Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Tahan


__ADS_3

“Kamu kenapa?” tanya Kai saat sudah berada di mobil perjalanan pulang. Selama acara makan malam, Kia hanya terdiam dan tidak memakan makanan nya. Hanya sesekali ia mengambil buah dan jus saja tanpa makanan berat.


Padahal, biasanya Kiara selalu menomor satukan soal makanan.


“Kai, boleh aku bertanya ?” Kiara pun langsung mengubah posisi duduk nya, bila tadi ia duduk menghadap ke depan, namun kini ia berbalik, duduk menyamping dengan kaki satu lagi ia gunakan untuk duduk nya, sehingga kini posisi duduk nya terlihat seperti mengangkang.


“Katakan, tapi ubah posisi duduk mu Kia. Kita lagi di mobil.” Kata Kai tanpa menatap kearah Kia, namun Kia tidak memperdulikan nya.


“Kai, sejak kapan kau mengenal tuan Hilton?”tanya Kiara begitu penasaran, “Dan darimana kau mengenal nya?”

__ADS_1


“Kenapa” Kai begitu penasaran karena Kia tiba tiba menanyakan seperti itu, mereka baru saja bertemu, namun Kai bisa melihat bahwa Kiara begitu penasaran, dan juga tadi Kai sempat mendengar bahwa tuan Hilton sempat menyebut nama ‘Adelia.’


“Tidak apa, aku hanya penasaran. Wajah nya tidak asing, aku seperti pernah melihat nya, tapi dimana aku lupa.” Kata Kia sambil terus berfikir keras, namun tiba tiba ia mendengus saat mendengar sebuah suara tak tau diri dari tubuh nya.


Krucuk.. krucukk .. krucukk ...


Begitupun dengan Kai yang langsung mendengus saat mendengar suara bunyi perut Kiara, “Kenapa kau tadi tidak makan!” tekan Kai sedikit geram.


Glek!

__ADS_1


Sementara Kai, tampak semakin gusar, ketika tanpa sengaja melihat dress Kiara sedikit tersingkap. Sehingga membuat paha mulus gadis itu sedikit terekspos. Kiara masih belum bisa bersikap feminim seperti kebanyakan gadis anggun di luar sana. Meskipun kini ia sudah bisa berdandan, memakai rok dan sepatu ber- hak. Namun cara dan perilaku nya bila tak ada orang lain tak bisa ia hilangkan. Ia masih merasa bebas seperti saat dirinya memakai celana panjang, dan kini Kai lah yang harus berusaha mati matian menahan hasrat nya. Karena hanya dengan melihat paha milik Kiara saja, otak nya kembali berselancar, putaran demi putaran pemandangan tubuh Kiara yang dulu pernah ia lihat pun seolah berputar kembali di otak nya.


“Kai, aku mau itu!” seru Kiara persis seperti anak kecil saat melihat mainan yang ia suka. Dan saat itu juga Kai yang terkejut langsung mengerem mendadak hingga membuat kepala keduanya terbentur dasboard. Pikiran nya sedang berselancar, makanya ia mudah terkejut saat mendengar teriakan Kiara.


“Sakiiittt!” cetus nya menatap Kai marah, “Kamu ini bisa nyetir gak sih!”


“Kamu yang bikin aku kaget!” jawab Kai dengan nada sedikit marah juga.


“Ya tapi gak gini dong. Aku kan Cuma bilang, aku lapar dan aku mau itu!”

__ADS_1


“Iya tapi seharusnya kamu bicara baik baik. Bukan asal teriak gitu!” Kai dan Kiara masih saling menyalahkan satu sama lain. Hingga saat mendengar suara klakson dari arah belakang, mereka baru tersadar bahwa mobil mereka masih di tengah jalan.


Sambil mendengus kesal, Kai pun kembali menyalakan mobil nya dan mencari parkiran yang dekat dengan pedagang pilihan Kiara. Sepertinya, satu hari tanpa bertengkar, mereka tidak bisa melakukan nya, walaupun di antara mereka sudah berkomitmen agar tidak saling menyalahkan dan menjatuhnkan, nyatanya belum ada dua puluh empat jam, mereka sudah bertengkar kembali.


__ADS_2