
“Om jangan marah terus, makin tua loh!’ celetuk ken saat berada di dalam mobil bersama Bastian.
Hari ini, ia kaan berangkat sekolah bersama Bastian, karena pagi ini Kai ada meeting penting. Dan juga Kiara entah mengapa ia belum keluar dari kamar sampai Ken hendak berangkat sekolah, akhirnya Bastian lah yang lagi lagi mengantarkan Ken ke sekolah nya.
“Ken, bagaimana ceritanya, kemarin kamu bilang begitu sama mama dan papa kamu hah? Kapan aku mengatakan seperti itu?” tanya bastian dengan nada masih kesal.
“Kan om sendiri yang bilang. Ingat gak waktu itu, om kan telfonan terus bilang kalau om pandai membuat anak. Terus salah nya Ken dimana coba?” tanya Ken polos lagi lagi membuat Bastian rasa ingin berteriak.
Saat itu memang ia ada berbicara sepeti itu, namun ia hanya bercanda untuk menggoda seseorang. Tanpa ia sadari bahwa ternyata Ken menguping nya dan mendengar semua percakapan nya. Dan kini, Bastian merutuki kebodohan nya sendiri, ia harus semakin waspada agar selalu mengunci pintu kamar nya agar tuyul Ken tidak asal masuk dan mendengar percakapan nya.
****
Kaisar
‘Saang, bagaimana keadaan kamu? Masih sakit?’
Kiara
__ADS_1
‘Hemm, sedikit. Tapi ini lebih sakit dari pagi tadi.’
Kaisar
‘Apa kamu mau kita ke rumah sakit?’
Kiara
‘Enggak usah. Aku bisa menahan nya kok, paling juga nanti udah mendingan.’
Kaisar
Kaisar
‘Love you.’
Kiara hanya tersenyum tanpa membalas pesan chat yang di kirimkan Kaisar lagi. Ia meletakkan kembali ponsel nya ke meja, lalu ia berusaha memejamkan mata saat merasakan kepalanya mulai berputar kembali. Setelah acara ulang tahun Ken kemarin sore, Kiara mengalami pusing yang hebat, ia terus merintih bahwa perut nya sakit, karena memang sebelumnya, Kiara juga habis memakan makanan yang super pedas. Dan kini ia merasa perut nya seolah di peras habis.
__ADS_1
Tot ... tok .. tok ...
"Masuk!" ucap Kiara setengah ber teriak Kiara dari atas tempat tidur, tubuh nya masih begitu lemas, ia merasa tak sanggup bila dirinya harus berjalan membuka pintu kamar nya.
Cklek!
Ternyata, mama Irish datang dengan membawa sebuah nampan yang berisi sarapan dan susu untuk Kiara. Mama Irish adalah sosok mertua idaman, ia begitu menyayangi Kiara, selalu ada saat Kiara terpuruk, selalu mendukung nya dan tidak pernah menuntut nya ini itu. Hal itulah yang membuat Kiara sangat teramat menyayangi mama Irish.
“Bagaimana keadaan kamu hem? Tadi kamu gak turun ke bawah, dan Kai bilang kamu gak enak badan. Mama bawakan sarapan untuk kamu.” Mama Irish meletakkan nampan nya di meja samping tempat tidur Kiara, lalu mendudukkan dirinya di samping Kiara.
Baru saja, mama Irish hendak menyentuh kepala Kiara, namun dengan cepat Kiara menghindar dan menutup hidung nya dnegan tangan, “Kenapa?” tanya mama Irih sedikit bingung lantaran anak menantu nya tak mau ia sentuh.
“Mama bau,” gumam Kiara pelan dengan mulut dan hidung yang ia bekap dengan tangan.
“Hah? Ba- bau?” tanya mama Irish Memastikan kembali bahwa pendengaran tidak salah. Tentu saja, bagaimana bisa Kiara mengatakan dirinya bau, padahal dirinya sudah mandi, memakai parfum sudah pasti. Lalu, bagaimana bisa Kiara mengatakan dirinya bau.
“Huum, Kiara gak kuat!” Dengan cepat Kiara menyingkap selimut nya dan bergegas menuju kamar mandi untuk mengeluarkan seluruh isi perut nya yang sejak tadi sudah berdemo ingin keluar.
__ADS_1
‘Perasaan aku mandi bersih, parfum ku juga masih parfum baru dari jeng Henny, bagaimana bisa bau?’ gumam mama Irish sedikit menggerutu heran.