
“Bagaimana? Kamu belum menemukan dimana Kia?” tanya Zaskia dengan wajah cemas nya, sejak kepergian Kia, ia sama sekali tidak bisa tidur dan makan dengan benar. Sudah dua hari Kia menghilang bak di telan bumi. Dan Zaskia sangat mencemaskan keberadaan adik kesayangan nya, meski ia tahu bahwa Kiara bukanlah anak dari mama nya, namun ia sangat menyayangi Kiara.
“Aku pasti akan menemukan dimana Kia, tapi aku mohon, kamu makan dulu. Kamu bisa sakit kalau seperti ini terus.” Liam terus berusaha membujuk agar Zaskia mau memakan makanan yang ia bawa. Selama dua hari ini, Liam terus mendatangi Zaskia, bahkan ia sampai rela meninggalkan pekerjaan nya demi menghibur Zaskia dan mencari keberadaan Kiara.
“Tapi Liam, bagaimana bisa aku makan, gimana kalau Kia di luar sana belum makan, atau bahkan ia tidak tidur. Liam, cepat cari Kia, dia dimana hiks hiks dia sendirian,” Zaskia kembali terisak setiap kali mengingat nasib adik nya.
Hatinya ikut sakit saat mengingat sosok Kia, sebenarnya ia tidak tega, namun ia juga tidak bisa melakukan apapun, karena ini juga menyangkut perasaan mama kandung nya.
“Za, dia pasti baik baik saja. Kamu lupa siapa Kia? Dia gadis yang kuat, dan juga, ia membawa uang, pasti dia juga sudah makan, percaya sama aku.” Liam terus berusaha meyakinkan Zaskia, walau sebenar nya, jauh di dalam lubuk hatinya juga sangat mengkhawatirkan Kiara.
Liam sudah mendengar semua penjelasan dari Kiara, dan ia juga sudah Mengetahui fakta tentang Kiara yang sesungguhnya. Setelah sekian lama, akhirnya ia menemukan jawaban mengapa Kiara selalu di bedakan oleh mama nya, dan Liam jadi tahu, alasan Kiara menjadi sosok seperti yang sekarang.
Liam tahu, bahwa Kiara menjadi tomboi karena membentengi dirinya sendiri, agar ia bisa terlihat kuat dan tegar. Namun dalam hatinya, gadis itu sangat rapuh, Liam bisa merasakan nya, terlebih saat Kiara selalu curhat mengatakan bila ia habis bertengkar dengan mama Rani. Dan kini, rasa penasaran nya terjawab sudah, itu semua karena Kiara bukanlah anak kandung mama Rani.
****
Kiara messege Bastian
__ADS_1
“Dimana Bas?”
“Baru mau balik. Dimana kamu? Kenapa baru aktif?”
“Kia, Zaskia sama Liam terus menghubungi ku nanyain kamu, kamu kemana? Dimana sekarang?”
“Aku di hatimu, 😋."
“Kiara!”
“Hehehe, iya iya, aku sharelock, kamu kesini yah, tapi jangan bilang sama Liam atau Zaskia, plis.”
Kiara pun segera mengirimkan lokasinya terkini, lalu setelah itu ia kembali mematikan ponsel nya agar nomor nya tidak aktif. Tak berapa lama, ia mendengar suara pintu terbuka, ia sempat mengerutkan dahinya saat menyadari bahwa Kai masih berada di luar kota. Dan ia baru akan datang besok pagi. Kiara segera mengambil sebuah botol, untuk berjaga jaga menyambut siapa yang datang.
Kyaaaaa!
“Auuwhhh! Sakit woyyy!” teriak seorang laki laki setelah mendapatkan serangan dari Kiara. Ia mengenali suara itu, lalu ia membuka matanya dan melihat siapa orang yang ia pukul dengan botol tersebut.
__ADS_1
“Bastian!” seru nya terkejut.
“Kiara, sumpah kamu jahat banget!” Bastian meringis dan langsung terduduk di lantai dengan bersila.
Dahinya sedikit lebam karena pukulan dari Kiara, mungkin bila botol itu kosong tidak akan sakit. Sementara ini botol yang masih penuh dengan air, dan Kiara memukul nya berulang kali.
“Sorry Bas, lagian kenapa kamu bisa tahu aku disini?” tanya Kiara tak enak hati, “Kamu tunggu disini, aku ambilkan minyak. Kayaknya ada deh, aku tadi lihat.”
Kiara segera bangkit untuk mencari keberadaan minyak gosok, setelah mendapatkan nya, ia kembali duduk bersila juga di depan Bastian dan mengoleskan minyak tersebut di dahinya.
“Apa yang kalian lakukan!” tiba tiba suara teriakan dari depan pintu membuat Kiara dan Bastian langsung menoleh dan menatap sosok yang baru saja datang dan memergoki keduanya.
.
.
.
__ADS_1
Hayooo lohhh 🙈🙈🙈