Terjebak Cinta Nona Arogan

Terjebak Cinta Nona Arogan
110


__ADS_3

Charlotte membulatkan kedua matanya saat melihat Justin yang saat ini tengah berdiri canggung di hadapannya.


'Apa yang dia lakukan disini!' batin Charlotte.


Tiba-tiba saja kepala Charlotte mendadak terasa penuh. Ya ampun, apa yang akan di pikirkan pemuda itu tentangnya sekarang.


Sementara Brandon sendiri. Begitu menyadari kalau aksinya baru saja didapati oleh seseorang, hanya mendecih sinis.


Perlahan ia mulai melepas pelukannya yang memaksa pada Charlotte. Siapapun pemuda ini dia sungguh mengganggu.


Setelah merasakan pelukan Brandon padanya yang mulai mengendur, Charlotte buru-buru mendorong kasar tubuh pemuda menjijikan itu menjauh darinya.


Gadis itu tampak mengibas-ngibaskan pakaiannya dengan tangan. Dan wajahnya menunjukkan raut wajah tak nyaman.


Ia sungguh tak tahan bahkan hanya dengan mendapat perlakuan kecil yang Brandon lakukan padanya.


Itu hanya sebuah pelukan saja, tapi ia sudah benar-benar merasa begitu jijik pada pemuda menyebalkan itu.


"Apa yang baru saja anda lakukan padanya?" seru Justin setelah sesaat sebelumnya hanya diam di posisinya, mencoba memahami situasi apa yang baru saja terjadi.


Mendengar perkataan itu, Brandon hanya melirik Justin dengan alis yang menukik, sedang senyum meremehkan tampak muncul, menghiasi wajahnya.


Brandon memutar tubuhnya untuk menghadap lurus ke arah pemuda kurus di hadapannya.


Mata Brandon menyusuri tubuh Justin dari atas ke bawah, menatapnya dengan tatapan sinis.


Ia lalu tertawa, tak percaya dengan matanya. Seorang anak SMA baru saja menggagalkan usahanya. Lupakan saja. Ia tak perlu meladeni bocah ini.


"Ayo kita pergi dari sini, Charlotte." ujar Brandon, menggenggam erat tangan Charlotte.


"Lepaskan aku." Charlotte menepis tangan Brandon. Sungguh ia tak mengerti apa sih sebenarnya yang diinginkan pria menyebalkan ini darinya.


"Menjauh darinya!" seru Justin lagi.


Pemuda itu kemudian buru-buru melangkah maju, menuju Charlotte dan berdiri di depan gadis itu untuk menghalangi Brandon.

__ADS_1


Brandon bergerak mundur sedikit. Agak terkejut dengan apa yang dilakukan pemuda ini.


Charlotte mengerjap. Ia tampak tak percaya dengan situasi ini.


Justin yang tiba-tiba saja datang dan mencoba menyelamatkan dirinya seperti ini adalah situasi yang gila. Ia sangat senang, entah kenapa. Haruskah ia melompat kegirangan dalam kondisi ini?


Di sisi lain, Brandon yang melihat keberanian pemuda itu menatap tak percaya. Ia mendecih kesal. Berani sekali anak SMA ini mengganggu urusannya.


"Apa-apaan ini." ujar Brandon terkekeh geli. "Memangnya apa yang sedang coba kau lakukan di sini?"


"Pergi dari sini!" pekik Justin. "... atau aku akan menghubungi polisi dan membiarkan mereka menangkapmu karena mencoba kurang ajar pada wanita."


"Lihatlah! Seorang bocah baru saja mencoba untuk mengganggu urusanku. Dia bahkan berani mengancamku? Lelucon konyol macam apa ini?" ujar Brandon masih menatap Justin dengan senyum miring.


"Dan apa kau bilang tadi? Memanggil polisi? Ya, dengarkan bocah! Lebih baik kau pergi dan jangan ikut campur atas sesuatu yang bukan urusanmu." sambung Brandon.


"Ini jelas urusanku juga... karena aku mengenal siapa nona muda ini." ujar Justin menatap Brandon dengan berani. "Dan anda baru saja mencoba untuk menyakitinya."


Brandon membulat selama beberapa detik, sebelum raut wajahnya berubah dan memandang heran pemuda itu.


"Menurutmu?" balas Charlotte yang berdiri dibelakang Justin menatap Brandon tajam.


Charlotte menggerakkan tangannya untuk berpegangan pada lengan Justin. Matanya memandang Brandon dengan raut angkuh.


"Lagipula aku mengenalnya atau tidak, itu tak ada urusan apapun denganmu."


Setelah mengatakan itu, diam-diam Charlotte melirik Justin dari belakang dan tersenyum kecil.


Sejujurnya Charlotte bisa saja menendang Brandon dengan menggunakan sedikit ilmu beladiri yang ia kuasa dari Xander. Tapi melihat Justin yang tengah berusaha melindunginya seperti ini, tampak amat menyenangkan.


Brandon Jawaban Charlotte itu sontak saja membuat Brandon terdiam. Ia menatap Justin dan Charlotte secara bergantian.


Jadi, Charlotte mengenalnya atau tidak? Pandangannya lalu turun ke arah tangan Charlotte yang tengah berpegangan pada Justin.


Detik selanjutnya, Brandon menyadari sesuatu. Setelah itu barulah kemudian ia langsung memandang Charlotte dengan tatapan yang tak bisa diartikan, sementara Charlotte kini hanya memasang wajah salah tingkahnya.

__ADS_1


"Jangan-jangan kalian berdua... Kau dan Dia... hubungan kalian-"


"Apapun hubunganku dengannya... itu juga bukan urusanmu, Brandon." potong Charlotte kesal.


Kenapa pria bodoh ini tak juga pergi dari sini sih? Semakin lama dia berada disini, membuatnya semakin kesal saja.


Ya, Charlotte sangat kesal dengan situasi yang terjadi sekarang.


Pertama, ia kesal karena Brandon sudah memeluk dirinya dengan seenaknya. Kedua, orang yang melihatnya berpelukan dengan Brandon adalah Justin. Ia tak dapat memikirkan lagi bagaimana pandangan pemuda ini terhadapnya nanti.


"Apa dia kekasihmu? Apa ini? Jadi, apa seleramu sudah berubah, Lottie?" ejek Brandon saat melihat pemuda di hadapannya yang tampak jauh lebih muda dari dirinya.


Brandon tiba-tiba merasa kesal karena ia merasa pemuda ini lah yang mungkin saja membuat Charlotte tak mau berhubungan lagi dengannya. Bisa jadi kan?


Selain itu, ia benar-benar merasa terkalahkan oleh pemuda ini. Lihatlah! Ia kalah dari anak-anak.


"Lebih baik kau pergi dari sini, Brandon!" titah Charlotte.


"Pergi? Tentu saja tidak. Dia sudah mengangguku tadi. Jadi aku tidak akan pergi sebelum aku bermain-main dengan bocah ini dahulu."


Charlotte sontak menarik Justin agar bergerak mundur dari Brandon.


"Jangan ganggu dia Brandon! Masalah ini antara kau dan aku. Dia tak ada urusan dengan masalah kita." Ujar Charlotte mencoba melindungi Justin.


Brandon menyeringai.


"Ya, tadinya memang tak ada, tapi sekarang jelas ada." ujar Brandon menyeringai.


Detik selanjutnya, Charlotte nyaris berteriak saat melihat Brandon menarik kerah jaket Justin dan langsung meninju wajah pemuda itu. Tinju itu sangat kuat hingga membuat tubuh Justin langsung tersungkur ke atas tanah dengan mudahnya.


Charlotte menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia merasa kaget setengah mati dengan apa yang baru saja terjadi.


"Brandon! Apa-apaan kau!" geram Charlotte


***

__ADS_1


__ADS_2