Terjebak Cinta Nona Arogan

Terjebak Cinta Nona Arogan
18.


__ADS_3

*mansion mewah


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mobil yang di tumpangi tuan Romanov akhirnya tiba di mansion mewah miliknya.


Paul turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu bagi sang majikan. Beberapa pelayan datang dan langsung bergegas mendekat untuk mengambil barang bawaan milik tuan Romanov yang masih tersisa di bagasi mobil, karena barang lainnya sudah di bawa terlebih dahulu oleh para bodyguard sejak dari bandara tadi.


"Mansion ini tidak banyak berubah." Tuan Romanov memandang bangunan di hadapannya beberapa saat setelah ia turun dari mobil. "Apa Xander tidak melakukan renovasi apapun?"


"Tidak tuan. Tuan muda Xander hanya meminta pada saya untuk selalu memperbarui cat pada temboknya saja, agar tidak terlihat usang." jelas Paul mencoba menerangkan.


"Jadi tidak ada renovasi apapun pada bangunannya?" tanya tuan Romanov lagi. Ia sebenarnya agak kaget, karena bangunan ini bahkan masih sama persis bahkan letak patung saja tidak berubah sama sekali.


Paul menggeleng. "Sebenarnya tuan Xander selalu mengatakan kalau bangunan mansion ini sudah sangat bagus dan tidak perlu renovasi apapun, tuan."


Tuan Romanov tersenyum.


Ia paham kenapa Xander tidak berniat melakukan renovasi apapun pada bangunan ini selama lima tahun ia pergi.


Selama ini, ia dan Xander selalu memiliki selera yang sama tentang banyak hal. Dan salah satu selera Xander yang sangat mirip dengannya adalah mengenai bangunan mansion ini. Xander selalu mengatakan pada tuan Romanov bahwa mansion ini adalah mahakarya terbaik yang di buat oleh sang kakek. Tuan Romanov tahu jika Xander benar-benar sudah jatuh cinta dengan bangunan ini, begitupun dengan tuan Romanov sendiri. Itu sebabnya Xander tidak akan rela jika ada sedikit pun perubahan pada mansion ini.


Tuan Romanov lalu mengedarkan pandangannya, menatap daerah sekitar mansion. Pandangannya kemudian terhenti pada taman kesayangannya.


"Lalu bagaimana dengan tamannya? Apa letak tatanan tumbuhan di taman kesayanganku ini pernah di ubah, Paul?" tuan Romanov bertanya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari taman.


Paul ikut menatap taman di dekatnya lalu menggeleng. "Tidak tuan. Tuan Xander juga melarang kami mengubah apapun pada tamannya dan harus menunggu sampai anda pulang jika ingin mengubah letak apapun. Tuan Xander mengatakan taman ini milik tuan dan hanya tuan Romanov saja-lah yang bisa mengubah letak tanamannya."


"Begitukah?" tuan Romanov tersenyum dan menggeleng pelan. "Xander terlalu berlebihan pada mansion ini."


Paul lalu tertawa kecil. "Saya merasa tuan Xander mungkin akan mengamuk jika kami sampai berani memindahkan sesuatu, bahkan jika itu hanya batu kerikil, tuan."


Tuan Romanov tergelak nyaring hingga membuat beberapa pelayan yang berada di dekat mereka menoleh dan ikut tersenyum. "Ada-ada saja kalian ini. Xander tidak akan mungkin melakukan hal konyol itu. Tapi taman ini selalu di bersihkan dan di rapikan bukan?"


Paul mengangguk. "Ya tuan, para tukang kebun selalu membersihkan tamannya setiap seminggu sekali."


"Bagus kalau begitu." jawab tuan Romanov. Ia kemudian melirik jam pada pergelangan tangannya dan beralih pada para pelayan yang berdiri di dekatnya. "Apa Xander dan Charlotte sudah tiba?"


Salah satu dari beberapa pelayan itu kemudian menggeleng. "Tuan dan nona muda belum datang, tuan."


"Mereka belum tahu kalau aku tiba lebih awal kan?" tuan Romanov menyipit, menatap sang pelayan penuh selidik.

__ADS_1


"Belum tuan, tapi tadi tuan Xander sempat menelfon dan mengatakan bahwa hari ini nona Lottie sedang ada jadwal pemotretan dan akan datang terlambat kemari."


"Benarkah?" tuan Romanov menatap tak percaya, meragukan laporan dari bawahannya itu. Ia lalu menoleh pada Paul, sang asisten. "Kau sudah mencari tahu tentang ini kan, Paul?"


Paul menoleh untuk menjawab pertanyaan sang atasan. "Ya tuan, mata-mata kita mengatakan pada saya kalau nona Lottie tidak memiliki satupun jadwal hari ini. Nona bahkan sudah mengosongkan jadwalnya untuk hari ini."


"Hm..." Tuan Romanov tersenyum miring. "Kau mengatakan, Lottie tidak memiliki satupun jadwal hari ini. Jadi, itu artinya mereka sudah berbohong bukan?"


"Benar tuan! Para mata-mata kita juga mengatakan kalau siang ini nona Lottie dan tuan Xander pergi ke salah satu bar milik tuan Laurent." Paul menjelaskan.


"Laurent? Apa maksudmu Laurent dari keluarga Doshe? Laurent Doshe?"


"Ya tuan, benar. " Paul tersenyum. "Tuan Laurent Doshe, sahabat dekat nona Lottie."


Tuan Romanov mengangguk paham. "Kalau begitu biarkan saja."


"Baik tuan."


Tuan Romanov kemudian mulai melangkah menaiki deretan anak tangga yang menuju ke pintu utama mansion mewahnya diikuti Paul yang berjalan di belakangnya.


Begitu ia memasuki mansion, para pelayan ternyata sudah berbaris membentuk dua barisan panjang untuk menyambut kedatangan tuan Romanov dengan seragam mereka yang rapi. Mereka menunduk hormat pada sang majikan yang sudah lama tidak mereka lihat itu.


Paul menunduk. "Saya sudah mengingatkan mereka tuan, tapi-"


"Maaf tuan, tapi kami hanya ingin menyambut kedatangan anda, tuan." ujar salah seorang dari pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


"Begitukah?" tuan Romanov kemudian menghela nafasnya pelan. "Kalau begitu, sekarang kalian kembalilah bekerja!" perintahnya tegas.


Mendengar perintah itu, Paul langsung memberi tanda pada seluruh pelayan itu agar segera menuruti perintah sang majikan untuk segera membubarkan diri.


"Sepertinya mereka benar-benar merindukan anda tuan," ujar Paul menatap kepergian pelayan itu sebentar lalu kembali menatap sang atasan. "Mereka pernah mengatakan pada saya kalau mereka tidak sabar menunggu kedatangan anda."


"Mereka juga sangat ingin melihat keramaian di mansion ini lagi." tambah Paul.


"Karamaian? Pesta, maksudmu?" tebak tuan Romanov.


Paul mengangguk kemudian menunduk. "Sejak kepergian anda, mansion ini menjadi sangat sepi tuan, keramaian hanya berasal dari banyaknya para pelayan saja."


"Tapi bukankah ada Charlotte dan Xander? Baiklah, untuk Xander aku bisa paham, dia benci pesta. Tapi Charlotte? Gadis itu menyukai pesta kan? Dia bisa mengadakan pesta di mansion ini."

__ADS_1


Paul hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan sang atasan.


Tuan Romanov menaikkan sebelah alisnya. "Apa tidak pernah?"


"Nona pasti tidak suka mengadakan pesta di mansion ini, tuan. Karena selama nyonya Marianne masih hidup, dia selalu mengadakan pesta. Saya rasa nona Lottie hanya tidak ingin mengingat masa itu."


"Kau benar!" Tuan Romanov mengangguk. "Tapi apa dia pernah mengadakan pesta?"


"Setahu saya nona hanya mengadakan pesta di apartmentnya saja, tuan." Paul berterus terang.


"Jadi selama ini Charlotte benar-benar mengacuhkan mansion ini?" tuan Romanov bertanya dengan nada dingin.


"Tidak begitu tuan. Te-tentu saja nona datang kemari. Bahkan baru beberapa hari yang lalu nona datang untuk mengganti mobil utama mansion."


"Jangan mencoba membelanya, Paul!" omel tuan Romanov. "Coba kau katakan padaku berapa kali dia kemari dalam seminggu?"


"Maaf tuan." Paul menundukkan kepalanya dan menghela nafasnya pasrah. "Ta-tapi nona memang jarang berkunjung kemari. Hanya tuan Xander yang selalu datang untuk sekedar berbincang dengan para pelayan."


Tuan Romanov menggeleng pelan. "Jadi, selain susah di hubungi, ternyata Charlotte juga jarang pulang kemari? Memang benar-benar anak itu."


Paul hanya bisa tersenyum ketir mendengar omelan sang atasan. Ia yakin, setelah ini Charlotte akan sangat kesal padanya karena sudah menyampaikan banyak hal pada sang kakek.


"Aku akan pergi ke ruang kerjaku sekarang dan setelah itu aku akan langsung bersiap untuk makan malam." ujar tuan Romanov sambil melangkah ke ruang kerjanya.


Paul mengangguk. "Apa anda mau langsung mandi tuan?"


"Ya!" tuan Romanov mengangguk." Kau perintahkan pelayan untuk segera menyiapkan air panas untukku.  Tubuhku terasa sangat lengket sekarang." terang tuan Romanov.


"Baik tuan!"


"Dan Paul! Satu hal lagi." Tuan Romanov berkata, menghentikkan langkah Paul yang sudah hendak melangkah pergi.


"Ya tuan?"


"Kau siapkan ruang keamanan. Aku akan kesana nanti. Aku akan menunggu kedua anak nakal itu dari ruang keamanan saja, memantau kedatangan mereka dari cctv mansion."


Paul mengangguk. "Siap tuan!"


***

__ADS_1


__ADS_2