Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Makan malam


__ADS_3

Kai sengaja pulang lebih awal, karena ia akan menghadiri acara makan malam dengan klien nya jam tuju nanti. Dan tanpa ia duga, ia akan mendapatkan kejutan dari Kiara yang mengutarakan niat baik nya. Tak apa, walau masih ada sembilan pintu lagi yang harus ia taklukkan, namun ia akan berusaha.


Dan bila Kiara sudah jelas mau membuka hati untuk na, maka ia juga akan berusaha sekuat mungkin untuk mengurangi ego nya.


“Kalian mau kemana?” tanya mama Irish saat melihat Kai dan Kia sudah rapi dengan pakaian formal.


“Kai ada makan malam sama klien Mah.”


“Kia ikut?” tanya mama Irish lagi sedikit kecewa, pasal nya, tadi suami nya mengabari bahwa ia akan pulang larut bersama Bastian, karena ada sedikit masalah di rumah sakit. Dan kini, malah dirinya juga akan di tinggal oleh duo K.


“Hehehe, iya Mah. Habisnya bosen seharian di kurung kaya burung. Jadi Kia mau ikut, biar sekalian cari angin,” jawab Kia dengan menyengir kuda. Awal nya, Kia tidak ingin ikut. Namun, Kai memaksa dan mengatakan bahwa ini adalah cara untuk membuat keduanya semakin dekat. Akhirnya Kiara mengiyakan, ia mau ikut.


“Yahhh ... “


“Lagian mama kenapa sih tumben? Susul aja papa di sana, Kai sama Kia buru buru Mah, duluan yah.” Kai mencium pipi kanan dan diri mama nya, lalu ia segera berjalan mendahului Kia ke mobil.

__ADS_1


“Baiklah, semoga acara kalian sukses dan lancar.” Ucap mama Irish tersenyum lega pada Kiara, Meskipun sedih karena tidak ada teman, namun ia juga lega melihat anak dan menantu nya sudah akur.


“Kamu cantik,” gumam Kai pelan, selama perjalanan setiap ada kesempatan Kai selalu mencuri pandang menatap ke arah samping nya.


“Hah, kamu bilang apa?” tanya Kiara seolah tidak mendengar.


“Tidak, aku tidak bicara apapun.” Kilah Kai lalu fokus pada setir nya.


“Ayolah Kai, akui saja, istri mu ini memang lah cantik. Bahkan sejak aku lahir, sudah cantik. Hanya saja mata kamu sedikit burem makanya kamu tidak melihat kecantikan ku selama ini,” ujar Kiara terkekeh geli sendiri dengan ucapan nya.


“Selamat malam tuan Kaisar,” sapa salah seorang klien nya yang ternyata sudah cukup berumur, “Dan—," tuan Hilton tampak menghentikan ucapan nya lantaran belum tahu siapa nama wanita yang di bawa Kaisar.


“Oh, ini istri saya. Kiara,” ucap Kai memperkenalkan Kiara dengan klien nya, namun keduanya malah saling menatap dengan pandangan penuh kebingungan. “Sayang, ini tuan Hilton. Dialah yang akan bekerja sama dengan perusahaan baru kita.”


“Ki-Kiara,” ucap Kiara mengulurkan tangan nya, matanya masi menatap pada tuan Hilton. Lalu seolah tersadar, Kiara berganti menatap suami nya, “Tunggu, kita?” Kiara kembali mengerutkan dahinya.

__ADS_1


“Hem, perusahaan baru. Papa yang memberikan nya untuk hadiah pernikahan kita, dan tuan Hilton ini adalah klien pertama yang akan bergabung dengan perusahaan baru itu.” Jelas Kai, membuat Kiara terbelalak.


Semudah itu suami dan mertua nya membuat perusahaan baru? Apakah bagi mereka membuat perusahaan seperti membuka warung kopi. Batin Kiara.


Sungguh ia tidak mengerti dengan jalan pemikiran keluarga baru nya. Ia memang bukan orang susah, kebutuhan nya selalu terpenuhi, namun ia tidak menyangka bahwa akan memiliki keluarga yang jauh lebih kaya dari nya. Ah maksudnya dari mama Rani, karena sejatinya Kiara memang tak memiliki apapun.


.


.


.


.


Penampilan Kiara saat makan malam ...

__ADS_1



__ADS_2