Terjebak Cinta Gadis Tomboy

Terjebak Cinta Gadis Tomboy
Apartment Bastian


__ADS_3

Dengan terpaksa, Bastian membawa Nisa pulang ke Apartment nya. Ia terpaksa, karena tidak tega, juga karena tidak ada tempat lain lagi selain Apartment. Baru saja ia membuka pintu unit nya dan menyilahkan Nisa masuk, tiba tiba seseorang dari ujung lorong baru keluar dari lift memanggil nama nya.


“Bas!” panggil nya menghentikan langkah Bastian yang hendak masuk.


“Bang Calvin!” gumam Bastian pelan dengan Senyum canggung nya, ‘Mampus ajalah kalau sampai dia tahu,’ imbuh nya namun dalam hati.


“Ke sambet apaan kamu dateng ke sini? Sok sibuk sekarang!” kata Calvin berdecak.


“I- itu, udah lama gak kesini, makanya mau lihat lihat. Takut ada kerusakan atau apa.” Jawab nya sedikit gugup.


Sudah hampir satu tahun terakhir, Calvin dan Anne memang tinggal di Apartemen itu, sejak Anne keguguran anak keduanya, mereka memutuskan untuk tinggal di Apartment sambil menunggu rumah nya yang sedang masih proses renovasi. Dan Bastian melupakan hal itu, bodoh memang.


“Bass!” teriakan Nisa dari dalam unit membuat dahi Calvin sedikit berkerut, ia menatap Bastian dengan tatapan menggoda.

__ADS_1


“Takut ada kerusakan, atau kau mau merusak sesuatu Bas?” tanya Calvin menyeringai.


“Bang, itu temen Bastian. Jangan salah paham, dan tolong jangan bilang bang Kaisar apalagi mama atau papa ku,” pinta Bastian sedikit memohon.


“Cewek mana Bas? Hahaha!” Calvin semakin tergelak saat melihat wajah Bastian yang semakin pias, “Dah lah Bas, kamu sudah dewasa, jangan takut. Kalau bisa, segera di halalin, ini lihat anak ku udah gede, Ken juga sudah gede bahkan dia mau punya adik kembar lagi. Lah kamu? Jangankan anak, nyetak aja belum, makanya buruan di cetak.” Bisik Calvin di telinga Bastian.


“Emang nya batako pakai cetakan segala!” sungut Bastian dengan kesal.


“Hahaha, ya ya entahlah. Pokoknya kamu tenang saja, rahasia aman pokok nya, tapi aku gak bisa pastiin kalau kakak kamu yang datang dan melihatnya sendiri.” Ujar Calvin dengan senyum menyeringai.


Memang, di lantai itu hanya ada tiga unit, milik Kai, Bastian dan juga Calvin. Ketiga nya memiliki sandi yang sama, sehingga saat main mereka bisa bebas, namun itu dulu. Milik Calvin sudah ia rubah sejak ia pindah ke sana, namun sandi milik Kai dan Bastian masih sama. Bahkan, saat Anne merajuk dan mengusir Calvin, ia sering memakai kamar Kai atau Bastian untuk menginap.


****

__ADS_1


“Cuma ada satu kamar doang?” tanya Nisa saat melihat Bastian baru masuk ke dalam unit apartment itu.


“Hemm,” jawab Bastian cuek, ia tengah sibuk untuk menghubungi orang yang ahli mengubah sandi apartemen nya, agar sewaktu waktu Calvin atau Kai tidak akan bisa sembarangan masuk saat tidak ada dirinya.


“Terus gimana? Maksud ku, aku tidur dimana? Gak mungkin kan kita tidur di satu kamar, kyaaaaa!!!” jerit Nisa begitu histeris.


Plukk!


Sebuah bantal sofa melayang dan berhasil mendarat dengan selamat di wajah cantik Nisa, hingga membuat gadis itu mendengus kesal.


“Kamu dengerin aku!” kata Bastian menatap Nisa dengan lekat.


“Mulai sekarang, kamu bisa tidur di kamarku, aku akan tidur di rumah, jadi kamu tinggal sendiri disini. Kedua, tugas kamu, bereskan apartment ini setiap hari, aku tidak mau apartment ku kotor, karena aku benci itu. Jangan sampai saat aku datang, kondisi apartment ini berantakan. Ketiga, jangan pernah merusak atau menganti apapun disini, cukup bersihkan dan tinggal disini, jangan lancang! Dan terakhir, besok akan ada orang datang mengantarkan pakaian dan bahan masakan, kamu harus bisa masak sendiri.”jelas Bastian panjang lebar, yang mana malah membuat Nisa melongo.

__ADS_1


‘Anjr, gue masak? Masak aer doang gue pinter nya,’ umpat Nisa dalam hatinya.


__ADS_2