
Holaaa, bonus malam minggu nih. Nah kan, total mommy update 4bab disini dan 4 bab di sebelah ( HOT DADDY ) so, jangan lupa berikan mommy hadiah berupa like dan komen. Mau kasih gift juga boleh, tpi gak maksa yah. Pokoknya, setiap mom baca komen aja udh bikin bahagia. Jadi jangan pelit, biar mommy juga gak pelit 🤣🤣🤣 Dahlah, cus happy reading semuanya, selamat malmink 🥰🥰😘
.
.
.
“Halo baby Kenzo, maafin mama yaa. Beberapa hari ini, mama mengabaikan kamu, maafin mama yang belum bisa jadi mama yang baik untuk kamu. Mama janji, mulai sekarang, mama tidak akan mengabaikan kamu lagi, maafin mama.” Gumam Kiara setengah berbisik sambil menatap wajah damai putra nya yang sedang tertidur pulas.
Cklek!
Pintu kamar baby Kenzo terbuka, membuat Kiara langsung mengalihkan pandangan nya dan melihat siapa yang masuk. Kai, berjalan dengan perlahan sambil sesekali menggelengkan kepalanya kecil, setelah jarak mereka begitu dekat, Kai mendudukkan dirinya di samping kepala Kiara.
“Kenapa kamu disini hem?” tanya Kai begitu lembut, ia mengangkat kepala Kiara dan meletakkan nya di paha.
“Aku sudah mengabaikan Kenzo beberapa hari ini. Aku terlalu memikirkan mama dan Liam, juga kakak. Aku sampai mengabaikan orang orang yang di sekeliling ku, maafin aku.” Gumam Kiara memeluk perut Kai, ia membelakangi baby Kenzo untuk sesaat.
__ADS_1
“Jangan seperti itu lagi, aku mohon.”
“Hem, aku akan berusaha ikhlas. Aku sadar, pada saat nya, semua orang akan pergi.” Desis Kiara yang kembali meneteskan air matanya lagi.
“Udah dong, aku gak mau lihat kamu nangis begini lagi. Nanti Kenzo bangun, kamu gak malu hem, masa mama nya nangis padahal anak nya anteng.”
Kiara cemberut dan sedikit mendengus, membuat Kai langsung menggeser tubuh istrinya dan ikut merebahkan diri di belakang Kiara. Kai merentangkan sebelah tangan nya agar bisa di buat bantal oleh Kiara, sambil mengusap lembut rambut Kiara, matanya juga tak henti mengamati bayi pertama mereka yang baru berumur kurang dari satu bulan tersebut.
“Kamu lihat, hidung nya persis kaya kamu,” gumam Kiara mencolek sedikit hidung Kenzo.
“Hem, dan bibir nya tipis seperti kamu, semoga dia tidak akan se cerewet mama nya.”
“Sayang, itu bukan kanebo, tapi cool.”
“Kamu pikir anak kita kulkas, pakai cool segala!” decak Kiara sedikit kesal, “Apapun itu, aku berharap, kelak anak kita menjadi anak yang berbakti, baik hati, rendah hati dan pintar seperti papa nya.” Doa Kiara dengan senyum mengembang menghiasi wajah nya.
“Besok kita adakan photo shoot,” ajak Kai, dan langsung di setujui oleh Kiara. Hatinya kini sudah kembali menghangat karena saran dari mama Irish siang tadi, dan juga dukungan dan doa dari suaminya yang tak henti henti terus menghibur dirinya.
__ADS_1
****
“Iya mah, iya. Ini Bastian lagi otw ini.” kata Bastian sambil berjalan dengan sedikit tergesa.
“Kamu ini dari tadi begitu terus. Kamu gak kasihan ini sama Kenzo nangis terus!” omel mama Irish dari seberang sana membuat Bastian otomatis menjauhkan ponsel dari telinga nya.
“Astaga Mama, Bastian udah bolak balik tiga kali loh kesini. Dan ini Bastian masih menunggu pelayan mengambil barang nya!”
“Kamu ini lelet banget sih!”
“Mah, yang punya anak bang Kaisar sama Kiara kenapa selalu Bastian yang di katain sihhh!” seru Bastian karena sudah lelah. Dirinya baru pulang dari kerja, dan dengan enaknya abang serta kakak ipar nya itu pergi dan menitipkan baby Kenzo pada dirinya dan sang mama.
Pengasuh Kenzo sedang tidak ada, sudah dua hari sedang pulang ke kampung halaman karena ibu nya sakit. Maka dari itu, Bastian kini sedang berada di supermarket untuk membeli pampes serta cemilan untuk baby Kenzo.
Kini umur baby Kenzo sudah sepuluh bulan, anak tuyul itu sedang suka sukanya belajar berjalan. Sejak tadi, Bastian membeli popok selalu salah, hingga saat terakhir mama Irish baru mengirimkan nya gambar merk yang biasa di pakai oleh Kenzo. Dan saat Bastian sudah pulang baru sampai di setengah perjalanan nya, mama Irish kembali menelfon nya untuk membeli beberapa cemilan dan makanan untuk Kenzo.
Maka dari itu Bastian merasa sangat lama karena memang yang ia beli tidak banyak. Dan juga, ini bukan tugas nya, jangankan dirinya, bahkan Bastian yakin, bila Kai yang di suruh membeli beberapa makanan dan keperluan Kenzo, maka dia juga akan kewalahan.
__ADS_1
‘Sabar, sabar, untung ini mama sendiri, coba mama orang, udah aku tuker loak!’ gerutu Bastian sambil memasukkan barang belanjaan nya asal ke dalam mobil dan ia sampai membanting pintu mobil saking kesal nya.