
Kai menghela napas nya dengan kasar, ia kembali berfikir apakah ini saat nya dirinya harus jujur kepada Kiara. Ia kembali teringat akan kata kata Bastian yang kemarin di kirimkan lewat chat wa nya, saat ia meminta tolong kepada Bastian agar menemani Kiara selama acara pernikahan Liam dan Zaskia.
‘Lebih baik, abang jujur sama Kiara. Jangan sampai, dia tau dari orang lain, atau bahkan melihatnya sendiri. Aku khawatir, abang malah akan menyakiti nya. Kalau memang niat abang hanya untuk menolong, tidak ada salahnya abang jujur pada Kiara, dia berhak tahu karena dia istri abang. Kecuali, kalau memang abang berniat menduakan nya, atau mau kembali sama Maya, maka lepaskan Kiara. Biar Bastian yang akan menjaga nya. Tidak ada salahnya kok, turun ranjang, Bastian juga yakin, mama akan merestui nya!’
__ADS_1
Pesan yang di kirimkan Bastian, sempat menyulut emosi nya. Terlebih saat Bastian mengatakan bahwa dia siap menggantikan nya, Kiara bisa turun ranjang dan menikah dengan nya. Hah, Kai tidak akan membiarkan itu, maka sebab itu ia terus menghubungi Calvin agar segera datang ke Jakarta dan ia bisa segera pulang untuk menjaga Kiara sendiri.
“Apakah sulit untuk bicara? Ah, atau kamu sulit untuk jujur? Sebesar itukah sampai tak bisa jujur padaku?” tanya Kiara sekali lagi, ia mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Kai, hatinya sudah cukup merasa kecewa karena Kai tidak bisa menjelaskan dengan detail, ia hanya meminta maaf tanpa mengatakan apa kesalahan nya.
__ADS_1
“Aku akan jelaskan semuanya, tapi aku mohon, jangan marah lagi.” Ucap Kai nampak menghela napas nya dengan berat, lalu ia pun mulai menjelaskan kemana, dengan siapa dan apa saja yang ia lakukan di luar sana.
Cinta? Yah, Kiara akui dia sudah mencintai suaminya. Entah Sejak kapan perasaan itu ada dan bersarang di hatinya. Nyatanya, sejak kehadiran Kai di hidup Kia, ia sudah bisa melupakan Liam. Dan berkat Kai juga, Kia bisa mengikhlaskan Liam untuk kakak nya. Meski awalnya, ia meminta waktu, mencoba ikhlas menerima, membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya seperti air. Namun, bila seperti ini, ia merasa takut, karena salah satunya ia sudah menyerahkan hidupnya pada Kai, bahkan ia sudah memberikan mahkota berharga nya untuk Kai, dan apakah secepat itu dirinya akan menjanda?
__ADS_1
“Ka- Kai ...” gumam Kiara sedikit terbata, tubuhnya bergetar, dan air matanya lolos begitu saja. Sekuat apapun ia menahan dan berusaha kuat, nyatanya ia tidak bisa. Bayangan demi bayangan itu menghantuinya, membayangkan bagaimana Kai dan Maya berada di sana berdua dan Kia juga mengira bahwa Kai masih begitu mencintai Maya. Hati siapa yang kuat membayangkan hal seperti itu?
Seolah tahu dengan ketakutan yang Kiara rasakan, Kai segera bangkit lalu duduk di samping Kiara dan segera merengkuh nya, “Maafin aku, maafin aku Ra. Aku janji tidak akan kemana mana, dan aku tidak akan meninggalkan kamu,” bisik Kai malah semakin membuat tangis Kiara pecah.
__ADS_1