Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Pendarahan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Kiara segera di tangani oleh dokter. Sementara yang lain menunggu di sebuah kursi tunggu. Kai pun juga langsung mengabari orang tuanya yang kini berada di Bandung. Sementara Bastian, ia masih berada di rumah sakit, namun dia belum tahu bahwa kakak ipar nya kembali masuk rumah sakit.


“Sudah berapa kali saya mengatakan, jangan buat dia down lagi!” geram Kai mencoba menahan emosi.


“Kami tahu bagaimana perasaan anda. Saya tahu itu, tapi disini, Kiara tidak bersalah sama sekali! Ini kesalahan ada pada kalian orang tua, mengapa anak yang harus menjadi korban! Dan sekarang, akibat ke egoisan anda, istri dan calon anak saya ikut terancam.” Tekan Kai penuh kemarahan, namun ia masih berusaha untuk tetap sopan.


Mama Rani tidak menjawab, dia hanya bisa diam dan menahan tangis nya yang sejak tadi sulit untuk ia bendung. Sementara Zaskia, ia terus memeluk mama nya dengan sangat erat, mencoba menenangkan sang mama agar tidak terus berlarut.


Ceklek!

__ADS_1


Pintu ruang UGD terbuka, dan dokter Silvi keluar, membuat Kai dan yang lainnya langsung menghampiri dokter tersebut.


“Bagaimana keadaan istri saya dok?” tanya Kai dengan penuh ke khawatiran.


“Alhamdulillah, ibu Kiara dan kandungan nya baik baik saja. Beruntung karena cepat di bawa ke rumah sakit dan segera di tangani, namun kondisi bayinya sangat lemah, saran saya agar ibu Kiara lebih baik rawat inap dulu sampai kondisi keduanya benar benar pulih.” Saran dokter Silvi dan Kai hanya mengiyakan, apapun asal terbaik untuk anak dan istrinya.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter Silvi, Kiara segera di pindahkan ke ruang perawatan, dan Kai senantiasa terus menjaga di sisi Kiara. Sementara mama Zaskia dan Liam pamit untuk pulang lebih dulu bersama mama Rani, mereka berjanji bahwa sore nanti akan kembali, dan berharap saat mereka datang, Kiara sudah sadar.


“Sayang, bangun dong. Jangan buat aku khawatir terus,” bisik Kai tepat di telinga Kiara.

__ADS_1


“Kok bisa begini lagi sih bang?” tanya Bastian yang baru mendapatkan kabar dari dokter Silvi dan segera menghampiri kakak dan kakak ipar nya.


“Entahlah, aku juga tidak menyangka bakal kaya gini,” keluh Kai dengan penuh sesal.


Kiara belum bisa mengontrol dirinya sendiri, ia masih berfikir bahwa dirinya kuat seperti biasa, tanpa sadar bahwa kini dirinya tengah berbadan dua dan butuh extra ke hati hatian. Namun karena pikiran nya memang sedang tidak sehat, tanpa pikir panjang Kiara malah berlari menuju halaman hanya untuk mengejar mama Rani. Sejujurnya Kai sangat marah, namun ia sadar marah pun percuma, yang ada keadaan Kiara akan semakin memburuk.


“Sudahlah Bang, sabar. Percaya deh, Allah itu baik, dan Ia tidak akan mengambil yang belum menjadi hak nya. Sekarang, Allah masih mempercayakan bayi kalian untuk kalian asuh, aku juga yakin nanti Kiara juga semakin lama mengerti.” Kata Bastian yang kembali pada mode bijak nya.


“Abang udah sarapan? Aku pesan makanan kesini?” tawar Bastian, namun Kai tidak menjawab, matanya masih fokus pada wajah Kiara yang masih dengan mata terpejam, serta tangan nya tak henti mengusap perut Kiara Yang sudah sedikit terlihat buncit.

__ADS_1


__ADS_2