Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Perdebatan


__ADS_3

“Kiara, kamu di suruh mengantarkan berkas ini ke tuan Kaisar.” Ujar seorang karyawan yang jabatan nya bisa di bilang di atas Kiara. Namun, entah mengapa, ia tiba tiba memberikan sebuah berkas dan menyuruh nya, padahal ini tidak ada kaitan nya dnegan pekerjaan nya.


“Tapi Bu, ini kan—"


“Udahlah Kia, jangan banyak bertanya. Buruan kamu antar atau kamu akan dapat masalah.”


“Loh loh loh, kok aku yang kena masalah, ini kan pekerjaan ibu, kenapa jadi saya?” Kiara tak habis pikir, mengapa beberapa hari ini begitu banyak yang menyuruh nya untuk menghadap manusia kasar.

__ADS_1


Karena tidak tega, Kiara pun akhirnya mengambil berkas itu dan segera mengantarkan nya pada Kaisar. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, dimana Kaisar tiba tiba pulang dari rumah nya saat mengantarkan nya setelah makan malam, menurut Kiara sifat Kaisar semakin menjadi. Kaisar menjadi lebih dingin dan semakin menjengkelkan, selalu memberikan nya lembur, bahkan saat jam makan siang, Kaira sampai tidak bisa keluar untuk istirahat, ia selalu makan siang di meja nya dan sambil bekerja.


Tanpa mengetuk pintu, Kiara langsung membuka pintu ruangan Kaisar begitu saja. Ia pun langsung berjalan menuju meja kerja Kaisar dan meletakkan berkas itu tepat di atas map yang tengah di kerjai oleh Kaisar.


“Kiara!” sentak Kaisar marah, karena ulah Kiara, hampir saja ia merusak berkas penting.


“Kamu itu jangan ke kanak- kanakan yah! Kenapa sih kamu itu selalu saja mengusikku. Aku capek, dan kamu tahu jelas, ini bukan pekerjaan ku, kenapa kamu selalu memberikan ku pekerjaan yang bukan jalur ku!” seru Kiara mengeluarkan unek unek nya selama beberapa hari ini, “Kamu tahu, ini jam makan siang, dan selalu saja kamu buat aku gak bisa keluar makan siang sama temen temen ku! Bener bener manusia kasar gak ada akhlak!”

__ADS_1


“Aku? Memberikan mu pekerjaan lain?” tanya Kaisar mengulang pertanyaan Kiara, lalu sedetik kemudian, ia langsung tertawa dnegan begitu keras.


“Harusnya, aku yang bertanya, kenapa kamu selalu mengganggu ku. Tentu saja ini bukan pekerjaan mu, mengapa kamu selalu datang dan mengganggu waktu ku. Dan untuk keluar makan siang? Kau pikir aku perduli,” kata Kaisar remeh,”Ah satu lagi, gara gara kecerobohan kamu, hampir saja kamu merusak berkas penting ini!” serunya, dan kini ia memberikan tatapan pada Kiara dnegan lebih tajam.


Untuk sesaat, Kiara sempat terdiam. Mengapa Kaisar berkata seperti itu, apakah ia mau menghapus jejak? Atau berpura pura tidak mengerjai nya lagi, atau apakah memang ada oknum lain yang ingin mengerjai dirinya.


“Kamu pikir aku sudi berada disini hanya untuk mengantarkan beberapa berkas dan minuman untuk manusia kasar seperti mu.Dan apakah kamu pikir aku senang? Tidak! Kalau bukan karena mereka memaksa dan selalu bilang ini perintah mu, aku tidak akan sudi!”

__ADS_1


“Kau!” Kaisar langsung berdiri dan menunjuk wajah Kiara dnegan telunjuk nya. Ia tak habis pikir, mengapa ada gadis seperti Kiara yang tidak pernah takut pada siapa pun. Bahkan dirinya, selalu pimpinan nya, Dan satu lagi, ia juga heran, di saat semua karyawan nya begitu memuja dirinya, mengapa Kiara malah acuh dan membenci nya. Awal nya, ia berfikir bahwa Kiara hanya jual mahal dan sok tidak tertarik padanya, namun kini ia baru sadar bahwa gadis itu benar- benar tidak tertarik padanya.


__ADS_2