara dalam bahaya, atau terjadi sesuatu pada gadis itu.


“Kapan terakhir kamu menghubungi nya?” tanya Liam sambil menyetir mobil nya, kini keduanya sudah berada di mobil perjalanan menuju rumah keluarga Nolan.

__ADS_1


“Semalam, jam berapa yah? Aku lupa, pas kamu pulang, aku langsung menelfon Kia, tapi ya gitu. Dan ia kaya orang buru buru mematikan sambungan telfon nya, dan pas aku hubungi lagi, ternyata gak di angkat, terus putus. Dan tadi pagi udah nyambung lagi telfon nya, tapi tetep gak di angkat,” jelas Zaskia panjang lebar, ia sangat cemas memikirkan keadaan Kiara yang sejak semalam sedikit aneh menurut nya.


“Terus kenapa kamu gak bilang dari pagi tadi?”


“Ya mana ku tahu Liam, aku pikir dia akan sedikit telat. Kiara tidak pernah mengingkari janji nya sama aku. Tapi sampai jam segini, dia belum juga menelfon ku, malah ilang begini. Aku takut dia kenapa napa,” gumam Zaskia mengigit bibir nya saat merasa cemas.


Liam hanya menghela napas nya dengan kasar, lalu ia semakin menambah kecepatan mobil nya. Hatinya ikut khawatir melihat kecemasan di wajah Zaskia. Memang benar, Kiara selalu menepati janji nya, gadis itu tidak pernah menghilang tiba tiba seperti ini. Bahkan, saat dulu Kiara bertengkar dengan Zaskia, ia memilih kabur dari rumah, tapi ia pamit kepada Zaskia.


Bukan pamit secara langsung, ia mengirimkan foto dan chat yang berisi alamat dimana ia akan menginap malam itu. Dan dengan polos nya, Kiara menulis pesan, “Aku kabur kesini, jadi jangan khawatir!Aku juga bisa bela diri, jadi kalau ada yang macem macem, aku akan membayangkan kalau orang itu adalah kakak, biar aku bisa memukulnya!”

__ADS_1


Sontak saja, Zaskia yang awalnya marah dan kesal langsung tertawa melihat tingkah Kiara. Dan saat itu, Zaskia langsung mendatangi tempat dimana Kiara berada, dan memutuskan untuk ikut menginap di kamar sebelah nya.


__ADS_2