
Xander dan tuan Romanov sudah tiba di tempat yang mereka tuju. Dan setelah sampai, Xander hanya menatap lekat bangunan yang ada di hadapannya itu.
"Ayo!" ajak tuan Romanov.
Xander menggangguk pelan. "Aku pikir kita akan ke pabrik milik kakek tadi? Tapi kenapa kita malah ke hotel, kek?" tanya Xander pada tuan Romanov.
"Ya, itu rencana awal. Tapi kakek berubah pikiran dan untuk hari ini kita akan berkunjung ke hotel dulu. Kita bisa mengunjungi pabrik lain kali." ujar tuan Romanov menjelaskan.
Tuan Romanov dan Xander berjalan beriringan memasuki hotel Clinton. Beberapa pegawai hotel yang melihat kedatangan atasan mereka itu langsung membungkuk hormat.
Dan saat itu juga seorang pria paruh baya berlari mendekat, itu Dimitri. Dia baru mendapat laporan dari pegawai lain yang memberitahu kedatangan tuan Romanov dan Xander langsung buru-buru menghampiri sang atasan.
"Tuan Romanov, saya terkejut melihat kedatangan anda. Kapan anda tiba di Indonesia, tuan?" tanya Dimitri setelah sebelumnya menundukkan kepalanya hormat.
"Semalam, Dimitri." jawab tuan Romanov. "Baiklah. aku akan langsung saja! Aku ingin kau kumpulkan semua pegawai utama hotel dalam sepuluh menit karena aku akan mengadakan rapat mendadak." perintah tuan Romanov kemudian.
"Baik tuan!" Dimitri mengangguk patuh dan kembali membungkukkan badannya sebelum akhirnya melangkah pergi untuk melaksanakan perintah tuan Romanov tadi.
Tuan Romanov menoleh dan tersenyum pada Xander yang menurutnya saat ini tampak bingung harus melakukan apa.
"Xander, ayo kita pergi ke ruanganku! Sekalian menunggu semua pegawai berkumpul di ruang rapat." ajak tuan Romanov.
"Baik kakek!" ujar Xander mengikuti tuan Romanov dari belakang.
***
Tuan Romanov dan Xander tengah menikmati teh hangat di ruang kerja tuan Romanov sampai Dimitri mengetuk pintu dan masuk. Tuan Romanov menoleh pada Dimitri yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Semua orang sudah berkumpul tuan, rapatnya sudah bisa di mulai sekarang." ujar Dimitri mengingatkan.
Tuan Romanov mengangguk dan bangkit. "Baiklah. Ayo Xander kita kesana sekarang!"
Xander menunjuk dirinya sendiri. "Hah? Aku juga ikut kakek?" tanyanya heran.
Tuan Romanov menghentikkan langkah lalu berbalik menatap Xander, kemudian ia mengangguk. "Ya, tentu saja kau juga ikut!"
"Ta-tapi untuk apa?" Xander mengernyit. "Aku kan bukan karyawan di-"
"Jangan banyak tanya, ayo cepat!" potong tuan Romanov membuat Xander langsung mengangguk patuh.
"Baik, kek!" jawab Xander kemudian.
Dengan gerakan cepat Xander lalu bangkit untuk mengikuti Tuan Romanov. Mereka kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang rapat diikuti Dimitri yang berjalan mengikuti di belakang mereka.
Sampai di dalam ruang rapat.
Xander duduk tidak jauh dari tuan Romanov tengah memperhatikkan sang kakek yang sebentar lagi akan memimpin rapat.
Tuan Romanov menatap satu per satu pegawai utama hotel yang hadir di rapat itu.
"Selamat pagi, semua." sapa tuan Romanov pada pegawainya. "Baiklah...sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah datang tepat waktu. Sepertinya kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu."
"Dan untuk kalian para karyawan baru. Perkenalkan, saya adalah Romanov Clinton! Dan saya adalah pemilik utama hotel ini. Dan juga pemilik utama perusahaan Clinton Corp!" jelas tuan Romanov.
__ADS_1
Semua karyawan di ruangan itu fokus mendengarkan.
"Baiklah! Aku akan langsung saja, di pertemuan kita yang mendadak ini, aku ingin memperkenalkan pada kalian, calon pewaris utama perusahaanku! Kemari Xander!"
Semua orang tampak terkejut dengan berita penunjukan posisi ini. Begitupun dengan Xander sendiri. Ia benar-benar tidak menyangka akan mendengar pernyataan mengejutkan langsung dari mulut sang kakek begini.
"A-apa? Ka-kakek apa yang sedang kakek lakukan?" Xander kebingungan.
Tunggu, bukankah perjanjian mereka sejak awal tidak seperti ini? Tuan Romanov mengatakan bahwa mereka hanya akan pergi untuk mengecek pabrik. Lalu dia juga mengatakan kalau dia hanya akan memperkenalkan Xander pada karyawan dan tidak ada hubungannya dengan pergantian pemimpin.
Tapi apa ini?
Dia baru saja di perkenalkan sebagai calon pewaris.
Xander kini menatap tak percaya pada sang kakek. Ia melongo, matanya bahkan tak berkedip. Apa sebenarnya yang sedang coba dilakukan oleh kakeknya itu. Apa tuan Romanov sedang mencoba mengerjainya sekali lagi?
Tuan Romanov tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya pada Xander, seperti sedang memberi tanda pada cucu-nya itu jika pernyataannya barusan adalah sesuatu yang serius.
Tuan Romanov kembali tersenyum. "Kemarilah, Xander!"
"Tapi kakek, aku-" baru saja Xander akan bicara lagi, tetapi tuan Romanov sudah lebih dahulu menariknya agar lebih mendekat padanya untuk berdiri tepat di sebelahnya.
"Ya, dia ini adalah Alexander Clinton! Dia adalah cucu sulungku, sekaligus pewaris utamaku." ujar tuan Romanov dengan nada bangga. Ia menepuk punggung Xander dan kembali melanjutkan kalimatnya. "Dan Xander, dia ini juga akan menjadi pemimpin kalian di masa depan nanti, untuk menggantikanku."
Semua orang di ruangan itu akhirnya bertepuk tangan senang dengan di umumkannya calon pewaris baru.
***
Setelah rapat berakhir semua pegawai kembali bekerja ke tempat kerja mereka masing-masing dan di ruangan rapat itu kini hanya menyisakan tuan Romanov dan Xander berdua. Tuan Romanov sedang mengecek beberapa dokumen keuangan hotel, sementara Xander hanya duduk memperhatikan.
Tuan Romanov menghentikkan kegiatannya pada dokumen di hadapannya, lalu tersenyum. "Itu karena kakek tau, kalau kau pasti akan menolak jika kakek mengatakan yang sebenarnya padamu tadi."
"Tapi kek, aku--"
"Tenanglah, Xander!" tuan Romanov kemudian menutup dokumen di hadapannya dan memilih fokus bicara pada cucu-nya. "Ini hanya perkenalan biasa saja. Kau tidak akan menggantikan posisi kakek dalam waktu dekat ini."
"Kakek hanya sedang berusaha memperkenalkanmu pelan-pelan dengan seluruh karyawan kakek agar nantinya mereka tidak terlalu canggung denganmu saat kau akan memimpin nanti. "
Xander menghela pasrah. "Baiklah!"
"Dan setelah hari ini, kakek juga akanĀ memperkenalkanmu pada pegawai di pabrik dan kantor utama." ucap tuan Romanov lagi.
"APA?" Xander membulat kaget.
Tuan Romanov tersenyum. "Tenanglah! Itu bukan hari ini."
Tuan Romanov lalu mengeluarkan ponsel dari saku dalam jas miliknya dan langsung menghubungi seseorang.
"Halo, Dimitri! Datanglah kembali ke ruang rapat yang kita gunakan tadi lagi. Sekarang ya!"
Tuan Romanov lalu mematikan sambungan teleponnya. "Dimitri akan datang sebentar lagi." ujarnya.
"Begitu dia datang nanti, kau pergilah dengan Dimitri untuk berkeliling hotel ini dan melihat-lihat. Kau bisa bertanya semua hal yang ingin kau ketahui tentang hotel ini pada Dimitri. Karena dia akan memberitahu semuanya padamu."
__ADS_1
"Dimitri...dia adalah orang yang membantuku dari awal. Semenjak hotel ini baru pertama kali di dirikan, sekitar umur tiga bulan Dimitri sudah bekerja disini. Dan itu artinya, setelah puluhan tahun berlalu dia masih setia menjaga hotel ini sehingga dia sangat tau seluk beluk hotel ini. Jadi kau tanyakan saja padanya."
"Baik kakek!" Xander mengangguk. "Tapi kenapa harus sekarang kakek memperkenalkanku pada karyawan kakek sebagai pewaris, aku bahkan belum mengetahui apa-apa, kek!"
Tuan Romanov menghela.
"Harus sekarang, Xander." ujar tuan Romanov. "Kakek sudah tua! Usia sudah menggerogoti hidup kakek. Kakek harus memperkenalkanmu sejak awal agar seluruh karyawan tidak terlalu canggung denganmu nanti." jelas tuan Romanov.
Tok! Tok! Tok!
"Siapa?" tanya tuan Romanov.
"Dimitri, tuan!" sahut Dimitri
"Masuk!" perintah tuan Romanov kemudian.
Setelah itu terdengar suara pintu terbuka. Dimitri masuk sambil membawa beberapa dokumen kerja di tangannya. "Anda memanggil saya, tuan?"
"Ya Dimitri!" tuan Romanov mengangguk. "Aku ingin kau ajak cucu ku untuk berkeliling hotel. Kau bawa dia kemana pun bahkan sampai ke sudut terkecil hotel ini sekalipun. Intinya kau berikan semua yang harus dia ketahui dan dia inginkan."
"Baik tuan." jawab Dimitri patuh.
Tuan Romanov lalu menoleh pada Xander. "Kakek berharap kau bisa bersantai dan melihat-lihat isi hotel ini Xander, kakek harus pergi dulu sekarang!"
"Pergi? Kakek mau pergi kemana?" Xander menatap bingung.
"Ke pabrik! Kakek ada beberapa keperluan penting di sana. Seorang rekan kakek akan datang kesana sebentar lagi." ujar tuan Romanov.
"Biar aku antar kek!" tawar Xander bergerak maju.
Tuan Romanov menggeleng sambil mengibaskan tangannya. "Tidak perlu. Kau bersantai saja di sini bersama Dimitri. Fokuslah untuk mempelajari semua hal tentang hotel ini."
"Tapi itu artinya kakek akan kesana sendirian? Apa tidak masalah?" Xander bersikeras.
"Tidak apa-apa. Kau tenang saja, kakek akan menghubungi Mario dan dia akan datang untuk menemui kakek di pabrik nanti."
"Kakek akan membawa mobil. Tapi kau jangan khawatir, karena kakek akan memerintahkan supir untuk menjemputmu saat kau pulang nanti."
Xander menggeleng. "Tidak perlu kek! Aku bisa naik taksi."
"Kau yakin?" tuan Romanov bertanya ragu.
Xander mengangguk. "Yakin kek!
"Baiklah kalau begitu." Tuan Romanov beralih pada Dimitri lagi. "Dan Dimintri, aku titipkan cucu ku padamu. Kau bimbing-lah dia dengan baik."
Dimitri membungkuk hormat. "Baik tuan!
"Kakek pergi dulu, Xander." tuan Romanov melambaikan tangannya pamit.
Xander mengangguk. "Ya kakek"
Tuan Romanov melangkah pergi meninggalkan Xander dan Dimitri di ruangan itu.
__ADS_1
***