Terjebak Cinta Nona Arogan

Terjebak Cinta Nona Arogan
97.


__ADS_3

Sejujurnya, Charlotte masih memendam rasa kesal yang begitu besar pada Brandon sejak pertemuan terakhir mereka. Dan itu jelas tidak menjadi pertemuan yang berkesan untuk dirinya.


Brandon, mantan kekasihnya itu adalah seseorang yang begitu keras kepala. Meskipun jikz di bandingkan dengana Charlotte ia masih tak ada apa-apa. Tapi tetap saja, itu sangat menyebalkan bagi Charlotte.


Charlotte tidak ingin bertemu lagi dengan pemuda itu. Tapi sayangnya takdir tidak berpihak pada Charlotte karena ternyata pemuda itu malah terlihat di klub yang sama dengan dirinya.


Dan munculnya pemuda itu di klub malam ini jelas bukan hal biasa bagi Charlotte. Itulah yang mengganggu hatinya dan satu-satunya yang menjadi alasan Charlotte memutuskan untuk mendatangi pemuda itu. Ia ingin menemuinya untuk bertanya langsung tentang tujuan Brandon datang kemari.


Di sela langkahnya Charlotte bisa melihat kalau Brandon tengah menatap ke arah dirinya. Pemuda itu tampak menyeringai saat mengetahui Charlotte yang saat ini tengah mendatanginya.


"Brandon."


Charlotte berbicara dengan nada dingin dan tatapan mata yang tajam begitu ia sampai di hadapan Brandon.


Brandon menatap Charlotte dengan senyum senang.


"Ah, Charlotte Clinton... kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini?"


Charlotte melengos sinis. Apa yang baru saja pemuda bodoh ini katakan? Kebetulan apanya?


"Apa yang kau lakukan di sini, Brandon?" tanya Charlotte masih dengan nada bicaranya yang dingin. Ia sama sekali tak ingin bicara basa basi lagi sekarang.


"Aku?" Brandon mengangkat gelas di tangannya, memperlihatkannya pada Charlotte. "Aku sedang minum. Kau bisa melihatnya sendiri."


Charlotte memutar bola matanya malas. Ayolah, ia tidak buta dan bisa melihat dengan jelas kalau pemuda itu sedang minum.


Tapi bukan itu yang membuat Charlotte merasa kesal sekarang. Satu fakta, klub malam ini milik Laurent Doshe. Klub yang sudah menjadi tempat langganan Charlotte selama bertahun-tahun lamanya. Dan setahu Charlotte, Brandon bahkan tidak pernah datang ke klub ini. Satu kali pun.


Katakan saja kalau Charlotte terlalu percaya diri dengan berpikiran kalau Brandon datang kemari untuk menemui dirinya. Tapi sepertinya dugaannya memang benar.


Charlotte menghela, mencoba mengatur emosinya karena mulai jengah dengan obrolan yang sangat membosankan ini.


"Cepat katakan saja! Berterus teranglah. Untuk apa kau mengikuti diriku sampai di tempat ini!"


"Aku tidak mengikutimu. Aku hanya kebetulan sedang lewat saja dan memutuskan untuk mampir karena aku lihat klub ini lumayan ramai."


"Mampir?" Charlotte mendecih sinis. "Ayolah Brandon, kau sama sekali tak pandai berbohong."


"Aku tidak berbohong, Lottie..."


"Cih, aku tau kalau tujuanmu datang kemari adalah untuk menemui aku kan? Bagaimana kau tau aku ada di sini? Apa kau mengikutiku? Cepat katakan, kenapa kau mencariku?"


"Aku tidak mencarimu. Aku hanya ingin melihat-lihat wanita cantik di sini."


"Benarkah begitu?" Charlotte menaikkan sebelah alisnya. Ia seperti tak habis pikir kenapa pemuda ini bisa membuat alasan tak masuk akal seperti itu.


"Benar begitu. Tentu saja." Brandon mengangguk mantap. "Apa tidak boleh?"


Charlotte menyipitkan kedua matanya. Ia mendecih kesal. Ya ampun, kenapa pemuda ini tidak langsung bicara jujur saja sih? Membuang waktunya saja.


Detik berikutnya, Charlotte menghela napasnya.


"Ya, kau benar. Sepertinya aku sudah benar-benar membuang waktuku dengan melakukan hal konyol ini. Kalau begitu selamat tinggal." ujar Charlotte yang memilih pergi saja dari situ.


Melihat Charlotte yang berlalu pergi, Brandon dengan buru-buru langsung menahan lengan Charlotte. Itu tentu saja langsung membuat langkah gadis itu terhenti.


"Tunggu dulu!" seru Brandon.


Charlotte acuh. Ia terus melangkah sampai Brandon berlari ke depannya, menghalangi langkahnya.


"Charlotte, tunggu!"


"Apa yang kau lakukan? Minggir!"


Tubuh Brandon sedikit oleng saat Charlotte mendorongnya dengan kencang agar pemuda itu menyingkir dari jalannya.


"Hei, tunggu dulu sebentar!" Brandon kembali menahan lengan Charlotte, membuat gadis itu langsung menghempaskan tangannya dengan kuat.


"Si@l!" Charlotte mengumpat. "Jangan berani menyentuhku."

__ADS_1


"Baiklah. Tapi dengar dulu!" tahan Brandon lagi.


"Apalagi sekarang?"


"Kau mau kemana?"


Charlotte mendecih. "Kenapa aku menjawab itu? Kenapa aku harus mengatakan sesuatu yang bahkan bukan urusanmu?"


"Ayolah Charlotte, jangan marah begitu. Barusan aku hanya bercanda." ujar Brandon tersenyum canggung.


"Dan itu tidak lucu sama sekali."


"Ya, itu memang tidak lucu. Maafkan aku, oke. Tenanglah sedikit." ujar Brandon dengan nada memohon membuat Charlotte memutar bola matanya malas.


"Sekarang lebih baik kau jawab pertanyaanku dengan jujur," ujar Charlotte ketus.


Charlotte melangkahkan kakinya agar lebih dekat dengan Brandon. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah pemuda itu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Kau mengikutiku kemari, kan?"


Pertanyaan Charlotte itu membuat Brandon menghela napasnya pasrah. Ia mengangguk pelan. Lagipula ia memang berniat menemui Charlotte. Itu sebabnya ia sampai rela datang kemari.


"Baiklah. Baiklah. Ya, aku akui. Aku memang datang kemari untuk mengikutimu." ungkap Brandon jujur.


"Sudah ku duga." Charlotte mendengus sinis sambil melangkah mundur.


"Ya, tapi-"


"Lalu untuk apa kau mengikuti aku sampai kemari, hm?" potong Charlotte seakan tak mengizinkan pemuda itu menjelaskan apapun.


"Untuk bertemu denganmu."


"Bertemu denganku?"


Brandon mengangguk. "Ya, benar."


"Bertemu untuk apalagi memangnya? Apa kau tidak ingat dengan apa yang terjadi di pertemuan terakhir kita?"


"Tentu saja aku ingat. Yah, sebenarnya itu adalah hal yang tak bisa aku lupakan." ujar Brandon.


"Kalau begitu kenapa kau muncul lagi di hadapanku? Kau ingin aku melakukan hal yang sama padamu?"


"Aku..."


Brandon menelan ludahnya sembari memikirkan kalimat macam apa yang akan dia katakan pada Charlotte.


Seingatnya, Charlotte adalah gadis yang sangat mudah tersinggung. Ia tak ingin perkataannya nanti akan merusak suasana hati gadis ini. Bisa-bisa nanti ia akan dipermalukan untuk yang kedua kalinya oleh gadis ini.


"Cepat jawab!" Sentak Charlotte membuat Brandon berjengkit kaget.


"Y-ya, sebenarnya... aku... hanya sedang merindukanmu."


"Merindukan diriku?" Charlotte hampir tertawa sekarang.


"Ya."


"Kau merindukanku?"


Brandon mengangguk. "Benar."


"Kau kemari hanya karena itu?"


Brandon mengangguk mantap. "Aku merindukan dirimu. Itu sebabnya aku rela datang kemari untuk menemuimu."


Charlotte menggelengkan kepalanya sembari tersenyum meremehkan. Konyol. Alasan yang begitu konyol bagi Charlotte.


Hal ini membuat Charlotte tak habis pikir saja. Apa sih mau pemuda ini sebenarnya? Mereka kan sudah putus beberapa waktu lalu. Kenapa dia masih saja mengejarnya bahkan harus mengikutinya sampai seperti ini.


"Kau jelas sudah merindukan orang yang salah."

__ADS_1


"Salah? Bagaimana bisa aku salah jika tujuanku hanya untuk melihatmu karena aku merindukanmu."


Charlotte mengangkat tangannya agar Brandon berhenti bicara.


"Brandon, dengar! Kita ini sudah berpisah. Dengan menemuiku saja sudah jelas kalau kau salah."


Brandon mengangguk. "Kau benar, tapi aku hanya-"


"Lihat, kau bahkan membenarkan perkataanku kan? Kalau begitu, kenapa masih bertanya?"


"Charlotte, kita bukannya masih bisa menjalin hubungan baik?" ujar Brandon.


"Tentu tidak. Aku tidak ingin berhubungan dengan seseorang dari masa laluku. Dan juga, bukankah aku sudah pernah memperingatkan dirimu agar menjauh dariku?"


Brandon meringis kecewa. Tujuan ia kemari hanya untuk bertemu Charlotte karena menurut kabar ini adalah klub favorit Charlotte. Dan bukan hal macam ini yang dia inginkan. Brandon hanya ingin perasaannya mendapat balasan.


"Aku hanya sedang berusaha untuk mendapatkan hatimu lagi."


"Berhenti membual Brandon."


"Aku tidak membual, Charlotte. Aku sangat ingin kita memulai segalanya dari awal lagi."


"Tidak ada dari kita yang akan memulai Brandon."


"Beri aku satu kesempatan." Ujar Brandon meraih tangan Charlotte, menggenggamnya erat.


"Tidak akan ada kesempatan, Brandon!" kesal Charlotte.


Charlotte tak tahu apa isi kepala Brandon sehingga bisa sepercayadiri ini menemuinya lagi. Kenapa pemuda ini begitu ngotot sih?


Brandon bahkan mengajaknya kembali bersama seperti sebelumnya. Entah kenapa Charlotte benar-benar menyesali keputusannya dengan mendatangi Brandon tadi. Harusnya ia mengabaikannya saja tadi dan meninggalkannya.


"Kau memang gila." ujar Charlotte menarik tangannya dari genggaman Brandon. "Sudahlah. Lebih baik aku pergi saja. Bisa-bisa aku jadi ikut gila jika tetap berada di dekatmu lebih lama lagi."


Charlotte kemudian berbalik, memilih menyudahi segala omong kosong ini dan pergi saja. Ia memilih kembali ke meja tempat ia minum bersama Laurent tadi. Ia bahkan mengabaikan panggilan Brandon padanya. Disana, dia bisa melihat Laurent yang tengah duduk santai, menunggunya sambil menikmati kacang kulit yang ada di tangannya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Laurent bingung saat melihat raut kusut di wajah Charlotte.


"I am okay," jawab Charlotte singkat.


"Kau yakin?"


"Hm."


Charlotte lalu merogoh tas miliknya yang berada di atas meja. Ia mengambil sebuah kartu kredit dari dalam dompetnya dan memberikannya pada Laurent, membuat Laurent mengernyit.


"Ambil ini!"


"Untuk apa ini?"


"Membayar tagihanku malam ini, tentu saja."


"Kau membayarnya sekarang?"


"Ya?"


"Apa kau akan pulang?" tanya Laurent sambil menatap kartu kredit itu.


Charlotte menatap pemuda itu sekilas kemudian mendecih sinis.


"Tentu saja tidak," jawab Charlotte.


"Lalu kau mau kemana?"


Laurent terus menatap gerakan Charlotte yang tengah mengemasi barang-barangnya pribadi miliknya dan memasukkannya kedalam tasnya.


"Aku butuh ruang VIP milikmu dan pesan minuman yang biasa untukku. Sepertinya aku akan mabuk malam ini." Charlotte menyampirkan tasnya ke atas bahu lalu berjalan melewati Laurent menuju lantai satu klub itu.


"Wow, kau serius?" tanya Xander, namun tak ada jawaban apapun karena Charlotte sudah terlihat menaiki anak tangga.

__ADS_1


***


__ADS_2