
Euughhh
Kiara membuka matanya secara perlahan, ia menyesuaikan sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kamar nya, ah ralat, kamar Kai maksudnya.
“Hooaam,, jam berapa sih ini,” gumam Kiara sambil mengucek mata. Ia pun melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidur, “Jam setengah tuju, hoaamm, cepet banget sih.” Keluhnya, lalu ia hendak mandi dan bersiap, namun saat ia baru beranjak dari tempat tidur, hidung nya tanpa sengaja mengendus aroma makanan yang begitu menggoda, hingga membuat perut nya seketika berdemo menuntut makanan.
“Kenapa seperti bau masakan, tapi siapa yang memasak? Ah apakah jangan jangan manusia kasar itu menyuruh seseorang untuk memasak untukku? Wooaahh baik sekali dia,” gumam Kia terkekeh sendiri.
Karena sudah merasa sangat lapar, dan mengira bahwa itu adalah pembantu suruhan Kai, akhirnya Kia langsung keluar begitu saja, tanpa memperdulikan penampilan nya. Ah ralat, bukan tak memperdulikan, namun Kiara tidak sadar dengan apa yang ia kenakan, karena seumur hidup, baru kali ini ia mengenakan pakaian tidur yang sangat terbuka.
“Lah, kok gak ada orang?” gumam Kiara saat sampai di dapur ia tidak menemukan siapapun, namun, ia mendengar suara gemercik air dari arah dalam kamar mandi tamu, “Oh, mungkin lagi ke toilet.”
__ADS_1
Mata Kiara langsung berbinar saat melihat sepiring nasi goreng, lengkap dengan telur ceplok setengah matang dan kentang goreng sudah tersaji di meja makan. Tanpa menunggu lagi, Kiara pun langsung memakan nasi goreng nya begitu saja.
“Oh shitt!”umpat Kaisar saat di dalam kamar mandi, setelah beberapa menit, ia sudah menyelesaikan ritual nya. Ritual yang sangat ia benci, terlebih ritual itu ia lakukan karena seorang gadis tomboi yang begitu bar bar, astaga, setiap kali Kai mengingat nya, rasanya ia ingin membenturkan kepala nya pada tembok kamar mandi.
“Ternyata manusia kasar itu begitu pandai memilih juru masak, makanan nya sangat enak, hanya saja mengapa telur nya belum matang, hemm,” gumam Kiara sambil terus menyendok kan nasi goreng ke mulut nya.
“Hanya tinggal makan, kenapa banyak protes! Terimakasih,” sindir Kai tiba tiba muncul dari arah toilet, membuat Kiara sukses langsung tersedak.
Menghela nafas nya berat, Kai segera menuangkan air minum dan memberikan nya pada Kiara. Masih berdecak, ia menatap penampilan gadis itu kembali, dan itu membuat nya ingin mengumpat kasar kembali.
Sementara Kiara yang baru saja meneguk air minum nya, ia langsung menatap Kai dengan tatapan kesal. Namun, beberapa detik kemudian, ia mengerutkan dahinya saat tanpa sengaja menatap mata Kai dan Kai sama sekali tidak menatap matanya, melainkan ...
__ADS_1
Kiara langsung menundukkan kepala nya, seketika itu juga ia baru tersadar dengan apa yang melekat di tubuh nya saat ini. “Aaaaaaaaaaaa!” jerit Kiara dan langsung hendak berlari ke dalam kamar.
Brukkk!
Kaki Kiara tanpa sengaja tersandung kaki kursi, hingga membuat nya terjatuh dan menimpa tubuh Kaisar. Kaisar semakin susah menelan saliva nya saat kini matanya benar benar tepat berada di depan dua buah yang sangat menggiurkan dan sangat membuat siapapun yang melihatnya pasti ingin melahap dan memakan nya.
“Shittt! Sialan!” jerit Kai dalam hatinya, dan dengan cepat, ia segera menggulingkan tubuh Kiara, hingga kini posisi keduanya berbalik dengan Kiara yang berada di bawah nya.
.
.
__ADS_1
Hayooo, gimana gimana?? Kok Momy ikutan histeris ya pas nulis part ini hahahahaha...