
“Adelia?” gumam Kai dan Kia bersamaan menatap bingung pada tuan Hilton. Pasalnya, ini bukan kali pertama tuan Hilton menyebut Kiara sebagai Adelia, yang mereka sendiri tidak tahu siapa itu Adelia.
“Ahh, saya ingat. Om yang menolong saya waktu di Bali kan?” kata Kiara setelah mengingat sosok pria paruh baya di depan nya. “Iya, Om yang menolong saya, karena saya melihat foto anda ada di Vila itu. Iya, sekarang saya ingat karena di sana saya melihat foto anda berada di kamar itu.”
“Kamar? Bali? Maksud kamu?” tanya Kai langsung mendelik menatap Kiara.
“Jangan mulai deh Kai, om ini yang udah nyelametin aku pas di Bali. Pas kamu telantarin aku dan aku pingsan di pantai sendirian, kedinginan, dan kesepian.” Tekan Kiara menatap Kai tajam. Ia kembali mengingat saat saat dirinya di ajak ke Bali hanya untuk di telantarkan oleh Kai di acara pernikahan Calvin.
“Ah, jadi kamu yang di bawa Bastian di sana.” Saut tuan Hilton tersenyum.
__ADS_1
“bastian?” gumam Kai dan Kia lagi bersamaan.
“Ah, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Kita bisa sekalian mengobrol dan menjelaskan semuanya,” tawar tuan Hilton yang langsung di setujui oleh Kiara.
“Oke, kuy Om.” Kata Kiara dengan semangat.
“Sayang,” Kai langsung menatap Kiara seolah meminta jawaban dari semua pertanyaan nya.
Saat itu, Bastian datang terlambat karena harus menyelesaikan pekerjaan nya dulu. Dan saat ia baru sampai di tempat acara, ia melihat Kiara seorang diri saat makan. Ia hendak mendekati Kiara, namun teman teman nya Memanggil nya, teman teman yang sudah lama tak bertemu dengan nya. Akhirnya, ia memilih mengobrol sambil sesekali memantau keadaan Kiara. Hingga saat Kiara menjauh ingin mencari udara segar, Bastian meninggalkan teman teman nya dan mengikuti Kiara.
__ADS_1
Ia sempat kehilangan jejak, namun tak lama, ia berhasil menemukan Kiara setelah mendengar suara jeritan Kiara malam itu. Kiara jatuh pingsan, ia sangat marah kepada Kai. Ingin memberikan kakak nya pelajaran, akhirnya Bastian menghubungi tuan Hilton dan meminjam Vila nya. Jangan tanya darimana Bastian mengenal tuan Hilton, itu karena tuan Hilton juga salah satu pemegang saham di rumah sakit nya. Dan juga, ia adalah om dari sahabat nya.
“Saya tidak tahu, bahwa wanita yang di bawa Bastian adalah istri anda tuan Kaisar. Maafkan saya karena saya tidak datang di hari pernikahan kalian waktu itu.” Ujar tuan Hilton yang sejak tadi terus menatap wajah Kiara yang sedang memainkan sedotan nya di gelas.
‘Adik lucknat. Bisa bisa nya dia yang menyembunyikan Kiara waktu itu, tapi berpura pura tidak tahu dan buru buru kembali ke Jakarta.’ Gumam Kai begitu marah dan kesal.
“Lantas, mengapa anda memanggil saya dengan sebutan Adelia?” tanya Kiara yang sejak tadi sudah sangat penasaran, mengapa setiap kali mereka bertemu tuan Hilton selalu memanggil nya dengan nama Adelia.
“Karena wajah kamu mirip dengan orang yang ku kenal. Seseorang yang sedang kucari sekian lama, dan wajah kamu sangat mirip dengan nya,” jawab tuan Hilton tersenyum getir.
__ADS_1
“Siapa?” tanya Kiara dan Kai bersamaan.