Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
GAGAL TOTAL


__ADS_3

“Mama!” seru Bastian begitu terkejut saat melihat mama nya datang bersama dengan papa.


Uhukk uhuukk huukk


Nisa langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat mendengar Bastian menyebut nama mama pada tamu papa nya yang baru saja datang. Bagaimana bisa, ia bahkan sampai menatap Bastian dengan mulut menganga.


‘Perasaan gue gak enak banget, sumpah!” gumam Nisa dalam hati.


“Halo Jeng Irish, apa kabar.” Mama Melda bangkir dari tempat duduk nya dan menghampiri mama Irish dan papa Krish.


“Alhamdulilah, baik, kamu gimana? Aku pikir masih di rumah sakit.” Kata mama Irish, untuk sesaat, dua wanita paruh baya itu saling cipika cipiki dan basa basi, sementara Nisa dan Bastian saling menatap dan menelan saliva nya dengan susah.


“Baiklah, mari kita lanjutkan obrolan kita sambil nge teh di sana,” ajak papa Doni dengan menunjuk salah satu ruangan santai di dekat kolam renang.

__ADS_1


“Bas, itu orang tua lo?” tanya Nisa dnegan wajah datar nya, karena dirinya masih syok dan speechless.


“Hem, kenapa mereka bisa disini?” jawab Bastian lirih sambil menghela nafas panjang nya.


“Mereka orang tua yang mau di jodohin sama aku!” rengek Nisa seolah ingin menangis, “Berarti cowok itu, ka mu ... “


“Hah! Jadi kamu perempuan yang mau di jodohin sama aku juga?” pekik Bastian langsung menatap ke arah Nisa.


“Tapi, darimana kamu tahu kalau orang tua kita akan saling menjodohkan?” tanya Bastian mengerutkan dahinya.


“Mama aku tuh sering telfonan sama mama kamu! Aku sering banget denger mama nyebut Jeng Irish,” cetus Nisa menghela napas kasar lagi, “Eh tunggu, kali aja yang mau di jodohin sama aku bukan kamu, bisa aja adik atau kakak kamu? Anak mama kamu bukan Cuma kamu kan? Aku gak bisa bayangin kalau ternyata yang mereka maksud itu kamu.” Imbuh Nisa bergidik ngeri.


“Maksud kamu apa? Anak mama ku Cuma dua!” seru Bastian langsung menyenggol bahu Nisa, kini keduanya masih duduk di meja makan karena merasa tak akan mampu bergabung dengan para orang tua.

__ADS_1


“Nah itu, kan ada dua anak nya. Bisa aja siapa kamu itu, adek kamu? Atau kakak kamu itu.”


“Kakak ku sudah menikah! Dan si Kenzo itu anak pertama mereka, lo mau di gorok sama istrinya kalau mau di nikahi sama bang Kaisar!” cetus Bastian tak suka mendengar cibiran Nisa yang seolah bahwa dirinya sangat buruk.


“Eh, hehehe sorry. Aku mana tahu, “ kata Nisa menyengir kuda, “Terus ini gimana ini?” rengek nya lagi dengan frustasi.


“Kalian mau sampai kapan bermesraan nya? Ayo sini, kita lanjut bicara, biar segera SAH dan cepat halal, setelah itu kalian bebas mau melakukan apa.” Kata mama Melda seketika membuat Bastian dan Nisa langsung menoleh.


“Nah kan bener firasat gue!” seru Nisa pelan dan memukul mukul kecil kepalanya, “Sia sia kabur gue selama ini, kalau ending nya seperti ini huaaa.”


Sementara Bastian, ia hanya terdiam seolah memikirkan sesuatu. Sejujurnya ia masih sangat terkejut, bahwa ternyata dirinya dan Nisa akan di jodohkan, dan bagaimana bisa ia terjebak dalam rencana nya sendiri. Niat hati ingin menggagalkan, namun ternyata malah mempermudah jalan para orang tua. Frustasi, itulah yang di rasakan Bastian, ia tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini.


‘Damt!!” umpat nya dalam hati saat dirinya tak menemukan jawaban apapun dari dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2