
“Pembohong!” seru Kiara langsung mendorong dadaa Kai dan menjauh darinya, “Kai, aku benci seorang pembohong. Aku benci di bohongi, aku benci!”
“Kamu pasti akan meninggalkan ku juga kan? Kamu mau kembali pada nya? Dia sakit, dia sedang sakit, kamu akan memilih nya, aku ... a- aku tidak ada apa apanya di banding dia. Ka- kamu mencintai nya Kai, ka- kamu akan meninggalkan ku juga. Sama seperti kakak, dan juga Liam yang Meninggalkan ku. Kalian semua pembohong, kalian semua akan meninggalkan ku, dan pada akhirnya aku akan sendiri. Yah, aku akan sendirian hiks hiks.”
“Kenapa? Kenapa semua orang meninggalkan ku? Salah aku apa? Salah aku apa Kai? Apa aku pernah menyakiti kalian? Apa aku pernah berbuat salah pada kalian?” tanya Kiara dengan di sertai air mata kepedihan, membuat Kai yang melihat nya ikut merasakan sakit di hatinya, “Kai, sebelum terlambat. Sebelum aku hamiil atau kita memiliki anak, baiklah, ayo ceraikan aku dari sekarang. Aku gak mau, kalau nanti kita punya anak, dan kamu baru akan meninggalkan ku, aku gak mau nanti- hiks hiks.”
Sudah cukup, Kai sudah tidak bisa menahan rasa bersalahnya. Ia pun langsung menarik tubuh Kiara dan memeluknya dnegan erat. Sampai kapan pun, ia tidak akan pernah menceraikan atau meninggalkan Kiara. Baginya, pernikahan satu kali seumur hidup. Dan dia sudah berkomitmen, akan selalu setia hanya pada satu wanita. Meskipun, ia tau sudah membuat satu kesalahan, namun ia sudah menyadarinya. Dan juga, hatinya kini sudah benar benar terpikat pada Kiara. Perasaan nya pada Maya, hanya sebatas rasa kemanusiaan, dan rasa perduli karena Maya sepupu dari sahabat nya, tidak lebih dari itu.
__ADS_1
“Ssshhh, jangan berkata seperti itu lagi. Aku tahu aku salah, dan aku sudah mengakuinya. Kiara, percaya sama aku, aku tidak akan meninggalkan kamu, apalagi menceraikan kamu. Semua yang aku lakukan pada Maya, itu pyur karena dia sepupu Calvin, tidak lebih. Aku mohon, percaya sama aku.” Ucap Kai pelan, Kiara masih terisak di pelukan nya.
Kai bisa memahami, bahwa Kiara merasa takut karena baru saja di tinggalkan oleh kakak satu satunya, juga sahabat nya. Kai cukup tahu perasaan Kia saat ini.
“Bukankah kita sudah berkomitmen, akan memulai semua dari awal? Membuka lembaran baru yang indah dan menutupnya dengan yang indah juga? Aku akan menutup buku itu saat kita juga menutup usia kita bersama, jadi aku mohon, jangan pernah berfikir seperti itu lagi.” Jelas Kai panjang lebar, sebuah rekor bagi Kiara, karena baru kali ini, ia mendengar seorang Kai berkata begitu panjang. Bukan penjelasan seperti tadi, tapi bagi Kiara, ini adalah sebuah ungkapan dari hati Kai.
“Aku mencintai kamu. Kiara Ayuwidya, aku mencintai kamu. Sangat mencintai kamu.” Ucap Kai dengan tegas dan begitu jelas, membuat tangis Kiara seketika langsung berhenti.
__ADS_1
“Ka— Kai ...” Kiara menatap tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan dari mulut Kai, ia merasa bahwa ini adalah mimpi, namun nyatanya, ia tidak bermimpi. Ini nyata, Kai mengutarakan perasaan nya padanya. Bahkan, saat setelah malam pertama nya, Kia menunggu saat saat Kai mengatakan perasaan nya, dan kini akhirnya Kia mendengar nya langsung dan sangat jelas.
“Kamu tidak sedang mencoba menghibur ku kan? Kamu tidak berbohong kan?” tanya Kia sedikit meragukan ucapan Kai.
“Apakah wajah ku terlihat bercanda? Kiara, mungkin bibir bisa berbohong, tapi coba kamu lihat mata ku, apakah kamu bisa melihat bahwa aku berbohong?” tanya Kai dengan serius, dan memang benar, Kiara sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana, “Kita mulai semuanya dari awal, kita bangun rumah kita bersama, jangan biarkan ada yang berusaha memasukinya tanpa izin dari kita. Jangan biarkan pihak ketiga menghancurkan impian kita. Dan aku pribadi, tidak akan membiarkan siapapun mengambil mu dariku, meskipun itu adikku sendiri.”
“Hah, maksud kamu?” tanya Kiara langsung mengerutkan dahinya menatap Kai, mengapa jadi membahas soal adiknya, apakah itu berarti Bastian?Lalu apa hubungan nya dengan nya, mengapa Kai bisa berkata seperti itu? Batin Kiara.
__ADS_1