
Kiara menggigit bibir bawah nya, saat merasakan aura yang berbeda di tempat nya saat ini. Ruangan yang semula dingin, kini terasa semakin dingin mencekam, saat tatapan mata laki laki yang sedang berusaha menahan marah nya itu terus menatap nya dnegan tajam. Berbeda dengan Kai yang sedang marah menatap Kiara dengan tajam, Calvin dan Anne malah berusaha mati matian menahan tawa nya. Ia tak menyangka bahwa Kiara bisa berkata seperti itu, bukan hanya umpatan namun juga makian dan tantangan, yang akhirnya Kiara langgar sendiri.
Kiara merutuki kebodohan nya, ia akui ia salah, karena tidak seharusnya dulu ia berkata seperti itu pada Maya, ia salah, ia bodoh. Dan kini, akhirnya dirinya menjilat ludah nya sendiri. Dirinya bukan hanya jatuh dalam pesona seorang Kaisar,bahkan kini dirinya malah lebih dari itu. Apakah dirinya siap bila harus pergi meninggalkan Kai? Batin nya juga takut, namun sebisa mungkin ia berusaha menyembunyikan rasa takut nya. Terlebih, kini keadaan Maya kritis, ia semakin merasa bingung.
“Kai, jangan marah dulu! Itu kan dulu, dan juga—"
“Apa? Apa yang mau kamu katakan untuk membela diri hah!” geram Kai semakin menatap Kia dengan tajam.
“Lagian, itu, lagian anu. Ka- kamu juga kok yang memulai,kan kamu—"
“Kamu apa?”
“Kai, tunggu dulu. Kita- kita bisa bicara baik baik oke.” Kiara semakin memundurkan langkah kaki nya, hingga tanpa sadar, kini tubuh nya sudah benar benar menyentuh tembok. Dirinya terhimpit, dan tidak bisa kabur lagi.
Cklek!
Nasib baik menimpa Kiara, mendengar suara pintu ruangan Maya yang di buka, membuat semua langsung mengalihkan pandangan nya. Dan kesempatan itu Kiara manfaatkan untuk kabur, ia segera berjalan cepat menuju rungan Maya untuk menghindari Kai, hingga tanpa sadar, dirinya kini sudah berada tepat di samping tuan Hilton.
__ADS_1
Deg!
Mata Kiara tanpa sengaja bertemu dengan mata tuan Hilton, keduanya saling menatap dengan dalam. Dan seketika itu juga, jantung Kiara berdegup dengan sangat cepat, begitupun dengan tuan Hilton, yang merasakan hal yang sama dengan dirinya.
“Bagaimana keadaan Maya Dok?” tanya tante Rita, seketika mengalihkan pandangan Kiara dan tuan Hilton. Dengan perlahan, Kiara memundurkan langkah nya, dan saat ia hendak berbalik, tiba tiba ia terkejut karena menabrak dadaa bidang milik suaminya.
Dug!
“Aduhh!” Kiara langsung mengusap kening nya yang terasa sedikit panas, walau pun hanya dadaa, namun Kiara tak mengerti mengapa begitu keras. Sangat berbeda tentu nya dengan dadaa milik nya. Batin Kiara.
“Sssttt, marah nya di tunda dulu. Mantan kamu mau ketemu tuh, kangen kali,” bisik Kiara berbisik di telinga Kai.
Mendengar nama Mantan di sebut, sukses membuat mood Kai semakin hancur berantakan. Dengan terpaksa dan wajah yang terus di tekuk, akhirnya ia menggandeng tangan Kiara untuk masuk ke dalam ruangan Maya.
Kiara sedikit menundukkan kepalanya, saat melewati tuan Hilton dan tante Rita. Namun tidak dengan Kai, dia masih tetap dengan wajah stay cool nya yang datar dan dingin.
“Kamu itu bisa gak sih, punya muka jangan kaku kaku! Heran aku tuh, jadi orang gak ada ramah ramah nya sama sekali!” gerutu Kiara mencoba mengalihkan emosi Kaisar, namun kai masih tidak perduli.
__ADS_1
Tubuh Kiara terhenti saat brankar Maya terlihat, tiba tiba, kakinya terasa lemas dan sulit untuk ia bawa berjalan. Entah apa yang di pikirkan Kiara saat ini, namun kini ia sama sekali sudah tidak mengenal sosok Maya. Sangat berbeda dengan Maya yang bertemu dengan nya beberapa bulan yang lalu.
.
.
.
Kiara : Mom, bantuin bujuk my husband dong #Pasang muka melas
Mommy : Dih, kenapa mommy? Itu suami kamu Ra #Memutar bola mata malas
Kiara : Tapi kan mommy yang paksa aku buat ketemu Maya waktu itu! #kesal
Mommy : Ra, kamu tahu kan, fitnah itu lebih kejam daripada fitnes!
Kiara : 🙄😑😑
__ADS_1