
Mama Rani
Mama sudah sampai di Dubai, mungkin besok pagi mama akan sampai di Indonesia.
Kiara
Kia tunggu ya Mah
Mama Rani
Kia, sudah makan belum? Bagaimana sama baby boy hem? Sehat kan? Mama gak mau cucu mama kelaparan, jangan pikirkan mama. Besok kita ketemu
Kiara
Gak bisa mah, perut Kia udah begah banget. Tiap makan sedikit langsung penuh, dan juga anak Kia belum tahu laki laki atau perempuan. Jangan panggil baby Boy, bagaimana nanti kalau ternyata dia perempuan.
Mama Rani
Dia laki laki sayang, dia akan menjadi laki laki yang sangat tangguh dan kuat, seperti kedua orang tuanya
Kiara
Tapi dia udah gak sabar loh Mah, mau ketemu sama oma nya.
__ADS_1
Mama Rani
Sabar ya Sayang. Baiklah, mama akan mematikan ponsel lagi. Pokoknya kamu harus makan dan rajin rajin olah raga agar bab boy lahir dengan sehat dan selamat.
Mama Rani
Mama sayang sama kalian.
Kiara
Kia juga sayang sama mama #Ceklis satu
Kiara menghela napas nya dengan berat,ia kembali melihat ke arah jam yang masih menunjukkan jam dua belas tengah malam. Ia belum bisa tertidur karena baru selesai berolah raga dengan sang suami. Kai tengah pergi untuk mengambilkan minum untuk Kiara karena kebetulan air minum di kulkas nya habis. Kiara tadi iseng melihat ponsel dan ternyata mama Rani membalas pesan nya yang ia kirim sejak siang.
“Sayang, kamu kenapa hem?” tanya Kiara pelan sambil mengusap usap perut nya.
“Sshhhh, auuwhh!” ringis nya kembali saat baby menendang dengan sangat kuat.
Kiara terus mengusap usap perutnya, ia mencoba mengajak bayinya berbicara. Biasanya ia akan tenang, namun entah mengapa malam ini ia merasa bahwa bayinya di dalam sana sedang merasa sangat gelisah.
“Kamu kenapa Sayang hem?” tanya Kai saat memasuki kamar dan melihat Kiara terus meringis seperti menahan sakit, “Kamu mau melahirkan?”
“Enggak Kai, ahhh sakit. Tapi ini bukan mau melahirkan, kayaknya dia ngajakin main.” Saut Kiara sedikit meringis.
__ADS_1
Kai pun terkekeh, lalu ia merebahkan kepala nya di paha Kiara dan mengajak anaknya mengobrol. Tidak lama, hanya beberapa menit Kai mengajak berbicara, baby di perut Kiara langsung terdiam dan kembali anteng,membuatnya bisa bernapas lega.
“kamu lagi cemas? Memikirkan apa?” tanya Kai kini beralih mengusap kepala Kiara dengan lembut, “Kamu ingat kan perkataan dokter Silvi? Kalau kamu stres, maka baby kita juga akan ikut stres, makanya dia sejak tadi gelisah pasti karena kamu juga sedang gelisah.” Tebak Kai yang memang benar adanya.
“Hem, aku hanya kepikiran mama,” jawab Kia kembali menghela napas berat, “Aku kangen sama mama, pengen cepet ketemu sama mama.”
“Sayang, besok pagi pesawat mama tiba, kita bisa jemput mama bersama kalau kamu mau.” Kata Kai mencoba menenangkan istrinya.
“Aku boleh ikut?” tanya Kiara sangat antusias.
“Tentu saja boleh, apapun untuk kamu, dan juga baby kita. Mungkin dia juga tidak sabar mau ketemu sama Oma nya,” ujar Kai kembali terkekeh lalu ia menciumi perut Kiara serta kening Kiara bergantian.
“Oke baby, kita tidur yuk, besok pagi kita jemput Oma dan aunty Zaskia,” sorak Kiara lalu ia segera merebahkan dirinya dan memeluk Kai, ia sudah tak sabar ingin segera menjemput kedatangan mama Rani dan zaskia juga Liam di bandara esok pagi.
.
.
.
Holaaa sayang nya mommy, semuanya 😍
Mommy mau kasih rekom nih, novel keren dan menghibur. Yuk ah, sambil nunggu bang Kai dan bang Rasya update. Boleh mampir kesini yah 🥰🥰
__ADS_1